Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.740.000
Beli Rp2.595.000
IHSG 5.594,765
LQ45 557,746
Srikehati 272,472
JII 338,801
USD/IDR 18.035

Di Tengah Gejolak Global, Neraca Pembayaran Indonesia Tetap Tangguh!

Mohammad Fadil Djailani

Kamis, 22 Mei 2025 | 11:40 WIB
Di Tengah Gejolak Global, Neraca Pembayaran Indonesia Tetap Tangguh!
Suasana bongkar-muat peti kemas di Jakarta International Container Terminal, Tanjung Priok, Jakarta, Jumat (11/4/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Di tengah bayang-bayang perlambatan ekonomi global dan meningkatnya ketidakpastian pasar keuangan, Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) menunjukkan ketahanan yang luar biasa pada triwulan I 2025. Bank Indonesia (BI) mencatat kinerja NPI tetap terjaga, memberikan sinyal positif bagi stabilitas ekonomi nasional.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, menegaskan bahwa meskipun badai global tak reda, defisit transaksi berjalan Indonesia berhasil tetap rendah. "Defisit transaksi berjalan tetap rendah di tengah perlambatan ekonomi global. Selain itu, transaksi modal dan finansial mencatat defisit yang terkendali di tengah meningkatnya ketidakpastian pasar keuangan global," ujar Ramdan di Jakarta, Kamis (22/5/2025).

Dengan perkembangan positif ini, NPI pada triwulan I 2025 mencatat defisit tipis 0,8 miliar dolar Amerika Serikat (AS). Tak hanya itu, posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Maret 2025 tercatat tetap tinggi, mencapai 157,1 miliar dolar AS. Angka ini setara dengan pembiayaan 6,5 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta jauh melampaui standar kecukupan internasional yang hanya sekitar 3 bulan impor. Ini adalah bantalan kuat yang menjaga stabilitas ekonomi di tengah tekanan eksternal.

Ramdan menjelaskan lebih lanjut bahwa transaksi berjalan mencatat defisit yang lebih rendah pada triwulan I 2025, yakni hanya 0,2 miliar dolar AS (0,1 persen dari PDB). Angka ini jauh lebih baik dibandingkan defisit 1,1 miliar dolar AS (0,3 persen dari PDB) pada triwulan IV 2024.

Kabar baik ini utamanya disumbang oleh peningkatan surplus neraca perdagangan barang, khususnya dari sektor nonmigas. Meskipun ekspor nonmigas sempat tertekan seiring perlambatan ekonomi global dan fluktuasi harga komoditas, impor nonmigas yang turun lebih dalam, terutama pada kelompok bahan baku dan penolong, berhasil menjaga neraca perdagangan tetap hijau.

Namun, tidak semua sektor cerah. Defisit neraca jasa terpantau meningkat, dipengaruhi oleh penurunan surplus jasa perjalanan (travel) sejalan dengan penurunan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia. Defisit neraca pendapatan primer juga meningkat karena kenaikan pembayaran imbal hasil investasi portofolio.

Sementara itu, kinerja transaksi modal dan finansial tetap terkendali di tengah gejolak pasar keuangan global yang meningkat. Ini menunjukkan bahwa Indonesia masih menjadi daya tarik bagi investor.

Investasi langsung (FDI) tetap membukukan surplus, mencerminkan persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian dan iklim investasi domestik yang tetap terjaga. Tak hanya itu, investasi portofolio juga meningkat, terutama dipengaruhi oleh aliran masuk modal asing pada surat utang domestik. Ini adalah bukti kepercayaan pasar terhadap fundamental ekonomi Indonesia.

Namun, di sisi lain, investasi lainnya mencatat defisit. Hal ini dipengaruhi oleh penurunan penarikan pinjaman pemerintah dan swasta serta peningkatan investasi swasta pada beberapa instrumen finansial luar negeri. Dengan perkembangan ini, transaksi modal dan finansial pada triwulan I 2025 mencatat defisit tipis 0,3 miliar dolar AS.

Ke depan, Bank Indonesia menegaskan komitmennya untuk senantiasa mencermati dinamika perekonomian global yang dapat memengaruhi prospek NPI. BI juga akan terus memperkuat respons bauran kebijakan yang didukung oleh sinergi erat dengan Pemerintah dan otoritas terkait, guna memperkuat ketahanan sektor eksternal Indonesia.

NPI 2025 diprakirakan akan tetap sehat, ditopang oleh surplus transaksi modal dan finansial yang berlanjut dan defisit transaksi berjalan yang terjaga dalam kisaran defisit 0,5 persen sampai dengan 1,3 persen dari produk domestik bruto (PDB). Surplus transaksi modal dan finansial ini akan didukung oleh aliran masuk modal asing, sejalan dengan persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian domestik yang tetap baik dan imbal hasil investasi yang menarik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BI Berikan Obat Kuat untuk Likuiditas Perbankan

BI Berikan Obat Kuat untuk Likuiditas Perbankan

Bisnis | Kamis, 22 Mei 2025 | 11:23 WIB

Kaos dari Bekasi Tembus Pasar Dunia: Perjalanan Inspiratif UMKM "MegaBlast yang Mendunia

Kaos dari Bekasi Tembus Pasar Dunia: Perjalanan Inspiratif UMKM "MegaBlast yang Mendunia

Bisnis | Rabu, 21 Mei 2025 | 19:40 WIB

Hore,  QRIS Bisa Digunakan di Jepang Mulai 17 Agustus

Hore, QRIS Bisa Digunakan di Jepang Mulai 17 Agustus

Bisnis | Kamis, 22 Mei 2025 | 06:40 WIB

Terkini

Investor Asing Jual Saham Rp 587,21 Milar Hari Ini, Paling Tinggi BBCA

Investor Asing Jual Saham Rp 587,21 Milar Hari Ini, Paling Tinggi BBCA

Bisnis | Senin, 08 Juni 2026 | 18:48 WIB

Bursa Mineral Masih Gelap, Bahlil Lagi Cari Formulanya

Bursa Mineral Masih Gelap, Bahlil Lagi Cari Formulanya

Bisnis | Senin, 08 Juni 2026 | 18:35 WIB

Prabowo dalam Tekanan! Media Asing Sebut Anies Baswedan Saat Rupiah dan IHSG Kompak Jebol

Prabowo dalam Tekanan! Media Asing Sebut Anies Baswedan Saat Rupiah dan IHSG Kompak Jebol

Bisnis | Senin, 08 Juni 2026 | 18:35 WIB

Rupiah-IHSG Ambruk, Purbaya Akui Kelemahannya Ada di Komunikasi Pemerintah

Rupiah-IHSG Ambruk, Purbaya Akui Kelemahannya Ada di Komunikasi Pemerintah

Bisnis | Senin, 08 Juni 2026 | 18:28 WIB

Cerita Pemilik Toko Bangunan Tak Menyangka Terpilih Program KPP, Raih Pinjaman Modal Rp5 Miliar

Cerita Pemilik Toko Bangunan Tak Menyangka Terpilih Program KPP, Raih Pinjaman Modal Rp5 Miliar

Bisnis | Senin, 08 Juni 2026 | 18:20 WIB

Saham BBCA Ambruk, Kini Lebih Murah dari Segelas Teh Poci!

Saham BBCA Ambruk, Kini Lebih Murah dari Segelas Teh Poci!

Bisnis | Senin, 08 Juni 2026 | 17:43 WIB

Kepercayaan Investor Asing Hilang, Rupiah dan IHSG Kompak Melemah Hari Ini

Kepercayaan Investor Asing Hilang, Rupiah dan IHSG Kompak Melemah Hari Ini

Bisnis | Senin, 08 Juni 2026 | 16:52 WIB

Rupiah Jeblok ke Rp 18.100, Purbaya Ungkap Nasib Utang Pemerintah dan Subsidi Energi

Rupiah Jeblok ke Rp 18.100, Purbaya Ungkap Nasib Utang Pemerintah dan Subsidi Energi

Bisnis | Senin, 08 Juni 2026 | 16:42 WIB

Penerimaan Bea Cukai Tembus Rp 123,8 Triliun di Mei 2026, Purbaya Klaim Manufaktur Mulai Kuat

Penerimaan Bea Cukai Tembus Rp 123,8 Triliun di Mei 2026, Purbaya Klaim Manufaktur Mulai Kuat

Bisnis | Senin, 08 Juni 2026 | 15:52 WIB

Bea Keluar Batubara Belum Layak Dibahas Saat Ini

Bea Keluar Batubara Belum Layak Dibahas Saat Ini

Bisnis | Senin, 08 Juni 2026 | 15:31 WIB