Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Nasib Proyek Kereta Gantung Feeder LRT Jabodebek-MRT Masih Dikaji

Chandra Iswinarno | Achmad Fauzi | Suara.com

Kamis, 12 Juni 2025 | 14:11 WIB
Nasib Proyek Kereta Gantung Feeder LRT Jabodebek-MRT Masih Dikaji
Wakil Menteri Perhubungan (Wamenhub) Suntana. Ia mengungkapkan progres pembuatan kereta gantung atau skytrain untuk feeder transportasi massal. [Dok Polda Lampung]

Suara.com - Proyek penyediaan kendaraan pengumpan atau feeder untuk integrasi sistem transportasi massal LRT Jabodebek dan MRT Jakarta masih dalam tahap pengkajian oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub). 

Salah satu opsi yang tengah dikaji secara serius adalah penggunaan teknologi kereta gantung sebagai moda transportasi penghubung antarsimpul tersebut.

Wakil Menteri Perhubungan (Wamenhub) Suntana mengungkapkan, kekinian prosesnya telah memasuki tahap Detail Engineering Design (DED) untuk menentukan jenis feeder yang paling sesuai dengan kondisi geografis, kebutuhan teknis, serta ketersediaan lahan di kawasan Jabodetabek.

"Ada yang pakai kereta yang di atas, seperti MRT yang itu. Nanti juga ada yang di bawah, tergantung semuanya ketersediaan tanah ya," ," ujar Suntana, dalam acara International Conference on Infrastructure (ICI) 2025 di Jakarta Convention Center (JCC), yang ditulis Kamis 12 Juni 2025.

Selain itu, ia juga mengungkapkan dalam proyek tersebut juga akan ada penggunaan teknologi baru di dalamnya.

"Termasuk ini ada teknologi yang baru pakai kayak kereta api gantung gitu, seperti kereta gantung (skytrain)," ujarnya.

Lebih lanjut, Suntana menekankan, pemilihan bentuk feeder akan memperhitungkan sejumlah aspek, antara lain efisiensi biaya, ketersediaan lahan, dan terutama dampaknya terhadap lingkungan sekitar. 

Ia menyatakan pentingnya menghadirkan moda transportasi umum yang ramah lingkungan dan bisa menarik minat masyarakat untuk beralih dari kendaraan pribadi.

"Nanti kita lihat yang efisien, yang biayanya yang tidak terlalu mahal, dan yang penting kesediaan tanah. Dan yang paling penting tidak merusak lingkungan. Itu perlu kita lakukan agar masyarakat tertarik menggunakan sarana kendaraan umum," katanya.

Kemenhub berencana untuk membangun skytrain atau kereta gantung sebagai angkutan pengumpan transportasi lainnya.

Terdapat dua jalur skytrain yang akan dibangun, Serpong-Lebak Bulus (MRT Jakarta), dan Sentul-Harjamukti (LRT Jabodebek).

Menteri Perhubungan (Menhub), Dudy Purwanghandi mengatakan, kedua pembangunan skytrain ini seluruhnya akan dibiayai oleh investor.

"Ini kedua ini saya menekankan kepada pijen kereta api bahwa tidak boleh menggunakan anggaran APBN. Jadi kita terbuka siapa saja yang masuk," ujar Menhub di Jakarta seperti yang dikutip, Kamis 6 Maret 2025.

Ilustrasi Skytrain di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng. Nantinya, skytrain akan dibuat sebagai feeder transportasi massal di Kawasan Jabodetabek. [Antara]
Ilustrasi Skytrain di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng. Nantinya, skytrain akan dibuat sebagai feeder transportasi massal di Kawasan Jabodetabek. [Antara]

Nantinya, angkutan skytrain ini akan menjadi jembatan transportasi masyarakat dari wilayah Sentul maupun Serpong yang ingin kembali melanjutkan perjalanan dengan LRT Jabodebek ataupun MRT Jakarta.

"Kita sudah punya gambar-gambarnya dan mereka kemungkinan akan menyampaikan kepada kita proposalnya dan saya buka kepada siapa saja," ucap dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pemerintah Punya Rencana Bangun Skytrain Rute Sentul-Harjamukti dan Serpong-Lebak Bulus

Pemerintah Punya Rencana Bangun Skytrain Rute Sentul-Harjamukti dan Serpong-Lebak Bulus

Bisnis | Kamis, 06 Maret 2025 | 15:53 WIB

Mulai Februari Pemerintah Sediakan Bus Bersubsidi, Kurangi Kepadatan ke Puncak

Mulai Februari Pemerintah Sediakan Bus Bersubsidi, Kurangi Kepadatan ke Puncak

News | Kamis, 26 Desember 2024 | 05:00 WIB

Setelah Dihitung, Wamenhub Bilang Harga Tiket Pesawat Bisa Turun di Libur Nataru

Setelah Dihitung, Wamenhub Bilang Harga Tiket Pesawat Bisa Turun di Libur Nataru

Bisnis | Kamis, 14 November 2024 | 19:30 WIB

Terkini

Rupiah Ambruk Karena Kondisi Fiskal, Panda Bond dan Swap Currency Tak Selesaikan Masalah

Rupiah Ambruk Karena Kondisi Fiskal, Panda Bond dan Swap Currency Tak Selesaikan Masalah

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:07 WIB

Fundamental Terjaga, Tugu Insurance Bukukan Laba Rp265,62 Miliar di Kuartal I-2026

Fundamental Terjaga, Tugu Insurance Bukukan Laba Rp265,62 Miliar di Kuartal I-2026

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:03 WIB

Investor Masih Kabur saat IHSG Menguat? Rupiah Kuncinya

Investor Masih Kabur saat IHSG Menguat? Rupiah Kuncinya

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:52 WIB

Bahlil Mau Terapkan Skema Bagi Hasil Migas di Sektor Pertambangan

Bahlil Mau Terapkan Skema Bagi Hasil Migas di Sektor Pertambangan

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:20 WIB

Ada Pejabat Baru di Lingkungan Kementerian ESDM, Ini Daftarnya

Ada Pejabat Baru di Lingkungan Kementerian ESDM, Ini Daftarnya

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:08 WIB

Pengamat Ingatkan Efek Pelemahan Rupiah Bikin APBN Berdarah-darah

Pengamat Ingatkan Efek Pelemahan Rupiah Bikin APBN Berdarah-darah

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:00 WIB

Bahlil Fokus Ganti LPG 3 Kg ke CNG, Berapa Harga Jualnya?

Bahlil Fokus Ganti LPG 3 Kg ke CNG, Berapa Harga Jualnya?

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 18:52 WIB

Dirikan Learning Center di Fakultas Pertanian UGM, Wujud Kepedulian BRI terhadap Pendidikan

Dirikan Learning Center di Fakultas Pertanian UGM, Wujud Kepedulian BRI terhadap Pendidikan

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 18:49 WIB

Rupiah Turun Terus, Purbaya Siapkan Dana Stabilisasi Obligasi

Rupiah Turun Terus, Purbaya Siapkan Dana Stabilisasi Obligasi

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 18:20 WIB

Pengamat: Aturan Soal Migas Jadi Biang Kerok Rupiah Terus Jeblok

Pengamat: Aturan Soal Migas Jadi Biang Kerok Rupiah Terus Jeblok

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 17:47 WIB