Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.267,880
LQ45 625,790
Srikehati 305,028
JII 377,806
USD/IDR 17.830

Niat Baik Danantara Terganjal Aturan Bursa Efek Indonesia

Mohammad Fadil Djailani

Senin, 23 Juni 2025 | 19:35 WIB
Niat Baik Danantara Terganjal Aturan Bursa Efek Indonesia
Karyawan mengamati layar pergerakan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (10/9/2020). [ANTARA FOTO/Reno Esnir]

Suara.com - Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara menyatakan kesiapannya untuk menjadi penyedia likuiditas (liquidity provider) di pasar modal Indonesia. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan pendalaman pasar, likuiditas, dan kepercayaan investor.

Namun, niat baik Danantara masih terganjal aturan Bursa Efek Indonesia (BEI). Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, menjelaskan bahwa saat ini peraturan BEI hanya memperbolehkan Anggota Bursa (AB) yang dapat berperan sebagai liquidity provider, khususnya untuk saham.

"Saat ini peraturan BEI mengatur hanya Anggota Bursa yang dapat menjadi liquidity provider atau penyedia likuiditas khususnya untuk saham," kata Nyoman kepada wartawan, Senin (23/6/2025).

Meskipun demikian, BEI menyambut baik inisiatif Danantara. Nyoman menambahkan bahwa BEI mendorong dan mendukung Danantara untuk bekerja sama dengan Anggota Bursa yang merupakan anak perusahaan BUMN. 

Tujuannya adalah agar mereka dapat turut serta menjadi liquidity provider, tidak hanya untuk perusahaan lighthouse (perusahaan dengan kapitalisasi besar dan fundamental kuat) tetapi juga untuk saham-saham yang masuk dalam Daftar Efek Liquidity Provider Saham.

"Namun BEI menyambut baik Danantara untuk mendorong dan mendukung Anggota Bursa yang merupakan anak dari BUMN untuk turut serta menjadi liquidity provider tidak hanya untuk perusahaan lighthouse namun juga untuk saham-saham yang masuk ke dalam Daftar Efek Liquidity Provider Saham," kata Nyoman.

Sebelumnya, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon Merangkap Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Inarno Djajadi juga mengatakan hal yang sama.

"Secara teoritis Danantara punya peluang peran sebagai liquidity provider kalau memenuhi POJK 2024," kata Inarno dalam Konferensi Pers RDK Bulanan (RDKB) April 2025 lalu.

Lebih lanjut ia menjelaskan syarat menjadi liquidity provider diatur dalam POJK No 18 tahun 2024. "Pihak yang menjadi liquidity provider adalah PPE yang memperoleh izin OJK dan dapat persetujuan dari Bursa," kata Inarno. 

baca juga

Sebelumnya Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) bersiap untuk menjadi liquidity provider di pasar modal Indonesia. Danantara kini tengah menggodok alokasi dana untuk suntikan ke pasar modal.

Chief Investment Officer BPI Danantara Pandu Sjahrir mengatakan, langkah tersebut diambil sebagai bagian dari strategi diversifikasi investasi serta penguatan peran investor institusional domestik.

Dia bilang Danantara memang tengah menggodok rencana penempatan dana hasil dari setoran dividen yang bakal diterima akhir bulan April 2025. Pasar modal dan pasar saham masuk dalam opsi penempatan dana itu.

“Nanti dividen akhir bulan ini masuk ke kami. Dari situ kami harus mulai alokasikan uangnya ke mana,” ujarnya saat ditemui di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (14/4/2025).

Menurut Pandu, investasi di pasar modal merupakan cara paling cepat, namun hal itu tetap tergantung pada sejumlah rencana proyek yang tengah didiskusikan maupun digarap.

“Semalam Pak Prabowo sudah bicara dengan Qatar untuk melakukan investment fund, ada US$ 4 miliar dari AS, US$ 2 miliar dari Qatar, dan US$ 2 miliar dari kita. Itu nanti proyek-proyeknya untuk masuk ke Indonesia,” paparnya.

Investasi itu nantinya, kata Pandu, akan fokus ke proyek di ketahanan pangan, ketahanan energi, downstream, infrastruktur digital, sektor kesehatan, dan hospitality. Meskipun tidak menyebutkan secara spesifik, tetapi Danantara bakal fokus investasi di sektor yang memberikan imbal hasil tinggi. Total emiten yang telah tergabung ke Danantara sekitar 18 emiten, termasuk BUMN. 

"Kami harus membuat perusahaan-perusahaan BUMN besar. Kami harus konsolidasikan sebagian besar aset-aset tersebut,” ujarnya.

Pandu menjelaskan, perang dagang akibat kebijakan tarif Pemerintah Amerika Serikat (AS) juga akan berdampak ke pasar Indonesia. 

Namun, tadi malam Presiden AS Donald Trump berbicara bahwa sekarang elektronik tidak termasuk ke dalam tarif. Trump juga membuka opsi untuk berunding dengan Presiden China Xi Jinping. 

Hal itu pun bisa jadi sinyal meredanya ketegangan perang tarif. 

“Menurut saya, itu langkah yang baik, terlihat dari pasar modal hari ini juga naik hampir 1%. Perang dagang secara keseluruhan malah membuat Indonesia fokus ke diri sendiri,” ungkapnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Calon Emiten Ini Incar Dana Jumbo Rp200 Miliar di Pasar Modal

Calon Emiten Ini Incar Dana Jumbo Rp200 Miliar di Pasar Modal

Bisnis | Senin, 23 Juni 2025 | 17:55 WIB

IHSG Nyaman di Zona Merah pada Perdagangan Hari Ini, 533 Saham Kebakaran

IHSG Nyaman di Zona Merah pada Perdagangan Hari Ini, 533 Saham Kebakaran

Bisnis | Senin, 23 Juni 2025 | 16:42 WIB

BI: Uang Beredar Melambat Hanya Capai Rp 9.406,6 Triliun

BI: Uang Beredar Melambat Hanya Capai Rp 9.406,6 Triliun

Bisnis | Senin, 23 Juni 2025 | 11:59 WIB

Terkini

Indonesia Punya Potensi Besar Kembangkan Kripto Syariah

Indonesia Punya Potensi Besar Kembangkan Kripto Syariah

Bisnis | Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:55 WIB

5 Rekomendasi Bedak Ringan untuk Remaja Sekolah yang Hasilnya Natural dan Tidak Dempul sesuai Review

5 Rekomendasi Bedak Ringan untuk Remaja Sekolah yang Hasilnya Natural dan Tidak Dempul sesuai Review

Lifestyle | Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:45 WIB

Rekam Jejak Jebolan Liga India yang Jadi Pelatih Anyar Bhayangkara FC Gantikan Paul Munster

Rekam Jejak Jebolan Liga India yang Jadi Pelatih Anyar Bhayangkara FC Gantikan Paul Munster

Bola | Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:35 WIB

Kata BMKG, Penurunan Kualitas Udara Pekanbaru Bukan karena Karhutla

Kata BMKG, Penurunan Kualitas Udara Pekanbaru Bukan karena Karhutla

Riau | Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:30 WIB

KMP Putri Yasmin Terbakar, 212 Orang Dievakuasi, SAR Masih Cari Korban

KMP Putri Yasmin Terbakar, 212 Orang Dievakuasi, SAR Masih Cari Korban

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:29 WIB

Bos BI Berganti, Grace Natalie PSI Tegaskan Independensi Institusi Tak Boleh Goyah

Bos BI Berganti, Grace Natalie PSI Tegaskan Independensi Institusi Tak Boleh Goyah

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:26 WIB

DPRD DKI Soroti Izin Penjualan Miras di Festival Musik, Buntut Kasus Viral The Sounds Project

DPRD DKI Soroti Izin Penjualan Miras di Festival Musik, Buntut Kasus Viral The Sounds Project

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:20 WIB

Bosan Lari Gitu-Gitu Aja? Coba 5 Spot Jogging di Jogja Ini, Suasananya Asri Banget!

Bosan Lari Gitu-Gitu Aja? Coba 5 Spot Jogging di Jogja Ini, Suasananya Asri Banget!

Your Say | Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:20 WIB

Luas Karhutla Riau Capai 15 Ribu Hektare Selama Januari-Juli 2026

Luas Karhutla Riau Capai 15 Ribu Hektare Selama Januari-Juli 2026

Riau | Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:17 WIB

Proyek LRT City Masih Belum Jelas, Dony Oskaria Turun Tangan

Proyek LRT City Masih Belum Jelas, Dony Oskaria Turun Tangan

Bisnis | Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:16 WIB

×