Gencatan Senjata Iran-Israel Bisa Goyah, Harga Minyak Dunia Naik Lagi

Achmad Fauzi | Suara.com

Kamis, 26 Juni 2025 | 08:07 WIB
Gencatan Senjata Iran-Israel Bisa Goyah, Harga Minyak Dunia Naik Lagi
Ilustrasi: Karyawan di kilang minyak. (Shuttterstock)

Suara.com - Harga Minyak Dunia Naik Tipis, Pasar Waspadai Stabilitas Gencatan Senjata Iran-Israel

Harga minyak dunia mencatat kenaikan tipis pada perdagangan Rabu 25 Juni 2026, setelah sebelumnya merosot dalam dua sesi berturut-turut.

Kenaikan ini dipicu oleh sikap hati-hati investor yang tengah menilai stabilitas gencatan senjata antara Iran dan Israel, menyusul konflik militer yang memanas dalam beberapa pekan terakhir.

Seperti dilansir dari CNBC, Kamis, 26 Juni 2025, kontrak berjangka minyak mentah Brent naik 75 sen, atau sekitar 1,1 persen, menjadi USD 67,89 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS tercatat naik 71 sen, atau 1,1 persen, ke level USD 65,08 per barel.

Ilustrasi kilang minyak. (Shutterstock)
Ilustrasi kilang minyak. (Shutterstock)

Pada hari Selasa sebelumnya, Brent ditutup pada level terendah sejak 10 Juni dan WTI menyentuh posisi terendah sejak 5 Juni. Kedua harga acuan tersebut jatuh setelah sebelumnya melonjak ke titik tertinggi dalam lima bulan, menyusul serangan militer mendadak yang dilancarkan Israel terhadap fasilitas militer dan nuklir utama Iran pada 13 Juni lalu.

Kenaikan harga sempat terdorong setelah Amerika Serikat meluncurkan serangan udara terhadap fasilitas nuklir Iran pada akhir pekan lalu.

Namun, penilaian awal intelijen AS menunjukkan bahwa serangan tersebut tidak sepenuhnya menghancurkan kemampuan nuklir Iran dan hanya memperlambatnya dalam hitungan bulan.

Gencatan senjata yang ditengahi oleh Presiden AS Donald Trump mulai berlaku antara Iran dan Israel.

Baik Iran maupun Israel pada hari Selasa mengindikasikan bahwa perang udara di antara mereka telah berakhir, setidaknya untuk sementara waktu. Hal ini terjadi setelah Presiden Trump secara terbuka mengecam kedua pihak karena telah melanggar perjanjian gencatan senjata yang disepakati sebelumnya.

Ketika kedua negara mulai mencabut pembatasan sipil setelah 12 hari perang yang juga ditandai dengan serangan AS terhadap fasilitas pengayaan uranium Iran masing-masing pihak berusaha mengklaim kemenangan atas konflik tersebut.

Keterlibatan langsung AS dalam konflik ini turut meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan di Selat Hormuz. Jalur perairan sempit yang terletak di antara Iran dan Oman tersebut merupakan titik transit penting bagi sekitar 18 hingga 19 juta barel per hari (bpd) minyak mentah dan bahan bakar, atau hampir seperlima dari konsumsi minyak global.

Di sisi lain, pelaku pasar juga menanti rilis data resmi dari pemerintah AS terkait persediaan minyak mentah dan bahan bakar domestik yang dijadwalkan keluar pada hari Rabu.

Menurut sumber pasar yang mengutip data dari American Petroleum Institute (API), stok minyak mentah AS tercatat turun sebesar 4,23 juta barel dalam pekan yang berakhir pada 20 Juni.

Dengan ketegangan geopolitik yang masih membayangi dan sinyal pemulihan pasokan di pasar minyak, pelaku pasar tetap waspada terhadap arah pergerakan harga minyak dalam waktu dekat.

Sebelumnya, Harga minyak dunia mengalami penurunan tajam hingga 6 persen pada perdagangan Selasa, 24 Juni 2025 seiring meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah pasca pengumuman gencatan senjata antara Iran dan Israel. Penurunan harga ini membuat harga minyak dunia kembali level sebelum pecahnya perang tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Minyak Dunia Kian Terpuruk di Bawah USD 70 per Barel

Harga Minyak Dunia Kian Terpuruk di Bawah USD 70 per Barel

Bisnis | Rabu, 25 Juni 2025 | 07:54 WIB

Harga Minyak Dunia Bisa Tembus USD 100 per Barel, Bahlil: Kita Doa dan Ikhtiar Saja

Harga Minyak Dunia Bisa Tembus USD 100 per Barel, Bahlil: Kita Doa dan Ikhtiar Saja

Bisnis | Selasa, 24 Juni 2025 | 18:11 WIB

Selat Hormuz Mau Ditutup Iran, Pasokan Minyak Mentah Pertamina Aman?

Selat Hormuz Mau Ditutup Iran, Pasokan Minyak Mentah Pertamina Aman?

Bisnis | Senin, 23 Juni 2025 | 13:36 WIB

Terkini

Dorong WFH 1 Hari dalam Sepekan, Menaker Pastikan Hak Pekerja Tak Dipangkas

Dorong WFH 1 Hari dalam Sepekan, Menaker Pastikan Hak Pekerja Tak Dipangkas

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 19:38 WIB

Dana SAL Rp 420 Triliun, Purbaya Buka Opsi Pakai Kas Pemerintah demi Amankan APBN

Dana SAL Rp 420 Triliun, Purbaya Buka Opsi Pakai Kas Pemerintah demi Amankan APBN

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 19:32 WIB

Imbauan WFH 1 Hari Seminggu di Sektor Swasta Dapat Dukungan Pengusaha dan Pekerja

Imbauan WFH 1 Hari Seminggu di Sektor Swasta Dapat Dukungan Pengusaha dan Pekerja

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 19:20 WIB

Purbaya Proyeksi Defisit APBN 2026 Tembus 2,9% Meski Harga Minyak Terus Naik

Purbaya Proyeksi Defisit APBN 2026 Tembus 2,9% Meski Harga Minyak Terus Naik

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 19:19 WIB

Purbaya Ungkap Harga BBM Stabil karena Ditanggung Pertamina Sementara

Purbaya Ungkap Harga BBM Stabil karena Ditanggung Pertamina Sementara

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 19:09 WIB

Harga BBM Tak Naik, Purbaya Akui Anggaran Subsidi Bengkak hingga Rp 100 Triliun

Harga BBM Tak Naik, Purbaya Akui Anggaran Subsidi Bengkak hingga Rp 100 Triliun

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 17:52 WIB

IHSG Akhirnya Bangkit, Ternyata Ini Pemicunya

IHSG Akhirnya Bangkit, Ternyata Ini Pemicunya

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 17:51 WIB

Rupiah Ditutup Menguat, Dolar AS Turun ke Level Rp16.983

Rupiah Ditutup Menguat, Dolar AS Turun ke Level Rp16.983

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 16:50 WIB

Siap-siap! Investor Bank Danamon Raih Dividen Rp 142 per Saham

Siap-siap! Investor Bank Danamon Raih Dividen Rp 142 per Saham

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 16:39 WIB

Transformasi Kerja dan Efisiensi Energi Keniscayaan di Tengah Dinamika Global

Transformasi Kerja dan Efisiensi Energi Keniscayaan di Tengah Dinamika Global

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 16:14 WIB