Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

PGAS Mau Bangun 200 Ribu Sambungan Jargas di 2025, Segini Realisasinya Sekarang

Iwan Supriyatna, Mohammad Fadil Djailani

Minggu, 01 Juni 2025 | 11:49 WIB
PGAS Mau Bangun 200 Ribu Sambungan Jargas di 2025, Segini Realisasinya Sekarang
PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGAS) menargetkan pemasangan jaringan gas (jargas) non anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) seluruh Indonesia sebanyak 200 ribu sambungan. (Suara.com/Muhammad Fadil)

Suara.com - PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGAS) menargetkan pemasangan jaringan gas (jargas) non anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) seluruh Indonesia sebanyak 200 ribu sambungan atau setara 590 kilometer untuk tahun ini.

"Tahun ini kita targetkan 200 ribu sambungan di seluruh Indonesia," ungkap Direktur Komersial PGN, Ratih Esti Prihatini di Bintaro, Tangerang Selatan, Sabtu (31/5/2025).

Berdasarkan laporan hingga kuartal I 2025, emiten bersandi PGAS itu sudah merealisasikan target sambungan jargas mencapai 133.938 sambungan yang dihitung dari tahun 2021. Khusus tahun ini PGAS sudah melakukan sambungan mencapai 6.252 sampai Maret 2025.

Ratih memaparkan bahwa pihaknya akan terus berupaya keras agar masyarakat mau dan terbiasa dalam memanfaatkan gas bumi untuk keperluan sehari-hari. Selain harga yang jauh lebih murah dibandingkan gas LPG penggunaan gas bumi ini diklaim jauh lebih aman.

"Kalau bicara keekonomian sebetulnya gas bumi jauh lebih ekonomis dibandingkan dengan LPG. Begitu juga dengan keamanan karena tekanan gasnya lebih ringan dibanding dengan gas yang biasa dipakai," ungkapnya.

Untuk itu sosialisasi penggunaan gas bumi ini akan terus dilakukan demi memperkenalkan energi alternatif dalam kebutuhan sehari-hari.

Salah satu cara yang dilakukan adalah menghadirkan Taman Jargas Nusantara 2025 di kawasan BXC Park Bintaro Jaya Xchange Mall yang dimulai pada 29 Mei hingga 1 Juni 2025.

"Kita ingin lebih dekat dengan masyarakat, kita juga perlu melakukan edukasi memperkenalkan apa itu gas bumi dan bagaimana memanfaatkannya. Kita ingin masyarakat tahu bahwa gas bumi itu aman dan lebih murah," paparnya.

Sebelumnya PGN akan memberikan dividen sebesar US$ 272 juta atau Rp 4,4 triliun. Aksi korporasi itu telah disetujui para pemegang saham dalam RUPST perseroan, Rabu (28/5/2025).

baca juga

Dividen tersebut setara rasio pembayaran dividen (dividend payout ratio) sebesar 80%.

"Dividen dibayarkan dalam bentuk tunai menggunakan kurs tengah Bank Indonesia pada hari pelaksanaan RUPST, paling lambat 30 hari kalender setelah diumumkannya Ringkasan Risalah RUPST,” ungkap Corporate Secretary PGN, Fajriyah Usman.

Sisa laba bersih tahun 2024 sebesar USD 67,8 juta ditetapkan sebagai saldo laba ditahan. Dana ini akan digunakan untuk mendukung kegiatan operasional dan pengembangan bisnis perusahaan yang berkelanjutan.

Langkah ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang PGN dalam menjaga stabilitas dan pertumbuhan usaha.

PGN menekankan bahwa keputusan pembagian dividen dan laba ditahan telah mempertimbangkan secara matang keberlanjutan usaha.

Keputusan ini juga sejalan dengan komitmen perusahaan dalam menciptakan nilai tambah bagi pemegang saham, sekaligus menjaga fleksibilitas keuangan di tengah tantangan sektor energi.

Dengan mengalokasikan sebagian laba untuk pengembangan usaha, PGN berharap dapat memperkuat posisinya sebagai perusahaan gas terintegrasi yang mampu menjawab kebutuhan energi nasional.

PGN terus berupaya menjalankan peran strategis dalam penyediaan energi bersih dan terjangkau bagi masyarakat.

“Besaran dividen tersebut mempertimbangkan keberlanjutan bisnis PGN sebagai bagian dari pertanggungjawaban perseroan kepada seluruh pemegang saham,” terang Fajriyah.

PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) adalah perusahaan BUMN yang memegang peranan vital dalam pembangunan dan pengelolaan infrastruktur gas bumi di Indonesia.

Sebagai subholding gas di bawah Pertamina, PGN bertanggung jawab dalam penyediaan, transmisi, dan distribusi gas bumi ke berbagai sektor, mulai dari industri, komersial, hingga rumah tangga.

Dengan jaringan pipa gas yang luas dan tersebar di berbagai wilayah, PGN berkontribusi signifikan dalam pemenuhan kebutuhan energi nasional.

Selain itu, PGN juga aktif dalam pengembangan infrastruktur gas baru, termasuk pembangunan terminal regasifikasi LNG dan jaringan distribusi gas ke wilayah-wilayah yang belum terjangkau.

Komitmen PGN terhadap inovasi dan efisiensi terus ditingkatkan untuk mendukung transisi energi yang berkelanjutan.

Melalui pemanfaatan teknologi terkini dan pengembangan sumber energi bersih, PGN berupaya menjadi pilar utama dalam mewujudkan ketahanan energi dan pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Prabowo Dorong Kemandirian Energi Lewat Perjanjian Swap Gas PGN dan West Natuna

Prabowo Dorong Kemandirian Energi Lewat Perjanjian Swap Gas PGN dan West Natuna

Bisnis | Kamis, 22 Mei 2025 | 13:30 WIB

PGN-INPEX Masela Tandatangani HoA LNG Blok Masela: Pemenuhan Pasar Gas Bumi Domestik

PGN-INPEX Masela Tandatangani HoA LNG Blok Masela: Pemenuhan Pasar Gas Bumi Domestik

Bisnis | Kamis, 22 Mei 2025 | 10:58 WIB

Amankan Ketahanan Gas Domestik, PGN Tambah Pasokan dari Penandatanganan Swap Gas Agreement

Amankan Ketahanan Gas Domestik, PGN Tambah Pasokan dari Penandatanganan Swap Gas Agreement

Bisnis | Kamis, 22 Mei 2025 | 10:47 WIB

Terkini

Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali

Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali

Sumsel | Selasa, 28 Juli 2026 | 23:49 WIB

Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel

Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel

Sumsel | Selasa, 28 Juli 2026 | 23:39 WIB

Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu

Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu

Sumsel | Selasa, 28 Juli 2026 | 23:22 WIB

5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu

5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu

Sumsel | Selasa, 28 Juli 2026 | 23:11 WIB

Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung

Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung

Jabar | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:50 WIB

Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua

Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua

Health | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:40 WIB

Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen

Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen

Lifestyle | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:12 WIB

Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA

Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:06 WIB

Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup

Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup

Bogor | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:59 WIB

Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim

Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:48 WIB

×