Dirjen Gatrik ESDM Tegaskan Batu Bara Bukan Barang Haram

Iwan Supriyatna, Achmad Fauzi

Senin, 02 Juni 2025 | 13:08 WIB
Dirjen Gatrik ESDM Tegaskan Batu Bara Bukan Barang Haram
ILUSTRASI batu bara: Sumber Globar Energy. [IST]

Suara.com - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menegaskan batu bara jangan dianggap kotor dan barang haram. Justru, batu bara bisa dijadikan sumber energi listrik yang mengaliri wilayah terpencil.

Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Jisman P Hutajulu menjelaskan, batu bara kini banyak digunakan oleh negara-negara yang justruk kampanyekan batu bara itu kotor.

"Bahwa Batu bara itu bukan bahan haram. Kemudian batu bara banyak dihasilkan di Indonesia, bahkan di ekspor," ujarnya dalam diseminasi RUPTL secara daring, Senin (2/5/2025).

Jisman menegaskan kembali, Indonesia kekinian merupakan salah satu negara produsen batu bara terbesar di dunia, di mana sebagian besar produksinya tidak hanya digunakan untuk kebutuhan dalam negeri, tetapi juga diekspor ke berbagai negara.

Menurut Jisman, fokus utama yang harus diperhatikan saat ini bukan semata-mata pada penggunaan batu bara, melainkan dampak lingkungannya.

"Yang perlu kita perhatikan adalah emisinya, yang perlu kita selesaikan adalah emisinya tidak berdampak kepada masyarakat dan global," beber dia.

Lebih lanjut, Jisman menjelaskan bahwa dari total kapasitas pembangkit yang masih dalam proses atau “on going”, terdapat sekitar 69,6 gigawatt yang sebagian besar berbasis batu bara.

Dari jumlah tersebut, sejumlah 3,2 gigawatt sudah mencapai tahap commercial operation date (COD) atau telah beroperasi secara komersial hingga tahun 2025.

"Sekitar 3,2 gigawatt sudah COD, dan sebagian besar sudah konsumsi," jelasnya.

baca juga

Jiman menambahkan bahwa pemerintah tetap berkomitmen menjalankan rencana-rencana yang telah ditetapkan dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) selanjutnya.

Untuk diketahui, Indonesia saat ini memiliki 253 unit Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang tersebar di berbagai wilayah, dengan kapasitas terpasang mencapai 54,7 gigawatt (GW).

Data ini menjadikan Indonesia sebagai negara dengan kapasitas PLTU terbesar kelima di dunia, meningkat signifikan dari 29 GW pada tahun 2015.

PLTU di Indonesia tersebar di berbagai daerah, dengan Kalimantan menjadi wilayah dengan jumlah PLTU terbanyak, yakni 26 unit. Sebagian besar PLTU ini berbasis batu bara, yang masih menjadi sumber energi utama dalam sistem kelistrikan nasional.

Dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034, pemerintah melalui PT PLN (Persero) merencanakan penambahan kapasitas pembangkit listrik sebesar 69,5 GW.

Dari jumlah tersebut, 6,3 GW berasal dari PLTU batu bara, dengan 3,2 GW di antaranya telah mencapai tahap operasi komersial (COD) pada tahun 2025.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

MMS Group Indonesia Ciptakan Praktik Bisnis Keberlanjutan Lewat Penerapan ESG

MMS Group Indonesia Ciptakan Praktik Bisnis Keberlanjutan Lewat Penerapan ESG

Bisnis | Minggu, 11 Mei 2025 | 18:57 WIB

Jembatan Mahakam I Kembali Ditabrak Tongkang Batu Bara, Insiden ke-23 Sejak Diresmikan

Jembatan Mahakam I Kembali Ditabrak Tongkang Batu Bara, Insiden ke-23 Sejak Diresmikan

Bisnis | Minggu, 27 April 2025 | 09:14 WIB

Emiten ABMM Catat Kinerja Positif di Tengah Turbulensi Pasar Batu Bara

Emiten ABMM Catat Kinerja Positif di Tengah Turbulensi Pasar Batu Bara

Bisnis | Sabtu, 26 April 2025 | 11:46 WIB

Terkini

Ikan Nila Disebut Jadi Ancaman Nyata Bagi Populasi Sidat Legendaris di Danau Poso

Ikan Nila Disebut Jadi Ancaman Nyata Bagi Populasi Sidat Legendaris di Danau Poso

Sulsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 12:15 WIB

Syarat Pecah KK Setelah Menikah 2026, Ini Dokumen yang Harus Disiapkan Pasutri

Syarat Pecah KK Setelah Menikah 2026, Ini Dokumen yang Harus Disiapkan Pasutri

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 12:15 WIB

Titik Baru Api Karhutla Masih Muncul, Sugiono Minta Patroli Darat Diperketat

Titik Baru Api Karhutla Masih Muncul, Sugiono Minta Patroli Darat Diperketat

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 12:15 WIB

6 Rekomendasi Serum Viva Terbaik untuk Flek Hitam dan Garis Halus Usia 40 Tahun

6 Rekomendasi Serum Viva Terbaik untuk Flek Hitam dan Garis Halus Usia 40 Tahun

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 12:15 WIB

Pertamina & Kemenkop Luncurkan Piloting Pengumpulan Minyak Jelantah

Pertamina & Kemenkop Luncurkan Piloting Pengumpulan Minyak Jelantah

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 12:14 WIB

Polisi Bongkar Dugaan Korupsi Dana Desa Paniis Kuningan, Kerugian Negara Capai Rp530 Juta

Polisi Bongkar Dugaan Korupsi Dana Desa Paniis Kuningan, Kerugian Negara Capai Rp530 Juta

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 12:12 WIB

Cabut Gugatan di PTUN, Denny Indrayana Siapkan 3 Skenario Langkah Hukum Soal Gibran

Cabut Gugatan di PTUN, Denny Indrayana Siapkan 3 Skenario Langkah Hukum Soal Gibran

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 12:11 WIB

Syarat Perpanjang SKCK Beda Domisili, Dokumen Apa Saja yang Diperlukan?

Syarat Perpanjang SKCK Beda Domisili, Dokumen Apa Saja yang Diperlukan?

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 12:10 WIB

Pembalut Kain Cuci Ulang Apakah Aman? Alternatif Bebas Kena Pajak 11 Persen

Pembalut Kain Cuci Ulang Apakah Aman? Alternatif Bebas Kena Pajak 11 Persen

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 12:05 WIB

Tips Berkendara Setelah Jumper Aki Mobil agar Daya Terisi Optimal

Tips Berkendara Setelah Jumper Aki Mobil agar Daya Terisi Optimal

Otomotif | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 12:05 WIB

×