Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Selamatkan Ekonomi Negara, Jepang Angkat Industri Anime

Iwan Supriyatna, Rina Anggraeni

Senin, 30 Juni 2025 | 09:16 WIB
Selamatkan Ekonomi Negara, Jepang Angkat Industri Anime
Foto ilustrasi anime isekai yang tayang tahun 2023 (IMDb)

Suara.com - Pemerintah Jepang berupaya memberikan dukungan untuk biaya produksi industri anime dan gim video. Hal ini untuk meningkatkan kondisi kerja yang bisa menyelamatkan ekonomi negara tersebut.

Dilansir Japan Today, usulan ini akan diterapkan di industri anime berdasarkan rencana lima tahun. Rencana ini dilakukan agar lebih meningkatkan sektor hiburan negara tersebut, sehingga bisa menjadi sumber utama ekspor. Program tersebut, diumumkan oleh Kementerian Ekonomi, Perdagangan, dan Industri.

Pemerintah pun berencana untuk mengutangi langkah-langkah antipembajakan seperti investigasi dan penegakan hukum yang lebih ketat. Hal ini bisa merugikan negara hingga industri anime tersebut.

Kementerian tersebut mengatakan penjualan luar negeri Jepang di bidang hiburan mencapai 5,8 triliun yen pada tahun 2023, naik dari 1 triliun yen pada tahun 2010. Tentunya menjadi industri ekspor terbesar kedua di negara tersebut setelah mobil, dengan total pengiriman lebih dari 21 triliun yen.

Pemerintah telah menetapkan target untuk meningkatkan penjualan luar negeri di industri hiburan menjadi 20 triliun yen pada tahun 2033. Rinciannya industri game menghasilkan lebih dari 2 triliun yen dalam penjualan di luar negeri. Sedangkan sisanya dari industri anime.

Target tersebut termasuk dalam Cool Japan Strategy yang baru, yang juga menetapkan tujuan lebih luas untuk meraup sekitar 50 triliun yen atau sekitar Rp5,2 kuadriliun per tahun pada 2033 melalui apa yang disebut sebagai industri terkait Cool Japan, yang mencakup ekspor konten, produk pertanian, mode, produk rias, serta pariwisata Jepang.

Untuk itu, pemerintah sedang mempertimbangkan dukungan biaya produksi bagi perusahaan yang ingin berekspansi secara internasional.

Di sektor anime, yang menghadapi kekurangan pekerja terampil, pemerintah berencana untuk memperkenalkan mekanisme guna mengatasi upah yang tinggi.

Sebab, banyaknya upah stagnan dan jam kerja yang panjang membuat para kreator meninggalkan industri tersebut. Pemerintah pun akhirnya mengkaji kenaikan gaji dan pengurangan jam kerja agar industri anime bisa produktif menghasilkan keuntungan. 

baca juga

Sementara itu, kerugian industri Jepang yang disebabkan oleh konten bajakan di seluruh dunia. Lalu, diperkirakan mencapai sekitar 2 triliun yen. Untuk melawan penyebarannya, pemerintah akan memperkuat kerja sama dengan kelompok industri yang mencakup perusahaan anime sebagai anggotanya.

Terlebih, Pemerintah Jepang juga akan meningkatkan jumlah pemegang gelar doktor dalam upaya meningkatkan sumber daya manusia yang dapat berkontribusi pada penciptaan kekayaan intelektual.

Lalu, pemerintah akan berusaha mengatasi masalah hukum seputar "pengisi suara kecerdasan artifisial" atau pemanfaatan kecerdasan buatan generatif untuk menciptakan suara sintetis berdasarkan orang nyata.

Industri anime Jepang mencetak sejarah dengan mencapai rekor pendapatan tertinggi sepanjang masa pada tahun 2023. Menurut laporan terbaru Asosiasi Animasi Jepang seperti dilansir dari NHK News, total pendapatan industri ini mencapai sekitar 3,3 triliun yen atau setara dengan 21 miliar dolar AS. 

Angka fantastis ini menandai kenaikan lebih dari 14% dibandingkan tahun sebelumnya, dan pertama kalinya melampaui angka tersebut Kenaikan pendapatan yang signifikan ini didorong oleh kesuksesan anime Jepang di pasar global. 

Semakin banyak negara yang mengadopsi budaya anime, sehingga permintaan akan produk-produk terkait seperti merchandise, game, dan streaming terus meningkat.

Asosiasi tersebut menyebutkan pasar luar negeri menyumbang pendapatan 11 miliar naik 18 persen dari tahun sebelumnya. Kontrak distribusi yang mencapai 1,6 miliar dollar -naik 50 persen dari tahun ke tahun-, dan ekspor merchandise sebesar 4,5 miliar dollar, menduduki dua teratas dalam survey kategori pendapatan dari industri anime.

Menurut Masuda Hiromichi dari Asosiasi Animasi Jepang, internet berperan penting dalam lonjakan permintaan dari luar negeri. Ia menuturkan jika industri anime akan semakin populer dan akan terus mendapat penggemar baik domestik maupun global.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Anime Demon Slayer Siap Rilis Film Baru, Ini Sinopsis dan Jadwal Tayangnya

Anime Demon Slayer Siap Rilis Film Baru, Ini Sinopsis dan Jadwal Tayangnya

Your Say | Minggu, 29 Juni 2025 | 08:27 WIB

3 Anime Komedi Musim Panas 2025 Paling Dinanti, Siap Bikin Semangat Lagi!

3 Anime Komedi Musim Panas 2025 Paling Dinanti, Siap Bikin Semangat Lagi!

Your Say | Sabtu, 28 Juni 2025 | 11:04 WIB

Thom Haye Buka-bukaan, Ulas Fakta Pahit di Balik Hancurnya Timnas Indonesia di Tangan Jepang

Thom Haye Buka-bukaan, Ulas Fakta Pahit di Balik Hancurnya Timnas Indonesia di Tangan Jepang

Bola | Jum'at, 27 Juni 2025 | 18:07 WIB

Terkini

BRI Apresiasi Penempatan Dana SAL Pemerintah, Fokus Pembiayaan Produktif untuk Akselerasi Ekonomi

BRI Apresiasi Penempatan Dana SAL Pemerintah, Fokus Pembiayaan Produktif untuk Akselerasi Ekonomi

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 23:05 WIB

Dolar AS Diproyeksi Perkasa Ditopang Wall Street, Rupiah Bisa Anjlok Lagi?

Dolar AS Diproyeksi Perkasa Ditopang Wall Street, Rupiah Bisa Anjlok Lagi?

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 22:31 WIB

Trump Mau Pecat Gubernur The Fed, Malah Kena 'Tampar' Mahkamah Agung!

Trump Mau Pecat Gubernur The Fed, Malah Kena 'Tampar' Mahkamah Agung!

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 22:04 WIB

Kilang Terbesar Arab Kembali Dibuka, Harga Minyak Dunia Mulai Stabil

Kilang Terbesar Arab Kembali Dibuka, Harga Minyak Dunia Mulai Stabil

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 21:34 WIB

Harga LNG Dipangkas, Mampukah Bendung PHK?

Harga LNG Dipangkas, Mampukah Bendung PHK?

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 20:07 WIB

Harga Gas untuk Industri Turun, Dasco: Kabar Gembira untuk Buruh

Harga Gas untuk Industri Turun, Dasco: Kabar Gembira untuk Buruh

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 19:36 WIB

Pendaftaran Beasiswa LPDP Tahap II 2026 Resmi Dibuka, Cek Jadwal dan Rinciannya

Pendaftaran Beasiswa LPDP Tahap II 2026 Resmi Dibuka, Cek Jadwal dan Rinciannya

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 18:45 WIB

Pasokan Gas Murah Seret, Kemenperin Minta AGIT Dicabut demi Tak Ada PHK

Pasokan Gas Murah Seret, Kemenperin Minta AGIT Dicabut demi Tak Ada PHK

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 18:32 WIB

DEN: Rupiah Melemah saat Kepercayaan pada Pemerintah Tergerus

DEN: Rupiah Melemah saat Kepercayaan pada Pemerintah Tergerus

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 18:29 WIB

Investor Ritel Kini Bisa Punya Analis Saham Berbasis AI

Investor Ritel Kini Bisa Punya Analis Saham Berbasis AI

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 18:28 WIB

×