Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.799.000
Beli Rp2.670.000
IHSG 6.723,320
LQ45 657,880
Srikehati 323,518
JII 437,887
USD/IDR 17.491

Infrastruktur Irigasi Selalu jadi Persoalan Pertanian RI

Iwan Supriyatna | Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Kamis, 05 Juni 2025 | 08:12 WIB
Infrastruktur Irigasi Selalu jadi Persoalan Pertanian RI
Ilustrasi Irigasi. (Dok: Kementan)

Suara.com - Masalah keterbatasan air selalu menjadi momok bagi petani di Indonesia. Bertahun-tahun, panen petani seringkali ditentukan oleh belas kasih hujan, membatasi produktivitas dan pendapatan. 

Namun, di tengah tantangan klasik ini, sebuah kisah sukses muncul dari Desa Kapu, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, di mana proyek irigasi terpadu dari PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) telah mengubah nasib para petani.

Selama ini, petani di Desa Kapu hanya mampu mengandalkan air hujan untuk mengairi lahan pertanian mereka, menyebabkan panen hanya bisa dilakukan dua kali dalam setahun.

Kondisi ini adalah gambaran umum dari persoalan irigasi yang mendera banyak wilayah pertanian di Tanah Air.

Ketergantungan pada alam membuat sektor pertanian rentan terhadap perubahan iklim dan mengancam ketahanan pangan nasional.

Namun, di Desa Kapu, angin segar berembus setelah SIG memberikan bantuan irigasi pertanian terpadu. Fasilitas ini mencakup pembuatan sumur bor, pemasangan pompa air, tandon air berkapasitas 1.000 liter, dan saluran pipa yang mengalirkan air langsung ke lahan pertanian. 

Sistem irigasi ini kini mampu memenuhi kebutuhan pengairan 10 hektare lahan, memungkinkan para petani untuk panen empat kali dalam setahun. Peningkatan produktivitas panen dua kali lipat ini menunjukkan betapa krusialnya peran irigasi dalam menggenjot sektor pertanian.

Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni, menegaskan komitmen perusahaan untuk menciptakan program CSR yang menyentuh akar permasalahan masyarakat.

"SIG secara konsisten menciptakan program CSR yang menyentuh akar masalah yang dihadapi oleh masyarakat, baik dalam aspek sosial, ekonomi, maupun lingkungan, sehingga efektif dan memberikan dampak yang berkelanjutan," ujar Vita dikutip Kamis (5/6/2025). 

Ia menambahkan bahwa program ini sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto di bidang ketahanan pangan dan pengelolaan air, yang bertujuan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengeluarkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 2025 yang ditujukan untuk mempercepat pembangunan irigasi di 14 provinsi.

Dalam Inpres tersebut terdapat 14 provinsi yang pembangunan irigasinya akan dipercepat yakni Aceh, Sumatera Utara, Jambi, Kepulauan Bangka Belitung, Sumatera Selatan, Lampung, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan dan Papua selatan.

“Melaksanakan percepatan pembangunan, peningkatan, rehabilitasi, serta operasi dan pemeliharaan jaringan irigasi termasuk lokasi yang belum ditetapkan sebagai daerah irigasi,” tulis beleid tersebut.

Inpres ini nantinya akan diimplementasikan oleh Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (IPK), Menteri Koordinator Bidang Pangan, Kepala Bappenas, Menteri Pekerjaan Umum (PU), Menteri Pertanian, Menteri Dalam Negeri, dan Menteri Keuangan.

Perihal anggaran, nantinya percepatan pembangunan irigasi di 14 provinsi tersebut akan bersumber dari anggaran negara. Inpres ini berlaku sejak ditandatangani pada tanggal 30 Januari 2025.

"Pendanaan pelaksanaan Instruksi Presiden ini bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah,” tulis beleid tersebut.

Irigasi, sistem pengairan lahan pertanian, memegang peranan krusial dalam ketahanan pangan global. Melalui penyaluran air dari sumber seperti sungai, danau, atau air tanah, irigasi memungkinkan pertanian di daerah yang curah hujannya tidak mencukupi atau tidak teratur.

Teknik irigasi modern semakin beragam, mulai dari irigasi permukaan yang sederhana hingga irigasi tetes yang efisien.

Irigasi tetes, misalnya, mengantarkan air langsung ke akar tanaman, meminimalkan kehilangan air akibat penguapan dan limpasan.

Namun, pengembangan irigasi juga menghadapi tantangan. Penggunaan air yang berlebihan dapat menyebabkan penurunan muka air tanah dan kerusakan lingkungan.

Oleh karena itu, penting untuk menerapkan praktik irigasi yang berkelanjutan, seperti penggunaan teknologi hemat air dan pengelolaan air yang terintegrasi.

Dengan pengelolaan yang tepat, irigasi dapat meningkatkan produktivitas pertanian, mengurangi risiko gagal panen, dan mendukung ketahanan pangan di tengah perubahan iklim.

Investasi dalam infrastruktur irigasi yang efisien dan berkelanjutan adalah kunci untuk masa depan pertanian yang lebih baik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kementan, KemenPU, Kemendagri Bersinergi Hadapi Kemarau: Jaga Produksi Lewat Irigasi - Pompanisasi

Kementan, KemenPU, Kemendagri Bersinergi Hadapi Kemarau: Jaga Produksi Lewat Irigasi - Pompanisasi

Bisnis | Rabu, 04 Juni 2025 | 16:10 WIB

Dari Ladang ke Meja Makan: Bahaya Mikroplastik dalam Pertanian

Dari Ladang ke Meja Makan: Bahaya Mikroplastik dalam Pertanian

Your Say | Senin, 02 Juni 2025 | 10:48 WIB

Perubahan Dimulai dari Desa: Konsorsium Ini Berdayakan Petani Kecil Hadapi Krisis Iklim

Perubahan Dimulai dari Desa: Konsorsium Ini Berdayakan Petani Kecil Hadapi Krisis Iklim

News | Minggu, 01 Juni 2025 | 08:23 WIB

Terkini

Sempat Tolak, Ini Alasan Purbaya Akhirnya Kasih Insentif Mobil Listrik

Sempat Tolak, Ini Alasan Purbaya Akhirnya Kasih Insentif Mobil Listrik

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:48 WIB

Bank Indonesia dan Bank Negara Malaysia Perkuat Sektor Moneter dan Sistem Pembayaran

Bank Indonesia dan Bank Negara Malaysia Perkuat Sektor Moneter dan Sistem Pembayaran

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:47 WIB

Warga Jabodetabek Kabur Liburan, Kendaraan Padati Jalan Tol

Warga Jabodetabek Kabur Liburan, Kendaraan Padati Jalan Tol

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:31 WIB

Alasan Panas Bumi Jadi Pusat Pengembangan Energi terbarukan

Alasan Panas Bumi Jadi Pusat Pengembangan Energi terbarukan

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:22 WIB

Kemenhub Restui Maskapai Naikkan Fuel Surchage 50%, Tiket Pesawat Ikut Melonjak?

Kemenhub Restui Maskapai Naikkan Fuel Surchage 50%, Tiket Pesawat Ikut Melonjak?

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:17 WIB

BI Prediksi Kinerja Penjualan Eceran April 2026 Tetap Kuat, Kelompok Suku Cadang Jadi Penopang

BI Prediksi Kinerja Penjualan Eceran April 2026 Tetap Kuat, Kelompok Suku Cadang Jadi Penopang

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 14:33 WIB

BRI KPR Solusi Permudah Miliki Rumah dan Properti Lelang dengan Cicilan Fleksibel

BRI KPR Solusi Permudah Miliki Rumah dan Properti Lelang dengan Cicilan Fleksibel

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 13:00 WIB

Ada Nama Baru di Jajaran Direksi Garuda Indonesia, Dua WNA Masih Menjabat

Ada Nama Baru di Jajaran Direksi Garuda Indonesia, Dua WNA Masih Menjabat

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 12:33 WIB

Industri Rokok Dinilai Jadi Penopang Lapangan Kerja dan Penerimaan Negara

Industri Rokok Dinilai Jadi Penopang Lapangan Kerja dan Penerimaan Negara

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 12:23 WIB

Purbaya Rombak Pejabat DJP usai Heboh Kasus Restitusi Pajak

Purbaya Rombak Pejabat DJP usai Heboh Kasus Restitusi Pajak

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 12:15 WIB