Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.685.000
Beli Rp2.530.000
IHSG 5.886,032
LQ45 586,842
Srikehati 288,489
JII 347,233
USD/IDR 17.977

Status Mainnet Pi Coin Terbaru, Bagaimana Statusnya di Indonesia?

M Nurhadi

Kamis, 22 Mei 2025 | 14:02 WIB
Status Mainnet Pi Coin Terbaru, Bagaimana Statusnya di Indonesia?
Apakah Pi network menjanjikan

Suara.com - Pi Network atau Pi Coin belakangan mencuri perhatian publik. Terutama para pemerhati pasar kripto yang menganggap koin yang satu ini cukup menjanjikan.

Pi Network secara resmi membuka mainnet-nya pada 20 Februari 2025, pukul 8:00 UTC (atau 15:00 WIB). Perubahan monumental ini menandai transisi signifikan dari fase tertutup dan pengujian, menuju jaringan terbuka yang sepenuhnya terdesentralisasi.

Ini adalah momen krusial yang memungkinkan perdagangan dan transaksi koin Pi secara umum, mengubah Pi Network menjadi aset digital yang sah dan berpotensi digunakan sebagai alat transaksi. Peluncuran open mainnet ini diharapkan dapat meningkatkan adopsi dan penggunaan Pi di berbagai sektor.

Perjalanan Pi Network Menuju Mainnet Terbuka

Sebelum peluncuran mainnet terbuka, Pi Network telah melewati fase yang panjang dan kompleks. Hingga saat ini, Pi Network masih berada dalam fase IOU (I Owe You), yang berarti token PI belum bisa ditukarkan dengan uang tunai secara langsung. Perdagangan Pi yang terjadi di beberapa platform IOU bersifat spekulatif dan harga Pi dapat berfluktuasi tajam. Ini karena Pi Network belum memiliki mainnet yang sepenuhnya terdesentralisasi dan dapat diperdagangkan di bursa kripto utama.

Peluncuran mainnet terbuka pada 20 Februari 2025 ini didahului oleh proses migrasi mainnet yang dimulai sejak 31 Desember 2024. Migrasi ini merupakan langkah penting untuk memastikan transisi yang mulus bagi seluruh pengguna. Bagi para pengguna Pi Network, momen ini sangat krusial. Mereka diingatkan untuk segera menyelesaikan proses KYC (Know Your Customer) sebelum tenggat waktu migrasi agar tidak kehilangan sebagian besar saldo Pi yang telah ditambang. Untungnya, batas waktu periode tenggang KYC diperpanjang hingga 28 Februari 2025, memberikan kesempatan lebih luas bagi pengguna untuk menyelesaikan proses penting ini.

Status Pi Network di Indonesia: Belum Resmi di Bappebti

Meskipun Pi Network telah membuka mainnet terbuka secara global, statusnya di Indonesia perlu dipahami secara cermat. Hingga saat ini, Pi Network belum resmi di Indonesia dalam arti yang sebenarnya. Ini berarti belum ada lisensi atau pengakuan resmi dari Bappebti (Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi) sebagai aset kripto yang dapat diperdagangkan secara sah di Indonesia.

Tidak adanya lisensi resmi dari Bappebti ini memiliki implikasi penting

Perdagangan tidak dilindungi regulasi: Perdagangan Pi Network di Indonesia saat ini masih belum dilindungi oleh regulasi pemerintah. Ini berbeda dengan aset kripto lain yang sudah terdaftar dan diawasi oleh Bappebti.
Risiko Investasi: Karena statusnya yang belum resmi dan perdagangan yang masih bersifat spekulatif melalui IOU (sebelum mainnet terbuka penuh), ada risiko yang perlu diperhatikan jika Anda memutuskan untuk terlibat dalam perdagangan Pi Network.

Fluktuasi harga yang tajam dan ketidakpastian regulasi menjadi faktor yang perlu dipertimbangkan.
Dengan peluncuran open mainnet, Pi Network memang menjadi aset digital yang sah dan dapat digunakan sebagai alat transaksi di ekosistem globalnya. Namun, untuk pasar Indonesia, pengakuan dan perizinan dari Bappebti masih menjadi tahapan penting yang harus dilalui agar Pi Network dapat diperdagangkan secara resmi dan dilindungi oleh regulasi pemerintah.

Singkatnya, meskipun Pi Network telah memasuki babak baru dengan mainnet terbuka, di Indonesia, statusnya masih dalam tahap pengawasan dan belum diakui secara resmi sebagai aset kripto yang sah untuk diperdagangkan. Investor dan pengguna di Indonesia disarankan untuk terus memantau perkembangan regulasi dari Bappebti terkait Pi Network.

Desclaimer: Redaksi Suara.com hanya menyajikan berita dan tidak menyarankan anda untuk membeli aset apapun. Segala risikoada di tangan pembaca.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

William Sutanto Resmi Jadi CEO Indodax

William Sutanto Resmi Jadi CEO Indodax

Bisnis | Selasa, 20 Mei 2025 | 14:34 WIB

Harga Pi Network Makin Suram di Bawah USD 1, Ini Penyebabnya

Harga Pi Network Makin Suram di Bawah USD 1, Ini Penyebabnya

Bisnis | Senin, 19 Mei 2025 | 13:55 WIB

Harga Pi Network Meluncur Turun yang Kini di Bawah USD 1

Harga Pi Network Meluncur Turun yang Kini di Bawah USD 1

Bisnis | Jum'at, 16 Mei 2025 | 14:26 WIB

Hwang Jung-eum Mengaku Gelapkan Dana Agensi Rp49 Miliar untuk Kripto

Hwang Jung-eum Mengaku Gelapkan Dana Agensi Rp49 Miliar untuk Kripto

Your Say | Jum'at, 16 Mei 2025 | 11:49 WIB

1 Persen Aset Danantara Bisa Buat RI Jadi Raja Bitcoin Global Sejajar AS dan China

1 Persen Aset Danantara Bisa Buat RI Jadi Raja Bitcoin Global Sejajar AS dan China

Bisnis | Kamis, 15 Mei 2025 | 14:48 WIB

Langkah Besar Pi Network, Luncurkan Dana Ventura Guyur Startup Hingga Rp1,6 Triliun

Langkah Besar Pi Network, Luncurkan Dana Ventura Guyur Startup Hingga Rp1,6 Triliun

Bisnis | Kamis, 15 Mei 2025 | 12:44 WIB

Terkini

Sinyal Cuan Piala Dunia 2026: 7 Saham Indonesia yang Berpotensi Cetak Gol untuk Investor

Sinyal Cuan Piala Dunia 2026: 7 Saham Indonesia yang Berpotensi Cetak Gol untuk Investor

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 14:34 WIB

Rupiah Letoy, Warga RI Ramai-ramai Borong Valas dan Khawatir Ekonomi Memburuk

Rupiah Letoy, Warga RI Ramai-ramai Borong Valas dan Khawatir Ekonomi Memburuk

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 14:14 WIB

Terbitkan Obligasi USD 1,5 Milar, Danantara Spill Siapa Pembelinya

Terbitkan Obligasi USD 1,5 Milar, Danantara Spill Siapa Pembelinya

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 14:10 WIB

Tak Hanya Saham, Kripto Mulai Jadi Koleksi Warga RI untuk Investasi

Tak Hanya Saham, Kripto Mulai Jadi Koleksi Warga RI untuk Investasi

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 14:01 WIB

Mendag Tegaskan Amerika Serikat Negara Tujuan Ekspor Terpenting

Mendag Tegaskan Amerika Serikat Negara Tujuan Ekspor Terpenting

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 13:57 WIB

Sinyal dari Thamrin: Isi Dompet Warga RI Mendadak Ludes, Apa yang Terjadi?

Sinyal dari Thamrin: Isi Dompet Warga RI Mendadak Ludes, Apa yang Terjadi?

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 13:42 WIB

Marketeers Tech for Business 2026: Jurus Baru Digital Marketing di Era AI

Marketeers Tech for Business 2026: Jurus Baru Digital Marketing di Era AI

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 13:06 WIB

Listrik Sejumlah Wilayah Jawa Padam, Mas Bahlil Bilang Masalahnya di PLN

Listrik Sejumlah Wilayah Jawa Padam, Mas Bahlil Bilang Masalahnya di PLN

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 12:57 WIB

Gegara Bau Asap, Perokok Mulai Berbondong-bondong Gunakan Vape

Gegara Bau Asap, Perokok Mulai Berbondong-bondong Gunakan Vape

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 12:41 WIB

IHSG Tembus Level 6.000 Lagi, Saham BUMI dan BRMS Diburu Investor

IHSG Tembus Level 6.000 Lagi, Saham BUMI dan BRMS Diburu Investor

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 12:35 WIB