Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.775.000
Beli Rp2.630.000
IHSG 5.839,785
LQ45 580,916
Srikehati 283,634
JII 352,073
USD/IDR 18.034

Gonjang-ganjing Ekonomi Global, Kenapa Emas Jadi Buruan?

Dythia Novianty, Mohammad Fadil Djailani

Senin, 26 Mei 2025 | 08:02 WIB
Gonjang-ganjing Ekonomi Global, Kenapa Emas Jadi Buruan?
Ilustrasi emas. (freepik/wirestock)

Suara.com - Di tengah ketidakpastian ekonomi global yang semakin meningkat, aset-aset investasi seperti emas kembali menjadi pilihan utama para investor.

Emas dianggap sebagai instrumen yang efektif dalam mengamankan risiko dari gejolak pasar keuangan yang tidak menentu.

Situasi ini mendorong para pelaku pasar untuk mencari instrumen investasi yang mampu memberikan perlindungan dan peluang keuntungan.

Agung Wisnuaji, CEO Finex, mengungkapkan bahwa kondisi pasar yang fluktuatif saat ini sebaiknya dimanfaatkan sebagai momentum strategis untuk meningkatkan edukasi dan partisipasi masyarakat pada instrumen derivatif, terutama yang berbasis emas.

Menurut Agung, volatilitas pasar yang menyebabkan harga emas melonjak hingga menyentuh angka USD 3.700 per troy ons bukan hanya menandakan ketidakpastian, tetapi juga membuka peluang investasi yang menjanjikan.

“Pasar yang bergejolak sebenarnya memberikan peluang investasi dua arah. Asalkan direspons dengan strategi yang tepat dan pemahaman yang cukup, volatilitas bukanlah ancaman, melainkan kesempatan,” ujar Agung dalam analisisnya, Senin (26/5/2025).

Ilustrasi keuangan (Unsplash/micheile dot com)
Ilustrasi keuangan (Unsplash/micheile dot com)

Agung menjelaskan lebih lanjut, meskipun banyak investor global masih mengutamakan pendekatan konservatif dengan prinsip “cash is king”, situasi pasar saat ini justru membuka kesempatan bagi para investor lokal untuk mengakses aset-aset dengan valuasi yang relatif menarik.

Emas, bersama dengan komoditas seperti minyak dan perak, serta pasangan mata uang, tetap menjadi instrumen investasi yang menjanjikan, terutama dalam pasar derivatif.

“Pasar derivatif memungkinkan fleksibilitas posisi baik beli maupun jual, sehingga investor dapat memanfaatkan pergerakan harga secara dinamis,” tambah Agung.

Ia menekankan pentingnya pemahaman yang baik terhadap mekanisme pasar derivatif agar risiko investasi dapat diminimalkan.

Meskipun demikian, Agung mengingatkan agar para investor tetap berhati-hati dan cermat dalam mengambil keputusan di tengah kondisi ekonomi yang penuh tantangan.

Pengetahuan atau literasi keuangan yang memadai menjadi kunci utama dalam menghadapi risiko kerugian investasi.

“Literasi keuangan harus menjadi fokus utama. Investor perlu memahami betul instrumen yang mereka pilih agar dapat membuat keputusan yang tepat dan mengurangi potensi kerugian,” kata Agung.

Selain literasi, kemampuan memanfaatkan teknologi yang terus berkembang juga menjadi faktor penting.

Agung menyoroti peran kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) sebagai alat bantu dalam analisis pasar, namun ia mengingatkan bahwa teknologi tersebut tidak boleh menggantikan analisis fundamental dan teknikal yang matang.

“AI sebaiknya digunakan sebagai alat pendukung, bukan sebagai pengganti analisis mendalam yang menjadi dasar pengambilan keputusan,” jelas Agung.

Ilustrasi AI. (Dok: Pexels.com)
Ilustrasi AI. (Dok: Pexels.com)

Finex sendiri merupakan perusahaan broker berjangka yang telah terdaftar dan diawasi oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) dengan status A+++.

Perusahaan ini menyediakan akses bagi para investor untuk melakukan perdagangan berbagai instrumen seperti mata uang, komoditas, dan indeks global.

Dengan layanan yang kredibel dan beragam pilihan produk, Finex terus berupaya memperluas jangkauan pasarnya.

Menanggapi tren peningkatan minat masyarakat terhadap diversifikasi investasi, Finex menargetkan pertumbuhan pengguna aktif sebesar 40 persen hingga akhir tahun 2025.

Langkah ini sejalan dengan upaya perusahaan dalam memberikan edukasi pasar yang lebih intensif serta memperkenalkan instrumen derivatif sebagai alternatif investasi yang aman dan menguntungkan.

Dengan kondisi pasar yang masih penuh ketidakpastian, pendekatan yang terinformasi dan pemanfaatan teknologi secara tepat menjadi kunci sukses berinvestasi.

Pesan dari Agung Wisnuaji ini seolah mengingatkan bahwa masa sulit sekalipun dapat menjadi peluang bagi para investor yang siap dengan strategi dan pengetahuan yang memadai.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rosan Roeslani Buka-bukaan di Hadapan Prabowo: Danantara Siap Genjot Investasi di Sektor Strategis!

Rosan Roeslani Buka-bukaan di Hadapan Prabowo: Danantara Siap Genjot Investasi di Sektor Strategis!

Bisnis | Selasa, 20 Mei 2025 | 18:12 WIB

Profil PT Chandra Daya Investasi, Anak Usaha TPIA dengan Prospek Masa Depan

Profil PT Chandra Daya Investasi, Anak Usaha TPIA dengan Prospek Masa Depan

Bisnis | Selasa, 20 Mei 2025 | 13:57 WIB

Harga Emas Antam Suram Hari Ini, Turun Menjadi Rp 1.871.000/Gram

Harga Emas Antam Suram Hari Ini, Turun Menjadi Rp 1.871.000/Gram

Bisnis | Selasa, 20 Mei 2025 | 09:41 WIB

Harga Emas di Pegadaian Mendadak Meroket Hari Ini

Harga Emas di Pegadaian Mendadak Meroket Hari Ini

News | Selasa, 20 Mei 2025 | 09:26 WIB

Cangkrukan Alumni ITS Dorong Investasi Sosial dan Lingkungan untuk Masa Depan Ekonomi Berkelanjutan

Cangkrukan Alumni ITS Dorong Investasi Sosial dan Lingkungan untuk Masa Depan Ekonomi Berkelanjutan

Bisnis | Senin, 19 Mei 2025 | 14:23 WIB

Danantara Mulai Jajaki Kerjasama dengan Lembaga Keuangan Global

Danantara Mulai Jajaki Kerjasama dengan Lembaga Keuangan Global

Bisnis | Senin, 19 Mei 2025 | 12:43 WIB

Terkini

Terendah dalam 6 Tahun, Purbaya Akui Surplus Neraca Perdagangan Susut Imbas Impor BBM

Terendah dalam 6 Tahun, Purbaya Akui Surplus Neraca Perdagangan Susut Imbas Impor BBM

Bisnis | Jum'at, 05 Juni 2026 | 18:03 WIB

Benarkah Independensi BI Hilang Akibat UU P2SK?

Benarkah Independensi BI Hilang Akibat UU P2SK?

Bisnis | Jum'at, 05 Juni 2026 | 17:41 WIB

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Masyarakat Panik Banyak Tarik Uang di Bank?

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Masyarakat Panik Banyak Tarik Uang di Bank?

Bisnis | Jum'at, 05 Juni 2026 | 16:50 WIB

Menteri Bahlil Mau Rombak Total Sistem Tambang RI Lewat Aturan Baru 'Gross Split'

Menteri Bahlil Mau Rombak Total Sistem Tambang RI Lewat Aturan Baru 'Gross Split'

Bisnis | Jum'at, 05 Juni 2026 | 16:15 WIB

Pertamina Bagikan Pengalaman Penggunaan Teknologi Digital dan AI untuk Ciptakan Nilai Bisnis

Pertamina Bagikan Pengalaman Penggunaan Teknologi Digital dan AI untuk Ciptakan Nilai Bisnis

Bisnis | Jum'at, 05 Juni 2026 | 16:01 WIB

BI Intervensi, Rupiah Menguat di Jumat Sore

BI Intervensi, Rupiah Menguat di Jumat Sore

Bisnis | Jum'at, 05 Juni 2026 | 15:55 WIB

Pelaku Usaha Asuransi Mulai Soroti Ancaman Inflasi Medis

Pelaku Usaha Asuransi Mulai Soroti Ancaman Inflasi Medis

Bisnis | Jum'at, 05 Juni 2026 | 15:49 WIB

Telkom Hadirkan Forum Kedaulatan Digital Nasional, Pertemukan Regulator hingga Pelaku Industri

Telkom Hadirkan Forum Kedaulatan Digital Nasional, Pertemukan Regulator hingga Pelaku Industri

Bisnis | Jum'at, 05 Juni 2026 | 15:47 WIB

Skema Gross Split Sektor Tambang Dikaji, Wamen ESDM: Ditentukan Sidang Kabinet

Skema Gross Split Sektor Tambang Dikaji, Wamen ESDM: Ditentukan Sidang Kabinet

Bisnis | Jum'at, 05 Juni 2026 | 15:47 WIB

Rupiah Makin Tak Berharga, Teknologi Fracking Didorong untuk Produksi Minyak Mentah

Rupiah Makin Tak Berharga, Teknologi Fracking Didorong untuk Produksi Minyak Mentah

Bisnis | Jum'at, 05 Juni 2026 | 15:43 WIB