BLT Rp600 Ribu 'Kentang', Ekonomi Sulit Terbang

Mohammad Fadil Djailani

Jum'at, 04 Juli 2025 | 18:09 WIB
BLT Rp600 Ribu 'Kentang', Ekonomi Sulit Terbang
Program subsidi upah alias Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang digelontorkan pemerintah untuk para pekerja sebesar Rp600 ribu dan berakhir Juli 2025, menuai sorotan tajam.

Suara.com - Program subsidi upah alias Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang digelontorkan pemerintah untuk para pekerja sebesar Rp600 ribu dan berakhir Juli 2025, menuai sorotan tajam.

Alih-alih mendongkrak ekonomi secara signifikan, besaran subsidi ini dinilai "tanggung" dan diragukan mampu mendorong pertumbuhan di atas 5% pada Kuartal III 2025.

Menurut Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira, idealnya subsidi upah minimal 30% dari gaji, atau setara Rp1 juta untuk pekerja bergaji Rp3,5 juta. Jika subsidi upah berada di bawah angka Rp600 ribu per bulan, daya dorongnya terhadap konsumsi rumah tangga bakal terbatas.

"Jika subsidi upahnya di bawah Rp600 ribu per bulan, maka daya dorong ke konsumsi rumah tangga bakal terbatas. Sulit untuk ekonomi tumbuh di atas 5% pada Kuartal III 2025," ujar Bhima kepada Suara.com, Jumat (4/7/2025).

Kritik tak berhenti di besaran subsidi. Bhima juga menegaskan bahwa subsidi upah harus diimbangi dengan pengendalian harga kebutuhan pokok dan transportasi perumahan. Tanpa langkah ini, lonjakan harga bisa menggerus daya beli pekerja, membuat subsidi menjadi sia-sia.

"Subsidi upah juga perlu diimbangi dengan pengendalian harga kebutuhan pokok dan transportasi perumahan sehingga daya beli pekerja bisa terjaga," tambah pengamat tersebut, menekankan pentingnya stabilitas harga di pasar.

Selain itu, pemerintah wajib memastikan pekerja informal juga masuk ke skema subsidi upah. Pelajaran penting dari pandemi COVID-19, di mana banyak pekerja informal tidak mendapatkan subsidi upah karena pemerintah masih berbasis data BPJS Ketenagakerjaan, harus menjadi cambuk.

Jutaan pekerja di sektor informal adalah tulang punggung ekonomi, dan mengabaikan mereka dalam skema bantuan sosial akan mengurangi efektivitas program secara keseluruhan.

Jika pemerintah ingin melihat pertumbuhan ekonomi yang kuat dan merata, terutama di Kuartal III 2025, maka evaluasi ulang besaran subsidi upah, komitmen serius terhadap stabilitas harga, dan inklusi pekerja informal dalam program bantuan menjadi keniscayaan. Tanpa langkah-langkah ini, subsidi upah Rp600 ribu mungkin hanya akan menjadi tetesan di tengah lautan tantangan ekonomi.

baca juga

Sebagaimana diketahui, pemerintah akan memberikan Bantuan Subsidi Upah sebesar Rp600.000 untuk dua bulan (Juni dan Juli 2025). Selain karyawan, guru honorer yang gajinya di bawah Rp3,5 juta juga akan mendapatkan bantuan sosial yang satu ini.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati, di Kantor Presiden, kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, menyatakan bantuan ini bertujuan menjaga daya beli masyarakat berpenghasilan rendah, terutama kelompok pekerja dan guru honorer.

"Kelompok yang keempat ini ditujukan kepada para pekerja dan para guru honorer, yaitu pemberian bantuan subsidi upah kepada 17,3 juta pekerja yang memiliki gaji di bawah Rp3,5 juta atau di bawah upah minimum provinsi/kabupaten dan kota," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BRI Salurkan Rp698 Triliun untuk UMKM, Dorong SDGs Nomor 8

BRI Salurkan Rp698 Triliun untuk UMKM, Dorong SDGs Nomor 8

Bisnis | Jum'at, 04 Juli 2025 | 10:11 WIB

Bos OJK Pastikan Kinerja Perbankan Masih Kuat, Likuiditas Aman

Bos OJK Pastikan Kinerja Perbankan Masih Kuat, Likuiditas Aman

Bisnis | Jum'at, 04 Juli 2025 | 08:19 WIB

Jual-Beli Online Kena Pajak: Siap-Siap Harga Naik? Pedagang E-commerce Menjerit!

Jual-Beli Online Kena Pajak: Siap-Siap Harga Naik? Pedagang E-commerce Menjerit!

Video | Kamis, 03 Juli 2025 | 20:45 WIB

Terkini

Manusia Ditargetkan Kembali Mendarat di Bulan pada 2028

Manusia Ditargetkan Kembali Mendarat di Bulan pada 2028

Tekno | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 13:56 WIB

Dulu Benci, Sekarang Relate: Mengapa Squidward Adalah Cermin Pekerja Modern

Dulu Benci, Sekarang Relate: Mengapa Squidward Adalah Cermin Pekerja Modern

Your Say | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 13:50 WIB

Pria 56 Tahun di Samarinda Ditemukan Bersimbah Darah, Lengan Nyaris Putus

Pria 56 Tahun di Samarinda Ditemukan Bersimbah Darah, Lengan Nyaris Putus

Kaltim | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 13:43 WIB

iPad Lipat Apple Disebut Mirip Huawei MateBook Fold?

iPad Lipat Apple Disebut Mirip Huawei MateBook Fold?

Tekno | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 13:25 WIB

Duplikasi Gaya Jokowi Elektabilitas KDM Melejit di Bursa Capres 2029

Duplikasi Gaya Jokowi Elektabilitas KDM Melejit di Bursa Capres 2029

News | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 13:22 WIB

Nubia REDMAGIC 12 Pro+ Menggoda Gamer, Layar Tanpa Notch dan Kipas 25.500 RPM

Nubia REDMAGIC 12 Pro+ Menggoda Gamer, Layar Tanpa Notch dan Kipas 25.500 RPM

Your Say | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 13:20 WIB

Periklindo Minta Kepastian Kebijakan Insentif Motor Listrik Demi Kelangsungan Industri

Periklindo Minta Kepastian Kebijakan Insentif Motor Listrik Demi Kelangsungan Industri

Otomotif | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 13:10 WIB

Koalisi 2029 Bisa Goyah! Prabowo Diminta Rem Pernyataan Kontroversial

Koalisi 2029 Bisa Goyah! Prabowo Diminta Rem Pernyataan Kontroversial

News | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 13:06 WIB

9 Cara Mengatasi Flek Hitam Menahun di Pipi Akibat Paparan Matahari Usia 45 Tahun

9 Cara Mengatasi Flek Hitam Menahun di Pipi Akibat Paparan Matahari Usia 45 Tahun

Lifestyle | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 13:05 WIB

PT Timah Pertimbangkan Opsi Buyback Saham TINS dengan Prinsip Hati Hati

PT Timah Pertimbangkan Opsi Buyback Saham TINS dengan Prinsip Hati Hati

Bisnis | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 13:05 WIB

×