Geopolitik Memanas, Indonesia Diminta Perkuat Sektor Strategis dan Investasi

Iwan Supriyatna

Senin, 26 Mei 2025 | 10:57 WIB
Geopolitik Memanas, Indonesia Diminta Perkuat Sektor Strategis dan Investasi
Kris Wijoyo Soepandji, Ketua Pusat Kajian Hukum dan Pancasila, Fakultas Hukum Universitas Indonesia dalam Diskusi Panel bertajuk Optimisme di Tengah Ketidakpastian Geopolitik Perang Dagang: Pentingnya Konsolidasi Segenap Kekuatan Nasional.

Suara.com - Kondisi perang dagang global, terutama yang terjadi antara Amerika Serikat dan Cina, membawa dampak signifikan secara geopolitik dan geoekonomi bagi Indonesia, mulai dari rantai pasokan global, investasi hingga fluktuasi harga komoditas.

Setiap tingkat eskalasi harus diwaspadai dan dimitigasi. Indonesia pun harus beradaptasi dengan perubahan ini dengan mengembangkan optimisme.

Kris Wijoyo Soepandji, Ketua Pusat Kajian Hukum dan Pancasila, Fakultas Hukum Universitas Indonesia menekankan pentingnya membangun optimisme sebagai upaya menjaga denyut ekonomi di tengah situasi ini.

Kris yang juga Staf Khusus Bidang Tata Negara Menteri Pertahanan menjelaskan perlunya mengenal defence intellectual management atau peran intelektual dalam mengembangkan diri sebagai insan pertahanan yang sadar.

"Keamanan atau pertahanan dan ekonomi itu saling melengkapi. Kalau ekonomi lemah maka keamanan menjadi terancam begitu pun sebaliknya," ujar Kris dalam Diskusi Panel bertajuk Optimisme di Tengah Ketidakpastian Geopolitik Perang Dagang: Pentingnya Konsolidasi Segenap Kekuatan Nasional," ditulis Senin (26/5/2025).

"Intervensi asing kerap mendorong pengetatan dan ini harus dihindari karena regulasi yang murni dari kepentingan nasional pasti mempertimbangkan benar ketersediaan lapangan kerja dan pemasukan negara dari industri strategis. Contohnya, industri kelapa sawit memiliki kontribusi signifikan penerimaan devisa negara, atau industri hasil tembakau yang menyerap tenaga kerja secara besar dengan melibatkan sumber daya nasional dari hulu hingga hilir. Apalagi Bapak Presiden Prabowo telah menekankan bahwa pemerintah pusat dan daerah harus sehati. Tidak terjebak silo-silo, sehingga seluruh langkah menyatu untuk kepentingan nasional, dengan demikian maka industri strategis harus dilindungi," tegasnya.

Oki Ramadhana, Direktur Mandiri Sekuritas yang juga merupakan Alumnus Executive Course Universitas Pertahanan dalam Diskusi ini, menekankan bahwa target pertumbuhan ekonomi 8% tiap tahun harus didukung dengan denyut ekonomi pertumbuhan ekspansif dari seluruh bisnis.

Segala program yang dilakukan pemerintah dan dunia usaha harus diarahkan untuk mencapai target itu.

"Sekarang kondisi ekonomi kita memang belum mencapai target, masih melambat di 4,8% di kuartal pertama 2025. Memang banyak tantangannya, misalnya proses ekspor impor dan investasi berbelit-belit, namun ini yang harus kita cari solusinya. Meski demikian, secara fundamental ekonomi kita masih solid. Satu hal yang mesti dicermati adalah investasi. Bagaimana kita bisa memastikan investasi didorong bertumbuh. Industri harus jalan, manufaktur harus dibangun, sektor informal dan UMKM harus didorong tumbuh, skill pekerja harus ditingkatkan," papar Oki.

baca juga

Sementara itu, Satya Arinanto, Guru Besar Hukum Tata Negara, UI yang turut menjadi narasumber menegaskan pentingnya sinkronisasi antara pemerintah pusat dan daerah untuk melindungi sektor strategis nasional. Menjaga dan mendorong pertumbuhan ekonomi harus diiringi dengan peraturan yang jelas dan efektif.

"Berlandaskan sebagai negara kesatuan, maka harus ada kesatuan antara pemerintah pusat dan daerah. Sayangnya, pemerintah daerah melegitimasi konsep otonomi daerah UU No 22 Tahun 1999, seolah-olah memberi kewenangan lebih besar pada daerah. Padahal maksud keberadaannya adalah untuk merancang pemerintahan daerah yang lebih demokratis. Di sinilah pentingnya harmonisasi kebijakan pemerintah pusat dan daerah," ujar Satya.

Kamrussamad, Anggota Komisi XI DPR RI yang juga Chairman Tagaroa Think-Tank menekankan falsafah Pancasila menjadi kunci utama menghadapi tantangan kondisi global saat ini.

Menurutnya, tantangan hari ini adalah konsolidasi kekuatan nasional berupa pengendalian dan perlindungan sumber daya alam.

"Harus kita sadari, SDA kita terbatas, ada waktunya habis. Maka perlu ada resources security, baik minerba, kelautan, pertanian dan perkebunan. Perlu ada jaminan keterpenuhan. Negara harus mampu memastikan setiap sektor memberikan impact bagi kesejahteraan masyarakat, sosial dan penerimaan negara. Semuanya harus mengarah pada upaya percepatan Indonesia sebagai negara maju," ujar wakil dari Fraksi Gerindra ini.

"Kita menganut tidak hanya demokrasi politik tapi juga demokrasi ekonomi. Demokrasi ekonomi berarti pembukaan pasar adalah untuk kesejahteraan rakyat seluas-luasnya dan memastikan kebijakan negara melindunginya," tambahnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gonjang-ganjing Ekonomi Global, Kenapa Emas Jadi Buruan?

Gonjang-ganjing Ekonomi Global, Kenapa Emas Jadi Buruan?

Bisnis | Senin, 26 Mei 2025 | 08:02 WIB

Profil Nicholas Nyoto Prasetyo Dononagoro, Ketua Koperasi BLN Dugaan Investasi Bodong

Profil Nicholas Nyoto Prasetyo Dononagoro, Ketua Koperasi BLN Dugaan Investasi Bodong

Bisnis | Minggu, 25 Mei 2025 | 13:15 WIB

Waspada! Harga Emas Bisa Terjun Bebas ke USD 3.150, Ini Pemicunya

Waspada! Harga Emas Bisa Terjun Bebas ke USD 3.150, Ini Pemicunya

Bisnis | Sabtu, 24 Mei 2025 | 21:11 WIB

Terkini

3 Alasan Disney Adventure Bisa Jadi Pilihan Menarik untuk Liburan Keluarga

3 Alasan Disney Adventure Bisa Jadi Pilihan Menarik untuk Liburan Keluarga

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 07:00 WIB

Review Film Love of Your Life: Sajikan Kisah Cinta Modern yang Penuh Makna

Review Film Love of Your Life: Sajikan Kisah Cinta Modern yang Penuh Makna

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 07:00 WIB

Dicecar Soal Dugaan Terima Mobil dan Apartemen, Legislator Bengkulu Vinna Ledy: No Comment, Sorry Ya

Dicecar Soal Dugaan Terima Mobil dan Apartemen, Legislator Bengkulu Vinna Ledy: No Comment, Sorry Ya

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 07:00 WIB

5 Shio Paling Hoki 30 Oktober 2026: Panen Rezeki di Hari Kerbau Api

5 Shio Paling Hoki 30 Oktober 2026: Panen Rezeki di Hari Kerbau Api

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 06:56 WIB

Digugat di PTUN, Kuasa Hukum Beberkan Rute Pendidikan Wapres Gibran dari O Level hingga S1

Digugat di PTUN, Kuasa Hukum Beberkan Rute Pendidikan Wapres Gibran dari O Level hingga S1

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 06:33 WIB

Dijemput Keluarga dan LBH, 34 Orang Pascademo Ricuh di Malioboro Resmi Dipulangkan

Dijemput Keluarga dan LBH, 34 Orang Pascademo Ricuh di Malioboro Resmi Dipulangkan

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 06:04 WIB

Pasar Bergejolak, Perusahaan Asuransi Putar Otak Buat Produk Perlindungan dan Investasi

Pasar Bergejolak, Perusahaan Asuransi Putar Otak Buat Produk Perlindungan dan Investasi

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 05:57 WIB

QRIS BRI Permudah Transaksi UMKM, Pemilik Depot Yamie di Kutoarjo Ini Rasakan Manfaatnya

QRIS BRI Permudah Transaksi UMKM, Pemilik Depot Yamie di Kutoarjo Ini Rasakan Manfaatnya

Bri | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 05:17 WIB

Hybrid Fitness Race Khusus Perempuan Hadir di Indonesia

Hybrid Fitness Race Khusus Perempuan Hadir di Indonesia

Sport | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:45 WIB

Sumsel United Tak Terkalahkan 4 Laga, Tegar Hening Absen Jelang Derby Sumatera

Sumsel United Tak Terkalahkan 4 Laga, Tegar Hening Absen Jelang Derby Sumatera

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:42 WIB

×