Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.236,126
LQ45 621,244
Srikehati 303,451
JII 370,013
USD/IDR 18.053

Trump Pecat Gubernur Bank Sentral AS Jerome Powell, Terakhir Kerja Musim Gugur Ini

Iwan Supriyatna, Rina Anggraeni

Jum'at, 04 Juli 2025 | 17:46 WIB
Trump Pecat Gubernur Bank Sentral AS Jerome Powell, Terakhir Kerja Musim Gugur Ini
Ketua Federal Reserve Jerome Powell (x.com)

Suara.com - Pemerintahan Trump akan fokus mencari pengganti Gubernur Bank Sentral Amerika Serikat yakni Jerome Powell. Dia akan terakhir bekerja pada musim gugur ini.

Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan sudah memiliki kandidat yang bagus dalam menggantikan Jerome Powel.

" Kami memiliki banyak kandidat yang bagus," kata Bessent dilansir dari CNBC International, Jumat (4/7/2035).

Dia mengatakan bahwa keputusan suku bunga berada di tangan Fed. Namun, Gubernur Bank Sentral AS ogah menurunkan suku bunganya. Padahal, Presiden Trump ingin suku bunga turun di tahun ini.

" Jika bank sentral AS tidak segera memangkas suku bunga, potensi pemangkasan suku bunga pada bulan September bisa lebih tinggi," katanya.

Ketika ditanya apakah seseorang dapat mengepalai Departemen Keuangan dan Fed pada saat yang sama. Bessent mengatakan bahwa hal itu belum pernah dilakukan sejak tahun 1930-an, tetapi tidak secara tegas mengesampingkan solusi semacam itu. Bessent mengatakan bahwa ia bahagia dengan pekerjaannya saat ini.

Selain itu, dia mengatakan bahwa pemerintah akan berupaya mencalonkan seorang ketua Fed untuk menggantikan Powell pada musim gugur.

Dengan tingkat pengangguran yang rendah dan inflasi di atas target 2 persen para pejabat Fed enggan memangkas suku bunga dari kisaran 4,25 persen hingga 4,5 persen. Adapun, rencana tarif pemerintahan Trump tidak akan menaikkan harga.

Selain itu, Presiden AS Donald Trump telah mencerca Powell. Powel sendiri merupakan anggota Partai Republik yang ia tunjuk saat pertama kali menjabat.

baca juga

Namun, Presiden tidak dapat memecat Powell karena perselisihan kebijakan. Pejabat pemerintahan Trump berpendapat bahwa RUU pajak yang hampir disahkan di Kongres akan meningkatkan investasi sektor swasta dan memperkuat ekonomi AS, dengan menegaskan bahwa meskipun kenaikan tarif dapat mengakibatkan kenaikan harga satu kali. Kenaikan tersebut tidak akan meningkatkan inflasi dalam jangka panjang.

"Jika mereka ingin membuat kesalahan di sini dan tidak memangkas, tidak apa-apa, Apa yang telah kita lihat sejauh ini adalah bahwa tarif, tarif tidak merugikan. Yang tidak diungkit adalah bahwa tarif akan merugikan ekonomi, tarif akan merugikan pasar," kata Bessent, mengutip pemulihan pasar yang cepat setelah penurunan 15% pada bulan April.

Berdasarkan model Fed sebelumnya, , bank sentral seharusnya sudah memangkas suku bunga yang merupakan "suku bunga riil yang sangat tinggi." Penundaan tersebut meningkatkan kemungkinan bahwa Fed perlu memangkas suku bunga lebih banyak lagi di kemudian hari.

Undang-Undang Federal Reserve secara tegas mengatakan "Anggota Dewan harus mengabdikan seluruh waktu mereka untuk urusan Dewan," yang tampaknya mengesampingkan kemungkinan Bessent melakukan dua pekerjaan sekaligus.

Trump baru-baru ini menunjuk Menteri Luar Negeri Marco Rubio untuk menjabat sebagai penasihat keamanan nasionalnya, menjadikannya orang pertama yang memegang kedua peran tersebut sejak Henry Kissinger pada tahun 1970-an.

Sebelumnya, Powell dalam berbagai kesempatan sebetulnya telah mengungkapkan alasannya menahan suku bunga acuan FFR saat ini di level 4,25 persen-4,5 persen. Ia mengatakan, kebijakan tarif dagang Trump yang tinggi kepada mitra dagang utamanya dapat mengerek tekanan inflasi di AS yang masih di level tinggi, namun pada saat yang bersamaan turut menekankan pertumbuhan ekonomi.

Dilema tersebut, kata Powell, membuat The Fed kini tengah berada dalam posisi yang tidak menyenangkan, karena harus memilih antara mengatasi inflasi dan pengangguran, atau membiarkan pertumbuhan ekonomi terus terperosok.

Dilema ini tak dipedulikan oleh Trump, dia kerap kali kedapatan mengkritik kebijakan moneter Powell. Jay Powell sendiri awalnya menjadi gubernur The Fed setelah dinominasikan oleh Trump selama masa jabatan periode pertamanya sebagai Presiden AS.

Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional atau IMF Kristalina Georgieva mengatakan minggu ini bahwa dengan melemahnya prospek global dalam menghadapi serangan tarif Trump, bank sentral seperti Fed perlu tetap tangkas dan kredibel, dan berlepas diri dari campur tangan politik.

Oleh sebab itu, rencana pemecatan Powell oleh Trump dianggap banyak pihak akan mendorong masalah ekonomi tambahan dengan potensi mengguncang pasar keuangan global. Apalagi, bila didasari pada pertimbangan Trump karena tak setuju dengan kebijakan moneter Powell.

"Kristalisasi tiba-tiba dari ancaman terhadap independensi Fed akan mengintensifkan tekanan pasar dan menggesernya ke arah stagflasi dengan peningkatan tajam risiko," kata Wakil Ketua Firma Investasi Flibal, Evercore ISI, Krishna Guha dalam sebuah catatan

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sri Mulyani: Geopolitik Memanas, Bank Sentral Dunia Dihadapkan Dilema Suku Bunga

Sri Mulyani: Geopolitik Memanas, Bank Sentral Dunia Dihadapkan Dilema Suku Bunga

Bisnis | Rabu, 18 Juni 2025 | 13:46 WIB

Klaim Tak Pandang Parpolnya, Prabowo Siap Pecat Pejabat Bobrok: Lebih Baik Mundur Ketimbang Dicopot!

Klaim Tak Pandang Parpolnya, Prabowo Siap Pecat Pejabat Bobrok: Lebih Baik Mundur Ketimbang Dicopot!

News | Senin, 02 Juni 2025 | 11:59 WIB

Bank Sentral Bakal PHK 24.000 Pegawai, Ini Pemicunya

Bank Sentral Bakal PHK 24.000 Pegawai, Ini Pemicunya

Bisnis | Sabtu, 17 Mei 2025 | 13:41 WIB

Terkini

Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap

Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap

Sumsel | Senin, 03 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3

Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3

Bola | Senin, 03 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik

Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik

Lifestyle | Senin, 03 Agustus 2026 | 22:46 WIB

Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan

Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan

Sumsel | Senin, 03 Agustus 2026 | 22:41 WIB

Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis

Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis

Lifestyle | Senin, 03 Agustus 2026 | 22:30 WIB

Klasemen Piala AFF 2026 Usai Timnas Indonesia Digebuk Vietnam: Wajib Menang di Singapura

Klasemen Piala AFF 2026 Usai Timnas Indonesia Digebuk Vietnam: Wajib Menang di Singapura

Bola | Senin, 03 Agustus 2026 | 22:24 WIB

Mengapa Direktur Bus ALS Jadi Tersangka? Polisi Periksa 50 Saksi sebelum Naikkan Kasus ke Penyidikan

Mengapa Direktur Bus ALS Jadi Tersangka? Polisi Periksa 50 Saksi sebelum Naikkan Kasus ke Penyidikan

Sumsel | Senin, 03 Agustus 2026 | 22:16 WIB

Polda Metro Jaya Siap Ladeni 'Serangan' Praperadilan Keempat Roy Suryo

Polda Metro Jaya Siap Ladeni 'Serangan' Praperadilan Keempat Roy Suryo

News | Senin, 03 Agustus 2026 | 22:15 WIB

Ada Anomali dalam Kebakaran BYD Seal di Cikampek, Investigasi Masih Berlangsung

Ada Anomali dalam Kebakaran BYD Seal di Cikampek, Investigasi Masih Berlangsung

Otomotif | Senin, 03 Agustus 2026 | 22:09 WIB

30 Juta Cowok di China Jomblo, Mak Comblang Jadi Ladang Bisnis Cuan

30 Juta Cowok di China Jomblo, Mak Comblang Jadi Ladang Bisnis Cuan

News | Senin, 03 Agustus 2026 | 22:05 WIB

×