Emas Antam Stagnan di Harga Rp 1.942.000 per Gram

Achmad Fauzi

Senin, 23 Juni 2025 | 09:37 WIB
Emas Antam Stagnan di Harga Rp 1.942.000 per Gram
Pramuniaga menunjukkan emas batangan di Cikini Gold Center, Jakarta, Rabu (8/4). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Suara.com - Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada hari Senin, 23 Juni 2025 untuk ukuran satu dibanderol di harga Rp 1.942.000 per gram.

Harga emas Antam itu tak bergerak atau stagnan dibandingkan hari Minggu, 22 Juni 2025 sebelumnya.

Sementara itu, harga Buyback (beli kembali) emas Antam dibanderol di harga Rp 1.786.000 per gram.

Harga buyback itu juga masih sama dibandingkan dengan harga buyback hari Minggu kemarin.

Pramuniaga menunjukan emas batangan Aneka Tambang (Antam) di sebuah gerai emas di Malang, Jawa Timur, Jumat (22/11/2024). [ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto/YU/pri]
Pramuniaga menunjukan emas batangan Aneka Tambang (Antam) di sebuah gerai emas di Malang, Jawa Timur, Jumat (22/11/2024). [ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto/YU/pri]

Seperti dilansir dari laman resmi Logam Mulia Antam, berikut adalah harga emas antam pada hari ini:

  • Emas 0,5 gram Rp 1.021.000
  • Emas 1 Gram Rp 1.942.000
  • Emas 2 gram Rp 3.824.000
  • Emas 3 gram Rp 5.711.000
  • Emas 5 gram Rp 9.485.000
  • Emas 10 gram Rp 18.915.000
  • Emas 25 gram Rp 47.162.000
  • Emas 50 gram Rp 94.245.000
  • Emas 100 gram Rp 188.412.000
  • Emas 250 gram Rp 470.765.000
  • Emas 500 gram Rp 941.320.000
  • Emas 1.000 gram Rp 1.882.600.000

Harga emas dunia melonjak

Harga emas dunia melonjak mendekati level USD 3.375 per troy ons pada awal sesi perdagangan Asia, Senin (23/6/2025), di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik menyusul keputusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk secara resmi bergabung dalam konflik militer antara Israel dan Iran.

Serangan udara yang dilakukan AS terhadap tiga lokasi nuklir Iran pada Minggu dini hari telah mendorong lonjakan permintaan terhadap aset safe haven, termasuk logam mulia.

Seperti dilansir Fxstreet, kenaikan harga emas ini menjadi refleksi nyata dari kekhawatiran global atas meluasnya konflik Timur Tengah dan prospek memburuknya stabilitas geopolitik dunia.

baca juga

Ketidakpastian ini memicu arus dana global menuju instrumen yang lebih aman seperti emas, yang secara historis dianggap sebagai pelindung nilai (hedging) terhadap risiko geopolitik dan tekanan ekonomi.

"Keputusan Presiden AS Donald Trump untuk bergabung dalam perang Israel melawan Iran secara tajam meningkatkan konflik, yang mengangkat logam mulia tersebut," demikian disebutkan dalam laporan pasar.

Trump diketahui selama ini berjanji untuk menghindari keterlibatan dalam konflik asing baru, namun langkah AS yang menyerang langsung fasilitas nuklir Iran menjadi sinyal kuat bahwa ketegangan kini memasuki babak eskalasi yang lebih tinggi.

Hal ini mendorong kekhawatiran pelaku pasar terhadap kemungkinan dampak jangka panjang pada rantai pasok energi global, nilai tukar, hingga inflasi.

Petugas menata emas batangan di Butik Emas Logam Mulia (BELM) Antam Setiabudi, Jakarta, Jumat (12/7/2024) [Suara.com/ANTARA]
Petugas menata emas batangan di Butik Emas Logam Mulia (BELM) Antam Setiabudi, Jakarta, Jumat (12/7/2024) [Suara.com/ANTARA]

Selain faktor geopolitik, pergerakan harga emas juga dipengaruhi oleh komentar dari pejabat Federal Reserve. Gubernur The Fed Christopher Waller pada Jumat lalu menyatakan bahwa bank sentral berada dalam posisi untuk memangkas suku bunga kebijakan paling cepat pada bulan Juli mendatang.

"Pernyataan dovish dari pejabat Fed dapat membebani Greenback dan memberikan sedikit dukungan terhadap harga komoditas berdenominasi USD, karena USD yang lebih lemah membuat Emas lebih murah bagi pembeli asing," ujar laporan tersebut.

Dolar AS yang cenderung melemah akibat spekulasi pemangkasan suku bunga memberikan ruang bagi kenaikan harga emas. Kondisi ini menciptakan daya tarik tambahan bagi investor internasional, terutama di tengah risiko makro yang terus meningkat.

Investor juga tengah menanti data awal Indeks Manajer Pembelian (PMI) Global S&P AS untuk bulan Juni yang akan dirilis pada Senin waktu setempat. Data ini dinilai sebagai salah satu indikator utama kekuatan ekonomi AS.

Jika hasil PMI menunjukkan lonjakan tak terduga, maka bisa memperkuat nilai tukar dolar dan berpotensi menahan laju kenaikan harga emas.

"Investor bersiap untuk pembacaan awal PMI Global S&P AS untuk bulan Juni. Setiap kenaikan mengejutkan dalam data ekonomi AS dapat mengangkat USD dan membatasi kenaikan logam kuning".

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Emas Antam Terus Meluncur, Kini Dipatok Rp 1.936.000/Gram

Harga Emas Antam Terus Meluncur, Kini Dipatok Rp 1.936.000/Gram

Bisnis | Jum'at, 20 Juni 2025 | 09:07 WIB

Emas Antam Terjun Bebas, Ini Daftar Harga Terbaru Hari Ini

Emas Antam Terjun Bebas, Ini Daftar Harga Terbaru Hari Ini

Bisnis | Kamis, 19 Juni 2025 | 09:29 WIB

Harga Emas Antam Rontok Rp 7.000, Jadi Dibanderol Rp 1.943.000/Gram

Harga Emas Antam Rontok Rp 7.000, Jadi Dibanderol Rp 1.943.000/Gram

Bisnis | Rabu, 18 Juni 2025 | 09:09 WIB

Terkini

Dorong Mitigasi Bencana Jabar, Iwan Suryawan Minta Kalkulasi Anggaran Realistis dan Nyata

Dorong Mitigasi Bencana Jabar, Iwan Suryawan Minta Kalkulasi Anggaran Realistis dan Nyata

Jabar | Kamis, 01 Oktober 2026 | 00:57 WIB

Bantu UMKM Hadapi Biaya Operasional Membengkak, Toco Academy Bagikan Strategi Pecah Telur di Bogor

Bantu UMKM Hadapi Biaya Operasional Membengkak, Toco Academy Bagikan Strategi Pecah Telur di Bogor

Jabar | Kamis, 01 Oktober 2026 | 00:45 WIB

Mengenal Praktik Bisnis Hijau: Tren Gaya Hidup Berkelanjutan yang Kini Merambah Dunia Industri

Mengenal Praktik Bisnis Hijau: Tren Gaya Hidup Berkelanjutan yang Kini Merambah Dunia Industri

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 23:57 WIB

Kemenko PMK Dorong Penguatan Jejaring Alumni Beasiswa untuk Talenta Nasional

Kemenko PMK Dorong Penguatan Jejaring Alumni Beasiswa untuk Talenta Nasional

News | Rabu, 30 September 2026 | 23:12 WIB

Spin Off InfraCo Tahap 2 Rampung, Nilai Transaksi Rp 49,9 T

Spin Off InfraCo Tahap 2 Rampung, Nilai Transaksi Rp 49,9 T

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 23:01 WIB

Kuliah Hukum di Era Digital, FH Unika Atma Jaya Raih Penghargaan

Kuliah Hukum di Era Digital, FH Unika Atma Jaya Raih Penghargaan

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 23:01 WIB

Kewajiban Sertifikasi Halal Makin Dekat, Industri Kosmetik dan Farmasi Siap Sambut Aturan Baru

Kewajiban Sertifikasi Halal Makin Dekat, Industri Kosmetik dan Farmasi Siap Sambut Aturan Baru

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 22:41 WIB

Ruang Bersama Indonesia Pertama di Palembang, Kilang Plaju Dukung Pemberdayaan Masyarakat

Ruang Bersama Indonesia Pertama di Palembang, Kilang Plaju Dukung Pemberdayaan Masyarakat

Sumsel | Rabu, 30 September 2026 | 22:34 WIB

Peringatan G30S di Medan, Masyarakat Sipil Soroti Pelanggaran HAM-MBG

Peringatan G30S di Medan, Masyarakat Sipil Soroti Pelanggaran HAM-MBG

Sumut | Rabu, 30 September 2026 | 22:20 WIB

JALA PRT Soroti Pengajuan JR UU PPRT, Minta Pemohon Pahami Proses Pembentukan UU

JALA PRT Soroti Pengajuan JR UU PPRT, Minta Pemohon Pahami Proses Pembentukan UU

News | Rabu, 30 September 2026 | 22:15 WIB

×