Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.565.000
Beli Rp2.437.000
IHSG 6.039,521
LQ45 598,887
Srikehati 293,773
JII 363,965
USD/IDR 18.094

Pengamat: Pemerintah Tak Ada Pilihan, Subsidi Listrik Memang Harus Melonjak

Achmad Fauzi

Sabtu, 05 Juli 2025 | 14:56 WIB
Pengamat: Pemerintah Tak Ada Pilihan, Subsidi Listrik Memang Harus Melonjak
Petugas memeriksa meteran listrik di Rumah Susun Benhil 2, Jakarta, Selasa (7/1/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Rencana lonjakan subsidi listrik dinilai sebagai langkah yang tidak terelakkan di tengah tekanan ekonomi dan kenaikan biaya pokok produksi listrik.

Pengamat Energi, Bisman Bakhtiar, menyebutkan pemerintah memang tidak memiliki banyak pilihan selain menambah anggaran subsidi demi menjaga stabilitas sosial dan ekonomi nasional.

"Iya benar kemungkinan besar subsidi listrik akan naik karena memang ada kenaikan biaya pokok produksi listrik, faktor ekonomi makro dan juga bertambah konsumsi listrik di golongan yang bersubsidi," ujar Bisman saat dihubungi Suara.com, Sabtu (5/7/2025).

Meski kebijakan ini membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), Bisman menilai langkah tersebut merupakan opsi paling rasional saat ini.

Menurutnya, mengurangi subsidi justru berisiko menaikkan tarif listrik yang bisa berdampak luas.

"Kebijakan ini memang memberatkan APBN tetapi ini merupakan pilihan terbaik daripada mengurangi subsidi tetapi tarif listrik naik, maka risiko ekonomi bisa jauh lebih buruk dan bisa merembet masalah sosial bahkan politik," beber dia.

Petugas memeriksa meteran listrik di Rumah Susun Benhil 2, Jakarta, Selasa (7/1/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]
Petugas memeriksa meteran listrik di Rumah Susun Benhil 2, Jakarta, Selasa (7/1/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]

Ia menekankan bahwa subsidi listrik bukan sekadar intervensi fiskal, tapi juga wujud nyata kehadiran negara dalam melindungi masyarakat dari dampak fluktuasi harga energi, sekaligus menjaga kestabilan ekonomi makro.

"Subsidi merupakan wujud kehadiran negara dan intervensi Pemerintah agar masyarakat tidak terdampak langsung dengan fluktuatif harga. Selain itu juga untuk menjaga stabilitas ekonomi dan menjaga daya beli masyarakat," imbuh Bisman.

Dalam konteks perlambatan ekonomi saat ini, di mana banyak sektor menghadapi keterbatasan lapangan kerja hingga gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK), subsidi listrik dianggap sebagai instrumen penting untuk mempertahankan konsumsi masyarakat.

baca juga

"Dengan situasi ekonomi saat ini yang melambat, lapangan kerja terbatas bahkan terjadi PHK maka penting bagi Pemerintah untuk menjaga daya beli, salah satunya dengan subsidi listrik ke masyarakat. Dengan subsidi maka pengeluaran belanja masyarakat golongan tertentu akan terjaga sehingga masih bisa spend untuk kebutuhan lain," jelasnya.

Selain itu, ia menyebut subsidi listrik sebagai bentuk bantuan langsung yang relatif tepat sasaran dan lebih mudah dikendalikan dalam hal potensi penyimpangan.

Untuk jangka pendek, Bisman menyarankan agar pemerintah tetap mempertahankan besaran subsidi yang memadai, sebelum menerapkan kebijakan selektif dan bertahap terkait tarif.

"Baru jika benar-benar tidak bisa dihindari kenaikan tarif bisa menaikkan tarif secara bertahap. Sambil mempersiapkan diversifikasi energi agar bisa menekan dan lebih rendah biaya produksi," imbuh Bisman.

Anggaran Jebol

Sebelumnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan anggaran subsidi listrik akan membuncit di tahun 2025 ini. Pada tahun ini, anggaran subsidi listrik mencapai Rp 87,72 triliun, namun bisa melonjak hingga sebesar Rp 90,32 triliun.

Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Jisman Hutajulu, menjelaskan kenaikan nilai subsidi ini dipengaruhi oleh tiga faktor, yaitu harga acuan minyak mentah Indonesia (Indonesia Crude Price/ICP), kurs rupiah hingga inflasi.

"Kalau kami hitung untuk outlook 2025 ada Rp 90,32 triliun. Memang ini dipicu oleh parameter yang tidak bisa dikendalikan. Jadi ya kurs ini memang sangat menentukan yang selalu naik terus. Sehingga ada kenaikan di sampingnya," ujarnya dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi XII DPR, di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (30/6/2025).

Jisman menyebut, dari tahun ke tahun jumlah subsidi memang mengalami kenaikan. Di tahun 2020, sambungnya, subsidi listrik mencapai Rp 48 triliun, kemudian pada tahun 2021 naik lagi menjadi RP 50 triliun.

"2022 Rp 59 triliun, 2023 Rp 68 triliun lebih. 2024 Rp 77 triliun. Nah target di 2025 sesuai dengan APBN yang kita sudah sepakati Rp 87,72 triliun," jelas dia.

Hinga Mei 2025, hingga Jisman, realisasi subsidi listrik yang telah dibayar oleh pemerintah mencapai Rp 35 triliun.

"Kemudian perhitungan sampai 2025 sudah mencapai Rp 35 triliun untuk penyerapannya. Dan outlooknya Rp 90,32 triliun," imbuh dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mafia Solar di Tapteng, Bambang Haryadi: Kementerian ESDM dan BPH Migas Harus Tanggung Jawab!

Mafia Solar di Tapteng, Bambang Haryadi: Kementerian ESDM dan BPH Migas Harus Tanggung Jawab!

Bisnis | Sabtu, 05 Juli 2025 | 14:38 WIB

Pembangunan Pabrik Baterai EV di Karawang Bisa Rampung Kuartal III-2026

Pembangunan Pabrik Baterai EV di Karawang Bisa Rampung Kuartal III-2026

Bisnis | Sabtu, 05 Juli 2025 | 10:24 WIB

Anak Buah Sri Mulyani Akui Kebijakan LPG 3 Kg Satu Harga Masih Usulan, Belum Dibahas

Anak Buah Sri Mulyani Akui Kebijakan LPG 3 Kg Satu Harga Masih Usulan, Belum Dibahas

Bisnis | Jum'at, 04 Juli 2025 | 17:47 WIB

Terkini

Dana Asing Masuk Lagi ke Pasar Saham Rp54,47 Miliar, RANS dan ANTM Diborong

Dana Asing Masuk Lagi ke Pasar Saham Rp54,47 Miliar, RANS dan ANTM Diborong

Bisnis | Rabu, 15 Juli 2026 | 13:28 WIB

Tak Sesuai UUD 45, Purbaya Akui Realisasi Anggaran Pendidikan 2025 Tak Capai 20%

Tak Sesuai UUD 45, Purbaya Akui Realisasi Anggaran Pendidikan 2025 Tak Capai 20%

Bisnis | Rabu, 15 Juli 2026 | 13:18 WIB

Peringkat Utang Aman, Mengapa Ekonomi Indonesia Tetap Terancam?

Peringkat Utang Aman, Mengapa Ekonomi Indonesia Tetap Terancam?

Bisnis | Rabu, 15 Juli 2026 | 13:14 WIB

IHSG Masih Betah di Level 6.000 pada Sesi I, BMRI dan BBCA Diserbu

IHSG Masih Betah di Level 6.000 pada Sesi I, BMRI dan BBCA Diserbu

Bisnis | Rabu, 15 Juli 2026 | 13:08 WIB

Pengabdian Menjadi Nilai Ibadah, PNM Berangkatkan Ratusan Karyawan ke Tanah Suci

Pengabdian Menjadi Nilai Ibadah, PNM Berangkatkan Ratusan Karyawan ke Tanah Suci

Bisnis | Rabu, 15 Juli 2026 | 11:29 WIB

Daftar Saham HSC: Update BEI, Emiten Prajogo Pangestu Ikut Masuk List

Daftar Saham HSC: Update BEI, Emiten Prajogo Pangestu Ikut Masuk List

Bisnis | Rabu, 15 Juli 2026 | 11:16 WIB

Purbaya: Prabowo Terus Pantau Kondisi Ekonomi RI, Diskusi Seminggu Sekali

Purbaya: Prabowo Terus Pantau Kondisi Ekonomi RI, Diskusi Seminggu Sekali

Bisnis | Rabu, 15 Juli 2026 | 10:52 WIB

Utang Luar Negeri Indonesia Tembus Rp8.039 Triliun, Beban Pemerintah Terus Membengkak

Utang Luar Negeri Indonesia Tembus Rp8.039 Triliun, Beban Pemerintah Terus Membengkak

Bisnis | Rabu, 15 Juli 2026 | 10:48 WIB

Harga Cabai Anjlok hingga 13%, Beras dan Daging Ayam Justru Kompak Naik

Harga Cabai Anjlok hingga 13%, Beras dan Daging Ayam Justru Kompak Naik

Bisnis | Rabu, 15 Juli 2026 | 10:42 WIB

KAI Mulai Gunakan Biodiesel B50 secara Bertahap pada Lokomotif

KAI Mulai Gunakan Biodiesel B50 secara Bertahap pada Lokomotif

Bisnis | Rabu, 15 Juli 2026 | 10:41 WIB

×