Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 7.057,106
LQ45 681,583
Srikehati 330,472
JII 466,124
USD/IDR 17.420

Diam-diam BEI Lakukan Kajian Gaet IPO Perusahaan Kakap

Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Rabu, 21 Mei 2025 | 16:22 WIB
Diam-diam BEI Lakukan Kajian Gaet IPO Perusahaan Kakap
Bursa Efek Indonesia (BEI) diam-diam tengah melakukan kajian untuk menarik minat perusahaan jumbo Tanah Air untuk Initial Public Offering (IPO) di pasar modal.

Suara.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) diam-diam tengah melakukan kajian untuk menarik minat perusahaan jumbo Tanah Air untuk Initial Public Offering (IPO) di pasar modal.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna mengatakan bahwa kajian Ini bukan sekadar riset biasa, melainkan upaya strategis pihaknya untuk memperdalam pasar modal dan mengundang perusahaan kakap untuk bergabung.

"Saat ini kami tengah melakukan kajian terkait potensi Initial Public Offering (IPO) di Indonesia," kata Nyoman melalui pesan singkatnya kepada wartawan di Jakarta, Rabu (21/5/2025).

Menurut dia, kajian kali ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk para raksasa korporasi yang namanya masih tersimpan rapat. Tujuannya, pertama untuk mengidentifikasi sektor-sektor mana saja yang paling potensial untuk IPO dan, kedua, memahami mengapa perusahaan-perusahaan besar ini belum memanfaatkan pasar modal sebagai opsi pendanaan.

"Sebagai bagian dari proses perumusan kebijakan dan penyempurnaan regulasi, kami sampaikan bahwa BEI secara aktif mendengarkan pandangan dan aspirasi dari para pemangku kepentingan. Proses ini dilakukan secara anonim guna menjaga objektivitas serta independensi proses," kata Nyoman.

Pertanyaan besar yang mengemuka adalah apa saja masukan yang diberikan oleh para grup usaha besar ini? Apakah mayoritas terkait ketentuan free float atau ada isu lain yang lebih fundamental? Sayangnya, BEI masih merahasiakan detailnya.

"Kajian ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan termasuk diantaranya mencakup grup usaha dari berbagai sektor yang saat ini masih belum menggunakan pasar modal sebagai opsi pendanaan maupun perusahaan yang telah IPO guna mengetahui pengalaman IPO mereka dan memetakan hal-hal yang menjadi masukan bagi kami dari atas proses yang telah dilakukan pada saat mereka IPO," jelas Nyoman.

Sebagai bagian dari proses perumusan kebijakan dan penyempurnaan regulasi, BEI menegaskan bahwa mereka secara aktif mendengarkan pandangan dan aspirasi dari para pemangku kepentingan. Proses ini, kata BEI, dilakukan secara anonim demi menjaga objektivitas dan independensi.

"Namun demikian, sehubungan dengan proses kajian yang masih berlangsung, kami belum dapat menyampaikan informasi maupun kesimpulan terkait hal tersebut. Masukkan yang kami terima tentu sangat beragam mulai dari terkait peraturan, proses, hingga ekosistem pasar modal secara menyeluruh yang mendukung proses IPO di Indonesia," tambah dia.

Meskipun detail spesifik tentang free float belum bisa diungkap, dapat diasumsikan bahwa isu ini, bersama dengan aspek regulasi lainnya, proses pencatatan, dan infrastruktur pasar modal secara keseluruhan, menjadi poin-poin penting dalam diskusi. Para pelaku usaha tentu mengharapkan regulasi yang fleksibel, proses yang efisien, dan ekosistem yang kondusif untuk menarik investasi dan meningkatkan valuasi perusahaan mereka.

BEI menegaskan bahwa seluruh masukan yang diterima dianggap sebagai data berharga untuk melakukan perbaikan berkelanjutan. Ini menunjukkan komitmen BEI untuk tidak hanya mendorong jumlah IPO, tetapi juga meningkatkan kualitas dan keberlanjutan pasar modal Indonesia.

"Setelah proses kajian ini selesai, kami akan menyampaikan hasilnya secara terbuka kepada publik dan para pemangku kepentingan sebagai dasar pengambilan kebijakan lebih lanjut," janji Nyoman.

Menurut dia, transparansi ini penting untuk membangun kepercayaan investor dan pelaku pasar, serta memastikan bahwa kebijakan yang akan dirumuskan nantinya benar-benar berbasis data dan mengakomodasi kebutuhan pasar.

BEI kata Nyoman akan senantiasa berkomitmen untuk menyusun kebijakan yang berbasis data dan masukan dari pemangku kepentingan agar dapat menjawab tantangan pasar secara tepat dan mendukung pertumbuhan pasar modal Indonesia secara berkelanjutan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

IHSG Optimis Menguat Hari Ini, Cek Saham-saham Paling Banyak Diborong Investor

IHSG Optimis Menguat Hari Ini, Cek Saham-saham Paling Banyak Diborong Investor

Bisnis | Senin, 19 Mei 2025 | 08:04 WIB

Percuma Menghapus Outsourcing Kalau Banyak Perusahaan Melanggar Aturan

Percuma Menghapus Outsourcing Kalau Banyak Perusahaan Melanggar Aturan

Your Say | Sabtu, 17 Mei 2025 | 19:26 WIB

Waduh, 30 Restoran di Amerika Serikat Sudah Bangkrut

Waduh, 30 Restoran di Amerika Serikat Sudah Bangkrut

Bisnis | Sabtu, 17 Mei 2025 | 13:40 WIB

Terkini

OJK Denda Rp85,04 Miliar ke 97 Pelaku Pasar Modal, Investor RI Tembus 26,49 Juta

OJK Denda Rp85,04 Miliar ke 97 Pelaku Pasar Modal, Investor RI Tembus 26,49 Juta

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 09:12 WIB

BI Perketat Syarat Beli Dolar AS, Ini Strategi Terbaru Penguatan Rupiah

BI Perketat Syarat Beli Dolar AS, Ini Strategi Terbaru Penguatan Rupiah

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 09:06 WIB

BNI Ingatkan Nasabah Jaga Data Sensitif, Waspadai Modus Penipuan Digital

BNI Ingatkan Nasabah Jaga Data Sensitif, Waspadai Modus Penipuan Digital

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 09:02 WIB

Harga Emas Antam Mulai Naik, Hari Ini dibanderol Rp 2,79 Juta/Gram

Harga Emas Antam Mulai Naik, Hari Ini dibanderol Rp 2,79 Juta/Gram

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 09:00 WIB

IHSG Uji Resistansi 7.120 di Tengah Reli Wall Street dan Volatilitas Harga Minyak

IHSG Uji Resistansi 7.120 di Tengah Reli Wall Street dan Volatilitas Harga Minyak

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 08:28 WIB

Batik Gunung Kendil Rembang Sukses Tembus Pasar Eropa

Batik Gunung Kendil Rembang Sukses Tembus Pasar Eropa

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 08:19 WIB

Tahun Ajaran Baru Datang, Orang Tua Jangan Cuma Fokus Seragam, Cek 5 Poin Krusial Ini!

Tahun Ajaran Baru Datang, Orang Tua Jangan Cuma Fokus Seragam, Cek 5 Poin Krusial Ini!

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 08:07 WIB

Tren Penurunan Berlanjut, Harga Emas Antam, UBS, dan Galeri24 Kompak Terkoreksi

Tren Penurunan Berlanjut, Harga Emas Antam, UBS, dan Galeri24 Kompak Terkoreksi

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 08:00 WIB

Wall Street Langsung Pecah Rekor Setelah Harga Minyak Anjlok

Wall Street Langsung Pecah Rekor Setelah Harga Minyak Anjlok

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 07:50 WIB

Trump Akan Temui Xi Jinping Bahas Perang Iran, Harga Minyak Dunia Turun

Trump Akan Temui Xi Jinping Bahas Perang Iran, Harga Minyak Dunia Turun

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 07:50 WIB