Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.091,386
LQ45 606,516
Srikehati 297,102
JII 361,308
USD/IDR 18.082

Pengamat Sebut Program MBG Kurangi Pengganguran dan Genjot Ekonomi RI

Iwan Supriyatna

Jum'at, 23 Mei 2025 | 13:14 WIB
Pengamat Sebut Program MBG Kurangi Pengganguran dan Genjot Ekonomi RI
Ilustrasi Program Makan Bergizi Gratis. [X/fahrihamzah]

Suara.com - Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto sekarang ini, bisa menjadi sektor yang dapat menumbuhkan perekonomian Indonesia.

Hal tersebut disampaikan oleh Profesor Tumiran selaku Pengamat Energi Universitas Gajah Mada (UGM) ketika diketemui awak media di jakarta.

“Kita harus bantu presiden (Prabowo) yang punya pemikiran untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia, dan salah satu yang sedang dikerjakan adalah program MBG atau Makan Bergizi Gratis. Selain mencerdaskan anak-anak Indonesia untuk kedepannya, program MBG ini juga harus menggerakan ekonomi baru,” kata Tumiran, Jumat (23/5/2025).

Ekonomi baru yang dimaksud adalah terbukanya lapangan kerja. Pasalnya, untuk memenuhi kebutuhan MBG, selain kebutuhan beras, daging, telur, adalah sarana untuk masak, sarana untuk menyediakan yang sekarang ini belum tersedia semua dengan baik. Oleh karena itu, hal tersebut akan menjadi angin segar disaat terjadinya badai PHK belakangan ini.

Namun mirisnya, disaat terjadi PHK dimana-mana, Kementrian Perdagangan berencana untuk menderegulasi permendag no 8 dengan membebaskan import foodtray tanpa PI dan LS justru akan menghambat industri lokal yg memproduksi foodtray dalam negeri yang sudah dapat memenuhi kebutuhan foodtray untuk kegiatan MBG padahal industri lokal sudah mampu untuk memproduksi foodtray dalam jumlah yg di butuhkan oleh dapur MBG sebesar 82 juta pcs Tentunya hal tersebut berlawanan dengan tujuan Presiden Prabowo menjalankan program MBG.

Dimana salah satu tujuanya adalah dapat menggerakan ekonomi Dalam Negeri.

“Kenapa gak kita disiapin? Apa kerja Menteri terkait? Menteri Perindustrian misalnya, ya dikerjain, industri-nya tumbuh dong. Menteri Tenaga Kerja, gimana mendorong tenaga kerja terampil untuk bisa mencetak peralatan-peralatan itu? Sekarang lapangan kerja susah, gimana? Masa pemerintah ngasih makan, kemudian bapaknya gak dikasih kerjaan,” ucap Tuminan.

Melalui program MBG, Tuminan pun optimistis apabila seluruh kebutuhannya diserahkan kepada industri Dalam Nengeri, maka perekonomian Indonesia bisa tumbuh pesat. Pasalnya, jika seluruh kebutuhan pokok serta kebutuhan sarana MBG diambil dari Dalam Negeri maka akan menjadi pemasukan bagi negara.

“Melalui pengembangan MBG tadi, ya rupanya petani bisa tumbuh, industri yang memenyiapkan peralatan makannya tumbuh, industri karton dalam negeri juga tumbuh, industri plastik dalam negeri tumbuh, tisu dalam negeri tumbuh, industri sendok dalam negeri juga tumbuh semua. Jadi kenapa harus kita kasih ke orang lain?” ujar Tuminan.

baca juga

Program makan bergizi gratis tengah menjadi sorotan sebagai upaya strategis untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Lebih dari sekadar pemberian makanan, program ini merupakan investasi jangka panjang untuk menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan produktif.

Asupan gizi yang baik, terutama pada masa pertumbuhan, memiliki dampak signifikan terhadap perkembangan fisik dan kognitif anak-anak.

Kekurangan gizi dapat menyebabkan stunting, gangguan perkembangan otak, dan penurunan daya tahan tubuh, yang pada akhirnya menghambat potensi mereka di masa depan.

Makan bergizi gratis diharapkan dapat mengatasi masalah kekurangan gizi pada anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Dengan menyediakan makanan yang seimbang dan mengandung nutrisi penting seperti protein, karbohidrat, vitamin, dan mineral, program ini membantu memenuhi kebutuhan gizi harian mereka.

Selain manfaat kesehatan, program ini juga berpotensi meningkatkan partisipasi dan prestasi belajar siswa. Anak-anak yang mendapatkan asupan gizi yang cukup cenderung lebih fokus, bersemangat, dan memiliki kemampuan belajar yang lebih baik.

Namun, keberhasilan program ini membutuhkan perencanaan dan pelaksanaan yang matang. Pemerintah perlu memastikan kualitas dan keamanan makanan yang diberikan, serta melibatkan berbagai pihak seperti ahli gizi, tenaga kesehatan, dan masyarakat setempat.

Monitoring dan evaluasi yang berkelanjutan juga penting untuk memastikan program ini berjalan efektif dan mencapai sasaran yang diharapkan.

Dengan komitmen dan kerja sama dari semua pihak, program makan bergizi gratis dapat menjadi langkah penting dalam mewujudkan Indonesia yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hashim Bilang Tak Ada Paksaan Ikut Program MBG, BGN Sediakan Alternatif Lain Sebagai Ganti?

Hashim Bilang Tak Ada Paksaan Ikut Program MBG, BGN Sediakan Alternatif Lain Sebagai Ganti?

News | Kamis, 22 Mei 2025 | 11:29 WIB

Raffi Ahmad Terlibat Dapur Makan Bergizi Gratis? Kepala BGN Pastikan Hal Ini

Raffi Ahmad Terlibat Dapur Makan Bergizi Gratis? Kepala BGN Pastikan Hal Ini

News | Kamis, 22 Mei 2025 | 08:33 WIB

Kepala BGN Ungkap Sejumlah Langkah Biar Keracunan MBG Tak Terjadi Lagi

Kepala BGN Ungkap Sejumlah Langkah Biar Keracunan MBG Tak Terjadi Lagi

News | Rabu, 21 Mei 2025 | 18:38 WIB

Terkini

Kredit Tumbuh Dua Digit, Laba Bersih Bank Danamon Naik 33% di Semester I-2026

Kredit Tumbuh Dua Digit, Laba Bersih Bank Danamon Naik 33% di Semester I-2026

Bisnis | Kamis, 30 Juli 2026 | 19:24 WIB

Dedikasi Mantri BRI di Kepulauan Talaud Perkuat Pemberdayaan UMKM

Dedikasi Mantri BRI di Kepulauan Talaud Perkuat Pemberdayaan UMKM

Lampung | Kamis, 30 Juli 2026 | 19:23 WIB

Isuzu Pamerkan Mobil Rumah ELF NLR Campervan di GIIAS 2026

Isuzu Pamerkan Mobil Rumah ELF NLR Campervan di GIIAS 2026

Otomotif | Kamis, 30 Juli 2026 | 19:22 WIB

Kartu ATM Tertelan, Saldo Rp17 Juta Raib, Begini Kronologi yang Dialami Nasabah di Palembang

Kartu ATM Tertelan, Saldo Rp17 Juta Raib, Begini Kronologi yang Dialami Nasabah di Palembang

Sumsel | Kamis, 30 Juli 2026 | 19:21 WIB

Ruben Onsu Dituduh Selingkuh Gara-gara Kasur, sang Pengacara Tantang Bukti

Ruben Onsu Dituduh Selingkuh Gara-gara Kasur, sang Pengacara Tantang Bukti

Entertainment | Kamis, 30 Juli 2026 | 19:19 WIB

Menembus Medan Sulit, Mantri BRI Perkuat Akses Layanan Keuangan di Talaud

Menembus Medan Sulit, Mantri BRI Perkuat Akses Layanan Keuangan di Talaud

Surakarta | Kamis, 30 Juli 2026 | 19:18 WIB

Sebuah Bukti Dedikasi: Mantri BRI Ini Hadir Dampingi UMKM di Kepulauan Talaud

Sebuah Bukti Dedikasi: Mantri BRI Ini Hadir Dampingi UMKM di Kepulauan Talaud

Kalbar | Kamis, 30 Juli 2026 | 19:17 WIB

Dari 81 Persen ke 51 Persen: Begini Pembelaan Istana Atas Merosotnya Kepuasan Publik ke Prabowo

Dari 81 Persen ke 51 Persen: Begini Pembelaan Istana Atas Merosotnya Kepuasan Publik ke Prabowo

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 19:16 WIB

Ini Kisah Mantri BRI Dampingi UMKM Talaud Tumbuh, Sampai Mampu Buka Lapangan Kerja

Ini Kisah Mantri BRI Dampingi UMKM Talaud Tumbuh, Sampai Mampu Buka Lapangan Kerja

Jogja | Kamis, 30 Juli 2026 | 19:12 WIB

Kriteria Khusus Calon Gubernur BI Pilihan Prabowo Wajib 'Merah Putih', Destry Masuk Pertimbangan?

Kriteria Khusus Calon Gubernur BI Pilihan Prabowo Wajib 'Merah Putih', Destry Masuk Pertimbangan?

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 19:11 WIB

×