Kadin Bujuk Pengusaha Perancis Ikut Biayai Program MBG Prabowo

Iwan Supriyatna, Achmad Fauzi

Kamis, 29 Mei 2025 | 18:40 WIB
Kadin Bujuk Pengusaha Perancis Ikut Biayai Program MBG Prabowo
Ketua Kadin Indonesia, Anindya Bakrie menonaktifkan tiga anggota Kadin Cilegon yang telah ditetapkan sebagai tersangka usai kisruh Kadi Cilegon minta jatah proyek Rp5 T tanpa lelang. [Instagram/@anindyabakrie]

Suara.com - Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Bakrie menyodorkan program andalan Presiden Prabowo Subianto yaitu Makan Bergizi Gratis (MGB) kepada pelaku usaha Perancis.

Hal ini diungkapkanya dalam Indonesia–France Business Forum 2025 di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. Forum ini digelar digelar sebagai bagian dari peringatan 75 tahun hubungan diplomatik kedua negara.

Anindya menyebut, Kadin Indonesia dengan Kadin Perancis MEDEF telah sepakat berencana membangun seribu dapur atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) MBG.

"Ketahui bahwa Kadin itu mempunyai rencana untuk membuat hampir seribu, rencana seribu SPPG atau dapur. Nah tadi MEDEF dengan jaringannya ingin membantu di berbagai macam hal," ujar dia yang ditulis, Kamis (29/5/2025).

Menurut Anindya, forum tersebut mempertemukan 350 CEO dari Indonesia dan Prancis, serta menghasilkan 27 nota kesepahaman (MoU) senilai total USD 11 miliar, mencakup sektor pertahanan, energi terbarukan, pertambangan dan hilirisasi, kesehatan, konektivitas, serta infrastruktur.

"Dan ini merupakan suatu yang luar biasa, mengingat kita masih di awal menuju kepada penanda tanganan nantinya, EUI-CEPA, (European Union Indonesia Comprehensive Economic Partnership Agreement)," imbuh dia.

Anindya menekankan bahwa kolaborasi Indonesia–Prancis memiliki nilai strategis di kawasan masing-masing. Dia melihat Indonesia sebagai motor penggerak dengan populasi 250 juta orang, dan Perancis sebagai pemimpin di Uni Eropa yang mewakili kawasan berpenduduk sekitar 350 juta jiwa.

"Tapi kalau dihitung European Community, jumlahnya sama dengan ASEAN 690 juta juga. Jadi dua kawasan ini 1,3 miliar manusia. Nah yang paling penting adalah, dua kawasan ini saling komplementer, tidak bersaing malah komplementer," bilang dia.

Anindya juga menyoroti kerja sama yang luas dari berbagai sektor yang berdampak langsung terhadap ekonomi nasional. Misalnya, ikut dalam program pemerintah yaitu hilirisasi di bidang pertambangan.

baca juga

"Kita lihat tadi juga renewable energy, energi terbarukan, dan saya lihat juga tadi ada di bidang kesehatan, dan juga tadi diusulkan, walaupun belum ada tanda tangannya di bidang pendidikan. Dan masih banyak lagi di bidang konektivitas, seperti telekomunikasi maupun infrastruktur," imbuh dia.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menyebut Indonesia dapat dana besar dari kerja sama bisnis dengan Perancis. 

Menurut dia, setidaknya ada 27 nota kesepahaman atau momerandum of understanding (MoU) bisnis, antara perusahaan di Indonesia dengan Perancis.

Airlangga merinci, dari 27 MoU itu, sebanyak 16 MoU ditandatangani dan disaksikan oleh Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden Perancis Emmanuel Macron.

"Saya ingin melaporkan bahwa MoU yang sudah ditandatangani sejak pagi tadi, totalnya ada 27 MoU, 16 sudah ditandatangani dan disaksikan oleh Presiden Macron dan Presiden Prabowo. Dan tadi kita saksikan MOU yang ke-11," ujar Airlangga dalam sambutan pertemuan bisnis antara Indonesia-Perancis di Kantor Kementerian Koordinasi Bidang Perekonomian, Jakarta, Rabu (28/5/2025).

"Dan saya hitung total MOU-nya, paling tidak  USD11 miliar. Jadi itu betul-betul inti dari pidato kedua pemimpin kita yang akan membawa Indonesia dan Prancis ke tingkat selanjutnya," sambung dia.

Pemerintah Indonesia menyampaikan sinyal ingin menyudahi proses negosiasi Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) dengan Uni Eropa. Hal ini lantaran, perundingan selama sembilan tahun ini tidak kunjung usai.

Perundingan Indonesia–European Union CEPA (EU-CEPA) telah berlangsung sejak 2016 dan hingga kini belum membuahkan hasil final. Airlangga menyatakan bahwa sudah waktunya proses negosiasi ini dihentikan jika tidak ada kemajuan berarti.

"Yang kedua adalah EU CEPA. Saya kira kita butuh dukungan. Tentu saja ada dua atau tiga isu yang telah ditawarkan kepada kita. Dan sudah saatnya bagi kita untuk mengesampingkan perbedaan dan melanjutkan filosofi keberlanjutan. Kita telah membahas ini selama sembilan tahun. Dan sudah saatnya untuk berhenti,” ujar Airlangga yang ditulis, Kamis (29/5/2025).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kadin Menonaktifkan Anggota Pemalak Proyek Chandra Asri! Ini Reaksi Anindya Bakrie

Kadin Menonaktifkan Anggota Pemalak Proyek Chandra Asri! Ini Reaksi Anindya Bakrie

Bisnis | Minggu, 18 Mei 2025 | 21:06 WIB

Kronologi Lengkap Oknum Kadin Cilegon "Minta Jatah" ke PT Chandra Asri Alkali (CAA)

Kronologi Lengkap Oknum Kadin Cilegon "Minta Jatah" ke PT Chandra Asri Alkali (CAA)

Bisnis | Kamis, 15 Mei 2025 | 16:22 WIB

Industri Kekurangan Suplai Gas, Kadin: Ego Sektoral Hambat Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Industri Kekurangan Suplai Gas, Kadin: Ego Sektoral Hambat Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Bisnis | Sabtu, 10 Mei 2025 | 13:37 WIB

Terkini

Sunscreen SPF 50 Tahan Berapa Jam di Kulit? Ini Fakta Medis dan Aturan Pakainya

Sunscreen SPF 50 Tahan Berapa Jam di Kulit? Ini Fakta Medis dan Aturan Pakainya

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:35 WIB

Sinopsis Coming to Myself, Dracin Jing Tian dan Zhang Xin Cheng di WeTV

Sinopsis Coming to Myself, Dracin Jing Tian dan Zhang Xin Cheng di WeTV

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:35 WIB

Pemerintah Kehilangan Rp 576,4 T Gegara Insentif Pajak, Suahasil Akui Sengaja Buat Ekonomi

Pemerintah Kehilangan Rp 576,4 T Gegara Insentif Pajak, Suahasil Akui Sengaja Buat Ekonomi

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:34 WIB

Pabrik BYD di Subang Didemo Warga, Menperin: Bukan Urusan Kemenperin

Pabrik BYD di Subang Didemo Warga, Menperin: Bukan Urusan Kemenperin

Otomotif | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:33 WIB

Produsen Bihun Teriak, Harga Beras Pecah di Dalam Negeri Mahal

Produsen Bihun Teriak, Harga Beras Pecah di Dalam Negeri Mahal

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:32 WIB

Imigrasi Kualanamu Pastikan Kelompok Rentan Mendapat Akses Layanan Paspor yang Setara

Imigrasi Kualanamu Pastikan Kelompok Rentan Mendapat Akses Layanan Paspor yang Setara

Sumut | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:32 WIB

POCO X8 dan C95 Pro Meluncur, Bawa Baterai Jumbo hingga 8.340 mAh, Harga Mulai Rp3 Jutaan

POCO X8 dan C95 Pro Meluncur, Bawa Baterai Jumbo hingga 8.340 mAh, Harga Mulai Rp3 Jutaan

Tekno | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:31 WIB

Segarkan Kulit Kusam! 4 Pilihan Masker Semangka untuk Wajah Cerah Berseri

Segarkan Kulit Kusam! 4 Pilihan Masker Semangka untuk Wajah Cerah Berseri

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:30 WIB

Situasi Geopolitik Memanas, Menpar Sebut Masyarakat Butuh Ketenangan Lewat Wisata Kebugaran

Situasi Geopolitik Memanas, Menpar Sebut Masyarakat Butuh Ketenangan Lewat Wisata Kebugaran

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:28 WIB

Proteksi Impor Mulai Berbuah Hasil, Industri Keramik dan Tekstil RI Menguat

Proteksi Impor Mulai Berbuah Hasil, Industri Keramik dan Tekstil RI Menguat

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:26 WIB

×