Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.825.000
Beli Rp2.700.000
IHSG 6.858,899
LQ45 669,842
Srikehati 328,644
JII 449,514
USD/IDR 17.509

Balikkan Dana Berobat Ratusan Triliun, Erick Thohir Siapkan Strategi Maksimalkan KEK Sanur

Achmad Fauzi | Suara.com

Kamis, 26 Juni 2025 | 11:02 WIB
Balikkan Dana Berobat Ratusan Triliun, Erick Thohir Siapkan Strategi Maksimalkan KEK Sanur
Presiden RI Prabowo Subianto bersama Menteri BUMN Erick Thohir dan Menteri Investasi Rosan Roeslani, meninjau fasilitas kesehatan di KEK Sanur/(Dokumentasi Kementerian BUMN).

Suara.com - Pemerintah melalui Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menyusun strategi besar untuk membalikkan aliran dana ratusan triliun rupiah yang selama ini keluar negeri akibat masyarakat Indonesia berobat ke luar negeri.

Menteri BUMN Erick Thohir menegaskan bahwa pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kesehatan akan menjadi kunci dalam mencapai kemandirian sektor kesehatan nasional.

Pernyataan ini disampaikan Erick menyusul arahan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang meminta pengembangan KEK Kesehatan di berbagai wilayah Indonesia sebagai upaya konkret negara dalam menjamin kesehatan rakyat.

"Presiden Prabowo telah memberikan arahan yang sangat jelas, negara harus hadir dan menjadi pelopor dalam menjamin kesehatan rakyat. KEK Kesehatan adalah jawaban konkret atas tantangan itu," ujar Erick Thohir dalam keterangan tertulis, Kamis (26/6/2025).

Presiden Prabowo Subianto (ketiga kanan) menandatangani prasasti peresmian KEK Sanur dan Bali International Hospital di Bali pada Rabu (25/6/2025). Peresmian itu turut disaksikan oleh Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Investasi dan Hilirisasi/CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani dan Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana. [Antara/Fikri Yusuf]
Presiden Prabowo Subianto (ketiga kanan) menandatangani prasasti peresmian KEK Sanur dan Bali International Hospital di Bali pada Rabu (25/6/2025). Peresmian itu turut disaksikan oleh Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Investasi dan Hilirisasi/CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani dan Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana. [Antara/Fikri Yusuf]

KEK Kesehatan Sanur dan Bali International Hospital (BIH) di Denpasar, Bali, yang diresmikan pada 25 Juni 2025, menjadi tonggak penting dalam transformasi layanan kesehatan nasional. Keberhasilan ini akan menjadi model bagi pengembangan kawasan serupa di daerah lain.

Erick mengungkapkan, jumlah masyarakat Indonesia yang berobat ke luar negeri mencapai angka dua juta orang per tahun, yang menguras devisa negara hampir Rp 150 triliun.

Menurutnya, kondisi ini harus diakhiri dengan membangun sistem layanan kesehatan kelas dunia di dalam negeri.

"Jadi demi menjawab tantangan akan kemandirian kesehatan di masa depan, kami akan melibatkan BUMN di sektor kesehatan dan farmasi, serta berkolaborasi erat dengan kementerian dan lembaga terkait untuk mempercepat realisasi KEK Kesehatan di wilayah lain," imbuh dia.

Dalam menjalankan strategi tersebut, Kementerian BUMN akan mengoptimalkan peran holding BUMN farmasi yang terdiri dari Bio Farma, Kimia Farma, dan Indofarma. Selain itu, sinergi juga akan diperkuat dengan holding rumah sakit BUMN, yaitu Pertamina Bina Medika IHC.

Kolaborasi antar-BUMN ini difokuskan pada penguatan layanan kesehatan berstandar internasional, pengembangan riset dan inovasi medis, serta peningkatan akses masyarakat terhadap layanan kesehatan unggulan.

Pengembangan KEK Kesehatan secara nasional diharapkan mampu menarik investasi triliunan rupiah serta menyerap puluhan ribu tenaga kerja baru.

Dengan menggabungkan potensi sektor kesehatan dan pariwisata medis, proyek ini diyakini akan menjadi motor penggerak baru dalam pertumbuhan ekonomi nasional, serta membuka peluang besar bagi Indonesia menjadi destinasi unggulan layanan kesehatan di kawasan Asia.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengatakan banyaknya warga Indonesia yang berobat ke luar negeri, yang jumlahnya mencapai jutaan orang per tahun, menyebabkan hilangnya devisa yang sangat besar.

Hal ini disampaikan Prabowo saat meresmikan Kawasan Ekonomi Khusus atau KEK Sanur dan Bali International Hospital (BIH) di Bali, Rabu kemarin.

Sebelumnya dalam kesempatan yang sama Menteri BUMN Erick Thohir mengungkapkan sekitar jutaan warga Indonesia menghabiskan Rp 150 triliun per tahun untuk berobat ke luar negeri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Buruh Rokok Mau Surati Prabowo Imbas Kebijakan Pemerintah yang Ancam IHT

Buruh Rokok Mau Surati Prabowo Imbas Kebijakan Pemerintah yang Ancam IHT

Bisnis | Rabu, 25 Juni 2025 | 19:07 WIB

Kenapa Danantara Suntik Modal Garuda Rp6,65 Triliun yang Sedang Alami Masalah Keuangan?

Kenapa Danantara Suntik Modal Garuda Rp6,65 Triliun yang Sedang Alami Masalah Keuangan?

Bisnis | Rabu, 25 Juni 2025 | 18:36 WIB

Kritik Pedas usai Danantara Suntik Modal Rp6 T ke Garuda: Sakit Jantung Tapi Obatnya Sakit Kulit!

Kritik Pedas usai Danantara Suntik Modal Rp6 T ke Garuda: Sakit Jantung Tapi Obatnya Sakit Kulit!

Bisnis | Rabu, 25 Juni 2025 | 17:15 WIB

Terkini

Baru IPO! 95,82 Persen Saham WBSA Ternyata Dikuasai Beberapa Pihak, Bakal Jadi Sorotan MSCI?

Baru IPO! 95,82 Persen Saham WBSA Ternyata Dikuasai Beberapa Pihak, Bakal Jadi Sorotan MSCI?

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 16:38 WIB

Nilai Tukar Rupiah Menguat Jelang Long Weekend, Ini Penyebabnya

Nilai Tukar Rupiah Menguat Jelang Long Weekend, Ini Penyebabnya

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 16:21 WIB

Purbaya Temui Bahlil Siapkan Swasembada Energi dan Listrik Desa

Purbaya Temui Bahlil Siapkan Swasembada Energi dan Listrik Desa

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 16:13 WIB

Krisis LPG di NTT, Sejumlah SPPG Hentikan Operasi Sementara

Krisis LPG di NTT, Sejumlah SPPG Hentikan Operasi Sementara

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 15:27 WIB

Kemendag Bakal Wajibkan Marketplace Transparan soal Biaya Admin Seller

Kemendag Bakal Wajibkan Marketplace Transparan soal Biaya Admin Seller

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 15:19 WIB

Sejumlah SPBU Vivo di Jabodetabek Tutup, Netizen Heboh Keluhkan Isu Pembatasan Kuota

Sejumlah SPBU Vivo di Jabodetabek Tutup, Netizen Heboh Keluhkan Isu Pembatasan Kuota

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 14:33 WIB

Cara Membersihkan Nama di SLIK OJK, Ini Panduannya agar Pengajuan Pinjaman Disetujui

Cara Membersihkan Nama di SLIK OJK, Ini Panduannya agar Pengajuan Pinjaman Disetujui

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 14:01 WIB

BI Buka Suara Menkeu Purbaya Mau Turun Tangan Stabilkan Rupiah

BI Buka Suara Menkeu Purbaya Mau Turun Tangan Stabilkan Rupiah

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 13:52 WIB

Pertamina Goes to Campus 2026 Siap Jelajahi Kampus di Indonesia

Pertamina Goes to Campus 2026 Siap Jelajahi Kampus di Indonesia

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 13:43 WIB

Tembus Top 6 Dunia, Startup Binaan Pertamina Bawa Nama Indonesia di Ajang Inovasi Sosial Global

Tembus Top 6 Dunia, Startup Binaan Pertamina Bawa Nama Indonesia di Ajang Inovasi Sosial Global

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 13:37 WIB