AS Serang Iran, Harga Minyak Dunia Berpotensi Tembus USD 100 per Barel

Achmad Fauzi

Senin, 23 Juni 2025 | 07:44 WIB
AS Serang Iran, Harga Minyak Dunia Berpotensi Tembus USD 100 per Barel
Ilustrasi harga minyak dunia. [Shutterstock]

Suara.com - Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan terhadap tiga fasilitas nuklir di Iran, memicu lonjakan ketegangan geopolitik yang segera berdampak pada prospek ekonomi global, terutama harga minyak dan gas.

Para analis memperingatkan bahwa inflasi bisa meningkat kembali, dan harga minyak dunia hampir pasti akan melonjak. Harga minyak diperkirakan naik sekitar USD 5 per barel saat pasar dibuka Minggu malam waktu AS.

"Kami memperkirakan harga minyak $80 pada pembukaan," ujar Andy Lipow dari Lipow Oil Associates, seperti dikutip dari CNN, Senin (23/6/2025).

Sejak Agustus 2024, harga minyak AS sebagian besar berada di kisaran USD 60 hingga USD 75 per barel dan belum menyentuh level USD 80 sejak Januari lalu.

Ilustrasi fakta cadangan minyak di Tambun Bekasi (Freepik)
Ilustrasi fakta cadangan minyak di Tambun Bekasi (Freepik)

Harga minyak yang relatif stabil dalam beberapa bulan terakhir telah menjadi salah satu faktor yang menurunkan harga bensin di bawah USD 3 per galon di banyak wilayah Amerika Serikat, memberi kelegaan kepada konsumen dari tekanan inflasi. Namun, situasi ini terancam berubah drastis menyusul eskalasi konflik.

Meski demikian, ketidakpastian masih tinggi soal seberapa lama lonjakan harga minyak ini akan bertahan. Harga minyak dunia sempat naik sekitar 10 persen sejak serangan mendadak Israel ke Iran pada 13 Juni, namun kembali turun pada Jumat setelah Presiden AS Donald Trump memberi batas waktu dua minggu untuk memutuskan langkah selanjutnya terhadap Iran.

"Kita tidak boleh berasumsi bahwa harga minyak akan tetap naik hanya karena harganya naik. Itu tidak benar," kata Joe Brusuelas, kepala ekonom di firma akuntansi RSM.

Ia menekankan bahwa arah harga minyak kemungkinan besar akan bergantung pada langkah Iran selanjutnya, terutama soal kemungkinan pemblokiran Selat Hormuz. Selat Hormuz merupakan jalur penting bagi perdagangan minyak global, dengan sekitar 20 persen minyak mentah dunia melewati kawasan tersebut.

Pada Minggu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa negaranya memiliki "berbagai pilihan" untuk merespons serangan AS. Seorang penasihat senior pemimpin tertinggi Iran bahkan menyerukan agar selat tersebut ditutup.

baca juga

Jika hal ini terjadi, maka ancaman terhadap stabilitas pasokan minyak global akan meningkat tajam. Bob McNally, presiden Rapidan Energy Group dan mantan penasihat energi Presiden George W Bush, memperingatkan bahwa tindakan Iran dapat memicu eskalasi militer dari AS dan sekutunya.

"Mungkin mereka akan memutuskan bahwa satu-satunya hal yang dapat menghalangi Presiden Trump adalah ketakutan akan kenaikan harga minyak. Mereka harus benar-benar menciptakan ketakutan itu," kata dia.

Di sisi lain, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, yang tampil dalam siaran Fox News pada hari Minggu, menyerukan peran aktif China dalam menahan Iran agar tidak menutup Selat Hormuz. "Saya mendorong pemerintah Cina di Beijing untuk menghubungi mereka mengenai hal itu, karena mereka sangat bergantung pada Selat Hormuz untuk minyak mereka," ujar Rubio, seraya menambahkan bahwa dampak penutupan selat lebih merugikan ekonomi negara lain dibanding Amerika Serikat.

Kekinian, China membeli sepertiga dari semua minyak yang berasal dari Teluk Persia, sementara AS hanya membeli kurang dari 3 persen.

Ancaman lonjakan harga minyak juga akan segera dirasakan langsung oleh konsumen di AS. Patrick De Haan, wakil presiden analisis minyak bumi di GasBuddy, menyebut bahwa efek harga bisa langsung terasa dalam waktu sangat singkat.

Ilustrasi perang Iran Amerika Serikat. (Antara/Anadolu)
Ilustrasi perang Iran Amerika Serikat. (Antara/Anadolu)

"Butuh waktu sekitar lima hari bagi stasiun untuk menyampaikan harga yang mereka lihat dalam satu hari. Jika harga minyak melonjak hari ini dan besok, harga tersebut dapat mulai terlihat di pompa bensin dalam hitungan jam," jelasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Siapa Heinz von Foerster? Ilmuan AS yang Prediksi Kiamat 13 November 2026

Siapa Heinz von Foerster? Ilmuan AS yang Prediksi Kiamat 13 November 2026

News | Minggu, 22 Juni 2025 | 21:49 WIB

Viral Timeline Kiamat usai Amerika Serang Iran, 'Imam Mahdi' jadi Trending

Viral Timeline Kiamat usai Amerika Serang Iran, 'Imam Mahdi' jadi Trending

News | Minggu, 22 Juni 2025 | 21:38 WIB

4 Fakta Selat Hormuz, Senjata Strategis Iran yang Bikin Amerika Serikat Ketar-ketir

4 Fakta Selat Hormuz, Senjata Strategis Iran yang Bikin Amerika Serikat Ketar-ketir

News | Minggu, 22 Juni 2025 | 20:53 WIB

Terkini

Polda Jatim Tahan Tersangka Arisan MeAow, 6 Korban Rugi Rp 4,07 Miliar

Polda Jatim Tahan Tersangka Arisan MeAow, 6 Korban Rugi Rp 4,07 Miliar

News | Kamis, 05 November 2026 | 23:14 WIB

Cristiano Ronaldo Pensiun dengan Harta Rp22 Triliun, Tiap Tahun Kantongi Rp1 T

Cristiano Ronaldo Pensiun dengan Harta Rp22 Triliun, Tiap Tahun Kantongi Rp1 T

Bisnis | Kamis, 05 November 2026 | 22:44 WIB

Dokumen Kependudukan Warga Tangerang Jadi Bungkus Gorengan

Dokumen Kependudukan Warga Tangerang Jadi Bungkus Gorengan

Banten | Kamis, 05 November 2026 | 22:38 WIB

Pengangguran di Jabar Turun Jadi 6,67 Persen, Kabupaten Bekasi Tertinggi

Pengangguran di Jabar Turun Jadi 6,67 Persen, Kabupaten Bekasi Tertinggi

Jabar | Kamis, 05 November 2026 | 22:34 WIB

Piala Asia 2027 Diundur, Erick Thohir Sebut Timnas Indonesia Justru Diuntungkan

Piala Asia 2027 Diundur, Erick Thohir Sebut Timnas Indonesia Justru Diuntungkan

Bola | Kamis, 05 November 2026 | 22:25 WIB

Solusi Pakan Sapi di Papua Barat, Pelepah Sawit Diolah Jadi Silase Tahan Lama

Solusi Pakan Sapi di Papua Barat, Pelepah Sawit Diolah Jadi Silase Tahan Lama

News | Kamis, 05 November 2026 | 22:20 WIB

Membaca Peluang AHY Gantikan Gibran Jadi Wapres, Seberapa Terbuka Jalannya?

Membaca Peluang AHY Gantikan Gibran Jadi Wapres, Seberapa Terbuka Jalannya?

News | Kamis, 05 November 2026 | 22:10 WIB

Belajar tetapi Dianggap Putus Sekolah, KPAI Soroti Nasib Anak Disabilitas di LKSA

Belajar tetapi Dianggap Putus Sekolah, KPAI Soroti Nasib Anak Disabilitas di LKSA

News | Kamis, 05 November 2026 | 22:02 WIB

Masuk Ancol Gratis Sampai 12 November, Simak Ketentuannya

Masuk Ancol Gratis Sampai 12 November, Simak Ketentuannya

News | Kamis, 05 November 2026 | 21:55 WIB

Soal Pajak, Hashim Pernah Bersengketa dengan Otoritas Jenewa

Soal Pajak, Hashim Pernah Bersengketa dengan Otoritas Jenewa

Bisnis | Kamis, 05 November 2026 | 21:52 WIB

×