Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.610.000
Beli Rp2.480.000
IHSG 5.820,790
LQ45 573,007
Srikehati 285,023
JII 338,419
USD/IDR 17.957

Kemenbud: Lebih Baik Investasi Budaya daripada Tambang

Liberty Jemadu, Yaumal Asri Adi Hutasuhut

Senin, 30 Juni 2025 | 17:16 WIB
Kemenbud: Lebih Baik Investasi Budaya daripada Tambang
Dirjen Perlindungan Kebudayaan dan Tradisi Kementerian Kebudayaan, Restu Gunawan mengatakan investasi budaya lebih menjanjikan daripada investasi tambang. [Suara.com/Yaumal Asri Adi Hutasuhut]

Suara.com - Dirjen Perlindungan Kebudayaan dan Tradisi Kementerian Kebudayaan, Restu Gunawan mengatakan kebudayaan hars dilihat sebagai ladang investasi yang lebih menjanjikan dari tambang yang sedang digadang-gadang oleh pemerintah saat ini.

Restu, dalam acara yang digelar Harian Kompas, di Jakarta, Senin (30/6/2025) menerangkan budaya bukan hanya tentang masa lalu, tapi juga tentang hari ini dan masa depan. 

"Karena pikiran kita itu kalau ngomong kebudayaan itu selalu masa lalu. Kebudayaan itu masa lalu, maka kalau orang yang tidak disenangi dipindahnya ke kebudayaan, ke museum dan sebagainya kira-kira gitu. Padahal sebenarnya kebudayaan itu kan masa lalu, masa kini, dan masa depan," kata Restu.

Restu membandingkan eksploitasi pertambangan dengan kebudayaan. Pertambangan, katanya, hanya memberikan dampak perekonomian dalam jangka pendek, karena sifatnya yang cepat habis. 

"Tapi kalau yang namanya kebudayaan, semakin digarap, semakin dieksploitasi sebenarnya akan menghasilkan uang, kira-kira gitu. Maka perubahan berpikir kita, perubahan paradigma berpikir kita kita harus mengubah paradigma berpikir bahwa kebudayaan itu adalah investasi," jelas Restu. 

Dia juga mengemukakan soal paradigma yang salah soal budaya yang selalu dikaitkan dengan biaya yang tinggi. 

"Orang selalu dipikir, oh habisnya sekian gitu, tapi bukan berpikir dampaknya seberapa besar sih kira-kira, menggerakkan ekonomi berapa besar. Jadi disitu sebenarnya inilah hakikat bahwa kebudayaan itu adalah investasi, bukan biaya," kata Restu. 

Dia mencontohkan acara ulang tahun suatu daerah yang mengusung tema kebudayaan. Dalam perhelatan itu setidaknya  terjadi perputaran uang, mulai dari orang yang menyewa kostum, peluang bagi pegiat seni dan budaya, hingga dampaknya bagi UMKM setempat. 

"Itu berapa banyak dan ketika itu dihitung ke bawah berapa besar yang digerakkan itu?  Nah itu sebenarnya kebudayaan itu adalah investasi, bukan biaya. Jadi paradigma berpikir ini harusnya dirubah," tegasnya. 

baca juga

Karena potensi yang besar itu, Restu menekannya pentingnya agar kebudayaan dijadikan arus utama dalam pembangunan suatu daerah. Selain itu dalam hal budaya, masyarakat dan negara juga harus bersifat menyerang.

"Kita selalu berpikir di masa sekarang ini, era digitalisasi yang kita katakan selalu bagaimana kita membatasi kebudayaan asing masuk ke kita.Siapa yang bisa hari ini mau membatasi kebudayaan. Anak-anak kita saja di kamar-kamar sudah bisa mengakses kebudayaan dari mana-mana. Maka kita harus ofensif," ujarnya. 

Upaya ofensif atau menyerang itu dapat dilakukan dengan berbagai tindakan yang mempromosikan kebudayaan lokal maupun nasional.

"Ofensif seperti apa kira-kira kan gitu? Mulai melalui tindakan kita. Tindakan kita apa? Kalau ulang tahun ini sering saya katakan boleh kue tar, tapi tetap pakai tumpeng. Jangan lupa tumpeng sudah warisan budaya tak benda," ujarnya. 

Selain itu, tindakan menyerang juga dapat dilakukan dengan menggunakan identitas Indonesia saat menghadiri acara-acara di forum internasional, seperti menggunakan batik. 

"Pakai batik nanti ditanya Indonesia, pasti begitu. Jadi dari baju saja sudah Indonesia, enggak  mungkin Malaysia," tegasnya. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

1.000 Dapur MBG dan Konsesi Tambang Semakin Jauhkan NU dari Kaum Nahdiyin dan Masyarakat Miskin

1.000 Dapur MBG dan Konsesi Tambang Semakin Jauhkan NU dari Kaum Nahdiyin dan Masyarakat Miskin

News | Senin, 30 Juni 2025 | 12:25 WIB

SOS Maluku Utara: Senator Minta Prabowo Selamatkan Lingkungan dari Tambang Nikel yang Merusak

SOS Maluku Utara: Senator Minta Prabowo Selamatkan Lingkungan dari Tambang Nikel yang Merusak

News | Sabtu, 28 Juni 2025 | 01:33 WIB

Borobudur Berubah Demi Macron? Istana Buka Suara Soal Pemasangan Stair Lift yang Kontroversial

Borobudur Berubah Demi Macron? Istana Buka Suara Soal Pemasangan Stair Lift yang Kontroversial

Video | Senin, 26 Mei 2025 | 22:24 WIB

Aktif Jadi Utusan Khusus Presiden, Raffi Ahmad Dukung Kementerian Kebudayaan Buka Bioskop Baru di 17 Kabupaten

Aktif Jadi Utusan Khusus Presiden, Raffi Ahmad Dukung Kementerian Kebudayaan Buka Bioskop Baru di 17 Kabupaten

Entertainment | Senin, 25 November 2024 | 21:40 WIB

Ahmad Dhani Kecewa: kenapa Anggaran Kementerian Kebudayaan Paling Kecil?

Ahmad Dhani Kecewa: kenapa Anggaran Kementerian Kebudayaan Paling Kecil?

News | Selasa, 19 November 2024 | 00:05 WIB

Terkini

BEI Kejar 1.100 Emiten Baru, Indonesia Siap Tantang Bursa Saham Kelas Dunia

BEI Kejar 1.100 Emiten Baru, Indonesia Siap Tantang Bursa Saham Kelas Dunia

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 07:30 WIB

BRI Apresiasi Penempatan Dana SAL Pemerintah, Fokus Pembiayaan Produktif untuk Akselerasi Ekonomi

BRI Apresiasi Penempatan Dana SAL Pemerintah, Fokus Pembiayaan Produktif untuk Akselerasi Ekonomi

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 23:05 WIB

Dolar AS Diproyeksi Perkasa Ditopang Wall Street, Rupiah Bisa Anjlok Lagi?

Dolar AS Diproyeksi Perkasa Ditopang Wall Street, Rupiah Bisa Anjlok Lagi?

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 22:31 WIB

Trump Mau Pecat Gubernur The Fed, Malah Kena 'Tampar' Mahkamah Agung!

Trump Mau Pecat Gubernur The Fed, Malah Kena 'Tampar' Mahkamah Agung!

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 22:04 WIB

Kilang Terbesar Arab Kembali Dibuka, Harga Minyak Dunia Mulai Stabil

Kilang Terbesar Arab Kembali Dibuka, Harga Minyak Dunia Mulai Stabil

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 21:34 WIB

Harga LNG Dipangkas, Mampukah Bendung PHK?

Harga LNG Dipangkas, Mampukah Bendung PHK?

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 20:07 WIB

Harga Gas untuk Industri Turun, Dasco: Kabar Gembira untuk Buruh

Harga Gas untuk Industri Turun, Dasco: Kabar Gembira untuk Buruh

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 19:36 WIB

Pendaftaran Beasiswa LPDP Tahap II 2026 Resmi Dibuka, Cek Jadwal dan Rinciannya

Pendaftaran Beasiswa LPDP Tahap II 2026 Resmi Dibuka, Cek Jadwal dan Rinciannya

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 18:45 WIB

Pasokan Gas Murah Seret, Kemenperin Minta AGIT Dicabut demi Tak Ada PHK

Pasokan Gas Murah Seret, Kemenperin Minta AGIT Dicabut demi Tak Ada PHK

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 18:32 WIB

DEN: Rupiah Melemah saat Kepercayaan pada Pemerintah Tergerus

DEN: Rupiah Melemah saat Kepercayaan pada Pemerintah Tergerus

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 18:29 WIB

×