RI Juara Tiga Dunia Urusan Hisap Tembakau

Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Senin, 16 Juni 2025 | 11:00 WIB
RI Juara Tiga Dunia Urusan Hisap Tembakau
Ilustrasi berhenti merokok. [Dok.Antara]

Suara.com - Indonesia menduduki peringkat ketiga tertinggi di dunia dalam jumlah perokok. Fakta mencengangkan ini menjadi latar belakang urgensi digelarnya Asia-Pacific Conference on Harm Reduction 2025 di Kota Bandung, Jawa Barat, akhir pekan kemarin.

Konferensi yang merupakan kolaborasi antara The Center of Excellence for the Acceleration of Harm Reduction (CoEHAR) dan Universitas Padjadjaran (Unpad) ini, menyoroti kebutuhan mendesak akan pendekatan inovatif dan berbasis bukti dalam upaya pengendalian dampak merokok.

Wakil Rektor Bidang Riset, Kerja Sama, dan Pemasaran Unpad, Profesor Rizki Abdulah, menegaskan bahwa konferensi ini adalah langkah krusial dalam membangun jejaring riset internasional. "Indonesia, seperti banyak negara lain di kawasan Asia, saat ini berada pada titik kritis dalam pengendalian tembakau. Maka dari itu, kita memerlukan pendekatan berbasis bukti yang kuat, agar kebijakan publik yang dihasilkan memiliki fondasi yang kokoh dan berdampak nyata," ujar Prof. Rizki Senin (16/6/2025).

Senada dengan Prof. Rizki, Prof. Amaliya, Guru Besar Fakultas Kedokteran Gigi Unpad, menekankan bahwa upaya pengendalian merokok tidak lagi bisa hanya mengandalkan metode konvensional. Ia menyerukan dukungan kuat dari riset terkini, strategi pengurangan bahaya (harm reduction) yang berbasis bukti, serta kolaborasi multidisipliner yang melibatkan akademisi, tenaga kesehatan, pembuat kebijakan, hingga komunitas.

"Indonesia masih berada di posisi ketiga tertinggi dalam jumlah perokok di dunia. Konferensi ini menjadi kesempatan kita untuk berbagi pengetahuan, pengalaman, serta menyampaikan gambaran komprehensif dari temuan dan penelitian terbaru tentang merokok dan strategi harm reduction. Tujuan kami adalah untuk meningkatkan pemahaman dan implementasi pendekatan ilmiah dan medis dalam menangani persoalan merokok," jelas Prof. Amaliya.

Konferensi ini juga menghadirkan Prof. Riccardo Polosa, Guru Besar Ilmu Penyakit Dalam dari Universitas Catania, Italia, sekaligus pendiri CoEHAR. Prof. Polosa menekankan bahwa upaya berhenti merokok dan pendekatan harm reduction adalah dua pilar yang saling melengkapi. "Perlu digarisbawahi bahwa upaya berhenti merokok dan harm reduction bukanlah dua hal yang terpisah, melainkan satu kesatuan yang saling terintegrasi," tegasnya. "Tidak ada gunanya memperdebatkan hal-hal kecil yang justru menghambat kemajuan kita dalam upaya pengurangan dampak buruk dari merokok. Kita harus bekerja sama karena tujuannya sama, menyelamatkan nyawa dan membantu mereka yang masih merokok.” paparnya.

Selain diskusi strategis, konferensi ini juga menjadi ajang presentasi proyek kolaboratif Unpad dan Universitas Catania, salah satunya adalah REPLICA Project. Tak hanya itu, diluncurkan pula program Talent Research Award sebagai dukungan terhadap kemandirian ilmiah peneliti muda di negara berkembang, mewujudkan visi CoEHAR untuk memberdayakan ilmuwan lokal agar mampu memimpin riset berstandar global secara mandiri.

Prof. Polosa menutup dengan pesan kuat: "Kami percaya bahwa sains menawarkan solusi nyata. Namun, untuk mengubah sains menjadi dampak nyata bagi masyarakat, kita butuh regulasi yang progresif, kebijakan yang inklusif, dan strategi terpadu yang menyatukan bidang kesehatan, pendidikan, dan inovasi."

Dengan posisi Indonesia sebagai juara ketiga dalam konsumsi tembakau, konferensi ini menjadi momentum penting bagi para pemangku kepentingan untuk bersatu dan merumuskan kebijakan kesehatan masyarakat yang lebih efektif dan berbasis bukti, demi masa depan yang lebih sehat bagi bangsa.

Data perokok di Indonesia menunjukkan angka yang cukup mengkhawatirkan. Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 mencatat ada sekitar 70 juta perokok aktif di Indonesia, dengan 7,4% di antaranya berusia 10-18 tahun. Ini menempatkan Indonesia dalam posisi yang cukup tinggi dalam hal prevalensi perokok, meskipun ada upaya untuk mengendalikan konsumsi rokok

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Baru Jadi Dirjen Bea Cukai, Djaka Dihadapkan Persoalan Cukai Hasil Tembakau

Baru Jadi Dirjen Bea Cukai, Djaka Dihadapkan Persoalan Cukai Hasil Tembakau

Bisnis | Jum'at, 13 Juni 2025 | 19:29 WIB

Penelitian di Inggris Ungkap Fakta Soal Tembakau Alternatif: Lebih Rendah Resiko

Penelitian di Inggris Ungkap Fakta Soal Tembakau Alternatif: Lebih Rendah Resiko

News | Jum'at, 13 Juni 2025 | 00:22 WIB

Genjot Penerimaan Negara, Pemerintah Disarankan Reformasi Tarif dan Struktur Cukai Hasil Tembakau

Genjot Penerimaan Negara, Pemerintah Disarankan Reformasi Tarif dan Struktur Cukai Hasil Tembakau

Bisnis | Rabu, 11 Juni 2025 | 18:25 WIB

Terkini

Tantrum Harga Minyak Meroket, Trump Cap NATO Pengecut Karena Tak Mau Ikut Buka Selat Hormuz

Tantrum Harga Minyak Meroket, Trump Cap NATO Pengecut Karena Tak Mau Ikut Buka Selat Hormuz

Bisnis | Jum'at, 20 Maret 2026 | 22:38 WIB

Pertamina Kawal Pemudik Lalui Jalur Non-Tol Pantura

Pertamina Kawal Pemudik Lalui Jalur Non-Tol Pantura

Bisnis | Jum'at, 20 Maret 2026 | 22:25 WIB

Raksasa Migas Italia Finalisasi Proyek Gas Strategis di Kaltim

Raksasa Migas Italia Finalisasi Proyek Gas Strategis di Kaltim

Bisnis | Jum'at, 20 Maret 2026 | 21:39 WIB

Pastikan Stok BBM Aman Selama Mudik, Wakil Menteri ESDM Kunjungi Rest Area 379 A Batang-Semarang

Pastikan Stok BBM Aman Selama Mudik, Wakil Menteri ESDM Kunjungi Rest Area 379 A Batang-Semarang

Bisnis | Jum'at, 20 Maret 2026 | 20:52 WIB

Cerita Ibu Eka Setelah Dua Tahun Menahan Rindu Kini Bisa Mudik Nyaman Bareng PNM

Cerita Ibu Eka Setelah Dua Tahun Menahan Rindu Kini Bisa Mudik Nyaman Bareng PNM

Bisnis | Jum'at, 20 Maret 2026 | 20:41 WIB

Menteri LH: PT Agincourt Resources Boleh Kelola Tambang Emas Martabe Lagi

Menteri LH: PT Agincourt Resources Boleh Kelola Tambang Emas Martabe Lagi

Bisnis | Jum'at, 20 Maret 2026 | 20:18 WIB

Purbaya: Harga BBM Subsidi Tak Akan Naik  Harga

Purbaya: Harga BBM Subsidi Tak Akan Naik Harga

Bisnis | Jum'at, 20 Maret 2026 | 19:56 WIB

Layanan BRI Lebaran 2026: Cukup Scan QRIS, Bisa Kirim THR dalam Hitungan Detik via BRImo

Layanan BRI Lebaran 2026: Cukup Scan QRIS, Bisa Kirim THR dalam Hitungan Detik via BRImo

Bisnis | Jum'at, 20 Maret 2026 | 19:46 WIB

BRI Siap Sedia Layani Nasabah Lebaran 2026: 627 Ribu E-Channel Aktif Layani Nasabah 24 Jam

BRI Siap Sedia Layani Nasabah Lebaran 2026: 627 Ribu E-Channel Aktif Layani Nasabah 24 Jam

Bisnis | Jum'at, 20 Maret 2026 | 19:10 WIB

[HOAKS] Presiden Prabowo Resmikan KUR BRI Tanpa Agunan

[HOAKS] Presiden Prabowo Resmikan KUR BRI Tanpa Agunan

Bisnis | Jum'at, 20 Maret 2026 | 16:31 WIB