Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.595.000
Beli Rp2.480.000
IHSG 5.873,372
LQ45 582,884
Srikehati 289,451
JII 342,406
USD/IDR 18.000

Sosok Perry Warjiyo: Arsitek QRIS yang Menggebrak Dunia Pembayaran Global

Tasmalinda

Rabu, 21 Mei 2025 | 17:55 WIB
Sosok Perry Warjiyo: Arsitek QRIS yang Menggebrak Dunia Pembayaran Global
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, arsitek QRIS

Suara.com - Ketika dunia keuangan global mulai berubah arah menuju era digital, Indonesia tak mau ketinggalan.

Di tengah derasnya arus transformasi digital, satu nama mencuat sebagai tokoh kunci di balik revolusi sistem pembayaran nasional: Perry Warjiyo, Gubernur Bank Indonesia (BI).

Di bawah kepemimpinannya, Indonesia melahirkan sistem pembayaran berbasis QR code terintegrasi bernama QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) yang kini tak hanya menjadi tulang punggung pembayaran domestik tetapi juga menarik perhatian dunia internasional.

Langkah Perry tidak hanya menjadi bagian dari modernisasi infrastruktur keuangan nasional, tetapi juga mencerminkan visi besar guna membawa Indonesia naik kelas dalam peta geopolitik keuangan digital global.

Biografi Singkat Perry Warjiyo: Dari Solo ke Dunia Internasional

Lahir di Sukoharjo, Jawa Tengah, pada 25 Februari 1959, Perry Warjiyo merupakan ekonom kawakan yang telah puluhan tahun berkecimpung di dunia keuangan.

Ia menyelesaikan pendidikan S1 di Universitas Gadjah Mada (UGM), kemudian melanjutkan pendidikan S2 dan S3 di Iowa State University, Amerika Serikat.

Kariernya di Bank Indonesia dimulai sejak 1984.

Ia sempat menjabat Direktur Eksekutif di IMF (International Monetary Fund) pada 2007–2009, mewakili 13 negara Asia Tenggara.

baca juga

Setelah kembali ke Indonesia, ia menduduki berbagai posisi strategis di BI hingga akhirnya ditunjuk menjadi Gubernur BI pada tahun 2018.

Kiprahnya dikenal dengan gaya kerja teknokratis, berorientasi pada inovasi, dan menjunjung prinsip inklusi keuangan.

Visi Digitalisasi Sistem Pembayaran: Membangun Ekosistem yang Inklusif dan Berdaulat

Perry Warjiyo memahami bahwa sistem pembayaran yang efisien, inklusif, dan aman adalah fondasi utama dari ekonomi digital.

Dalam pidato-pidato muatan strategisnya, Perry sering menekankan pentingnya transformasi digital yang tidak hanya dinikmati oleh kalangan kota, tetapi juga menjangkau UMKM, pedagang pasar tradisional, hingga pelosok desa.

Dari situlah lahir ide besar menyatukan seluruh standar QR code yang saat itu terfragmentasi oleh berbagai aplikasi dan bank.

Maka pada 17 Agustus 2019, Bank Indonesia bersama Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) meluncurkan QRIS.

Tujuannya jelas: satu QR code untuk semua pembayaran, sehingga memudahkan konsumen dan efisien bagi merchant.

Tapi di balik layar, langkah ini juga merupakan strategi kedaulatan sistem pembayaran, agar Indonesia tak terus-menerus bergantung pada infrastruktur asing.

Kolaborasi dengan ASPI dan Tim Teknis: Kerja Kolektif yang Terstruktur

Perry Warjiyo sadar bahwa membangun sistem pembayaran bukan kerja satu lembaga.

Ia menggandeng ASPI (Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia) sebagai mitra utama untuk menyusun standar teknis, koordinasi antarbank, fintech, dan pelaku industri pembayaran lainnya.

Bersama tim teknis yang terdiri dari ahli IT, regulator, dan operator sistem pembayaran, BI dan ASPI mengembangkan spesifikasi teknis QRIS, memastikan interoperabilitas, keamanan transaksi, dan kepatuhan pada prinsip know your customer (KYC).

Hasilnya: per Mei 2025, lebih dari 56 juta merchant telah menggunakan QRIS di seluruh Indonesia. Bahkan, QRIS telah terhubung secara lintas batas dengan sistem QR di Malaysia, Thailand, Singapura, dan Filipina.

inovasi QRIS
inovasi QRIS

QRIS Mendunia: Dari Lokal Menjadi Standar Regional

QRIS kini menjadi percontohan dalam banyak forum internasional. Bank sentral negara-negara berkembang mulai melihat Indonesia sebagai model transformasi sistem pembayaran digital yang sukses.

Di saat negara-negara maju masih didominasi Visa dan Mastercard, Indonesia justru melangkah dengan standar domestik yang independen dan efisien.

Dalam berbagai kesempatan, Perry Warjiyo memimpin dialog global untuk membahas interoperabilitas lintas batas, sistem pembayaran digital ASEAN, dan peran mata uang lokal dalam transaksi internasional.

Langkah-langkah ini menjadikan Indonesia bukan hanya pengguna teknologi, tapi juga kontributor dalam arsitektur keuangan global.

Warisan Perry Warjiyo: Sistem Pembayaran untuk Semua

Perry Warjiyo disebutkan mengakhiri masa jabatannya sebagai Gubernur BI pada tahun ini. Namun warisan terbesarnya sudah tertanam: ekosistem pembayaran digital yang inklusif, efisien, dan berdikari.

QRIS menjadi simbol era baru.

Bukan hanya karena teknologinya, tetapi karena semangat kolaboratif dan kepemimpinan yang visioner.

Dari warung kopi di pedalaman Kalimantan hingga merchant besar di Jakarta, QRIS menyatukan Indonesia dalam satu kode — dan membawa nama negeri ini lebih bergema di panggung keuangan dunia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mengapa AS Gelisah dengan QRIS? Inilah Alasan di Balik Ketegangan Global

Mengapa AS Gelisah dengan QRIS? Inilah Alasan di Balik Ketegangan Global

Bisnis | Rabu, 21 Mei 2025 | 16:14 WIB

Turun Lagi, Gubernur BI Ramal Pertumbuhan Ekonomi RI Hanya 4,6 Persen di 2025

Turun Lagi, Gubernur BI Ramal Pertumbuhan Ekonomi RI Hanya 4,6 Persen di 2025

Bisnis | Rabu, 21 Mei 2025 | 16:38 WIB

Apa Itu E-KTP Digital? Dokumen Wajib Saat Daftar CPNS 2025

Apa Itu E-KTP Digital? Dokumen Wajib Saat Daftar CPNS 2025

Lifestyle | Rabu, 21 Mei 2025 | 15:47 WIB

Utang Indonesia Tembus Rp 7.144,6 Triliun, Ekonom: Itu Belum Besar

Utang Indonesia Tembus Rp 7.144,6 Triliun, Ekonom: Itu Belum Besar

Bisnis | Rabu, 21 Mei 2025 | 15:38 WIB

Ekonomi Global Belum Mereda, BI Turunkan Suku Bunga Jadi 5,5 Persen

Ekonomi Global Belum Mereda, BI Turunkan Suku Bunga Jadi 5,5 Persen

Bisnis | Rabu, 21 Mei 2025 | 15:38 WIB

Dari Jepang ke Indonesia: Berikut Evolusi QR Code Menjadi QRIS

Dari Jepang ke Indonesia: Berikut Evolusi QR Code Menjadi QRIS

Bisnis | Rabu, 21 Mei 2025 | 14:50 WIB

Pro dan Kontra Suku Bunga BI: Stabilitas Rupiah vs Dorongan Pertumbuhan Ekonomi

Pro dan Kontra Suku Bunga BI: Stabilitas Rupiah vs Dorongan Pertumbuhan Ekonomi

Bisnis | Rabu, 21 Mei 2025 | 13:25 WIB

Terkini

Purbaya Ajak Investor Negara Islam Kembangkan Industri Halal di Indonesia

Purbaya Ajak Investor Negara Islam Kembangkan Industri Halal di Indonesia

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 20:56 WIB

TikTok Donasi 200 Ribu Dolar AS untuk Sektor Pangan RI

TikTok Donasi 200 Ribu Dolar AS untuk Sektor Pangan RI

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 20:52 WIB

Indonesia Dihantam 4 Tekanan Ekonomi Sekaligus, Apa Saja?

Indonesia Dihantam 4 Tekanan Ekonomi Sekaligus, Apa Saja?

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 20:14 WIB

Program AURA BRI Peduli Cetak UMKM Perempuan Tangguh Dengan Peluang Ekonomi Olahan Pala

Program AURA BRI Peduli Cetak UMKM Perempuan Tangguh Dengan Peluang Ekonomi Olahan Pala

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 19:55 WIB

B50 Mulai Mengalir ke 57% SPBU Pertamina, Pemerintah Targetkan Transisi Tuntas dalam Dua Bulan

B50 Mulai Mengalir ke 57% SPBU Pertamina, Pemerintah Targetkan Transisi Tuntas dalam Dua Bulan

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 19:45 WIB

Bahlil Akan Preteli RKAB Perusahaan Tambang yang Ogah Pakai Solar B50

Bahlil Akan Preteli RKAB Perusahaan Tambang yang Ogah Pakai Solar B50

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 19:21 WIB

Polemik Pajak JHT, Kenapa Tabungan Hari Tua Bisa Dipotong Pajak hingga 30 Persen?

Polemik Pajak JHT, Kenapa Tabungan Hari Tua Bisa Dipotong Pajak hingga 30 Persen?

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 18:51 WIB

Konsumen Makin Pesimis, Penjualan Ritel Anjlok, Rupiah Ambruk ke Rp18.128 per Dolar AS

Konsumen Makin Pesimis, Penjualan Ritel Anjlok, Rupiah Ambruk ke Rp18.128 per Dolar AS

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 18:50 WIB

MSCI Masih Jadi Batu Sandungan, Rp75 T Dana Asing Kabur dari Bursa Meski Fiskal RI Menguat

MSCI Masih Jadi Batu Sandungan, Rp75 T Dana Asing Kabur dari Bursa Meski Fiskal RI Menguat

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 18:09 WIB

Siap-siap! Tarif 52 Ruas Tol Berpotensi Naik Tahun Ini

Siap-siap! Tarif 52 Ruas Tol Berpotensi Naik Tahun Ini

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 17:59 WIB

×