Modal Asing Kabur, Pasar Saham Terkoreksi: OJK Ungkap Tekanan Geopolitik dan Buyback Emiten

Chandra Iswinarno, Rina Anggraeni

Selasa, 08 Juli 2025 | 17:22 WIB
Modal Asing Kabur, Pasar Saham Terkoreksi: OJK Ungkap Tekanan Geopolitik dan Buyback Emiten
Aliran modal asing diperkirakan kabur di tengah kinerja pasar saham domestik yang melemah dan ketidakpastian geopolitik global yang terus berlanjut.[Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Pasar saham Indonesia mengalami tekanan signifikan dalam sebulan terakhir akibat keluarnya modal asing secara masif.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, kinerja pasar saham domestik melemah di tengah ketidakpastian geopolitik global yang terus berlanjut.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Inarno Djajadi, mengungkapkan bahwa secara month-to-date (mtd), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 3,46 persen dan berada di level 6.927,68. Secara year-to-date (ytd), penurunan mencapai 2,15 persen.

Nilai kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp12.178 triliun atau turun 1,95 persen secara mtd dan turun 1,28 persen secara ytd.

"Sementara itu, pada Juni 2025 non-resident mencatatkan net sell sebesar Rp8,38 triliun mtd (secara ytd, net sell sebesar Rp53,57 triliun)," katanya dalam konferensi pers tahunan secara virtual, Selasa (8/7/2025).

Inarno menjelaskan, indeks sektoral pada Juni 2025 umumnya mengalami pelemahan. Penurunan terdalam tercatat di sektor industri dan keuangan, sementara sektor transportasi, logistik, serta bahan baku justru mencatatkan penguatan.

"Di sisi likuiditas transaksi, rata-rata nilai transaksi harian pasar saham secara ytd tercatat Rp13,29 triliun, naik dibandingkan dengan rata-rata nilai transaksi harian pasar saham Mei 2025 sebesar Rp12,90 triliun," lanjutnya.

Di sisi lain, pasar obligasi menunjukkan kinerja positif. Indeks pasar obligasi ICBI menguat 1,18 persen secara mtd ke level 414,00, dengan rata-rata yield SBN turun 8,26 basis poin (bps) mtd dan turun 30,28 bps secara ytd.

Per 30 Juni 2025, investor non-resident tercatat melakukan net sell sebesar Rp7,36 triliun mtd, namun masih mencatat net buy sebesar Rp42,27 triliun secara ytd.

baca juga

Untuk pasar obligasi korporasi, non-resident mencatatkan net sell sebesar Rp0,19 triliun mtd dan Rp1,40 triliun secara ytd. Di industri pengelolaan investasi, nilai Asset Under Management (AUM) per 30 Juni 2025 tercatat sebesar Rp844,69 triliun, turun 0,19 persen secara mtd namun naik 0,87 persen secara ytd.

Nilai Aktiva Bersih (NAB) reksa dana tercatat sebesar Rp510,15 triliun atau turun 0,31 persen mtd, dan naik 2,18 persen ytd, dengan net subscription sebesar Rp0,45 triliun secara mtd dan net redemption sebesar Rp2,02 triliun secara ytd.

Sementara itu, aktivitas penghimpunan dana di pasar modal masih menunjukkan tren positif.

Total nilai Penawaran Umum mencapai Rp142,62 triliun, di mana Rp8,49 triliun berasal dari 16 emiten baru.

Saat ini, terdapat 13 pipeline Penawaran Umum dengan nilai indikatif sebesar Rp9,80 triliun.

Pada sektor Securities Crowdfunding (SCF), hingga 30 Juni 2025, terdapat 18 penyelenggara yang telah mengantongi izin dari OJK.

Totalnya mencakup 852 penerbitan efek dari 525 penerbit, dengan 182.643 pemodal dan dana yang dihimpun mencapai Rp1,60 triliun, seluruhnya teradministrasi di KSEI.

Di pasar derivatif keuangan, dari 10 Januari hingga 30 Juni 2025, terdapat 97 pelaku dan 19 penyelenggara yang telah memperoleh izin prinsip dari OJK.

Ilustrasi OJK. [Ist]
Ilustrasi OJK. Lembaga independen pengawasan keuangan tersebut mencatat adanya modal asing yang hengkang signifikan di tengah persoala geopolitik. [Ist]

Selama Juni 2025, nilai transaksi mencapai Rp135,30 triliun dengan rata-rata harian Rp6,44 triliun, sementara secara ytd nilai rata-rata harian tercatat Rp10,23 triliun.

Total volume transaksi derivatif dengan underlying berupa efek dari 2 Januari hingga 30 Juni 2025 mencapai 591.381 lot dengan nilai akumulasi sebesar Rp1.309,09 triliun.

Untuk perkembangan Bursa Karbon, sejak diluncurkan pada 26 September 2023 hingga 30 Juni 2025, tercatat 112 pengguna jasa yang mengantongi izin, dengan volume perdagangan mencapai 1.599.322 tCO2e dan akumulasi nilai sebesar Rp77,95 miliar.

Dalam periode 20 Maret hingga 30 Juni 2025, tercatat 43 emiten yang menyatakan akan melakukan buyback saham tanpa melalui RUPS, dengan alokasi dana mencapai Rp22,54 triliun.

Dari jumlah tersebut, 35 emiten telah melaksanakan buyback dengan nilai realisasi Rp3,38 triliun atau setara 14,98 persen.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Libur Panjang, Aliran Modal Asing Masuk Rp 2,83 Triliun

Libur Panjang, Aliran Modal Asing Masuk Rp 2,83 Triliun

Bisnis | Minggu, 29 Juni 2025 | 11:02 WIB

Indonesia Kebanjiran Aliran Modal Asing, Sepekan Masuk Rp 5,2 Triliun

Indonesia Kebanjiran Aliran Modal Asing, Sepekan Masuk Rp 5,2 Triliun

Bisnis | Minggu, 15 Juni 2025 | 11:41 WIB

Libur Panjang, Aliran Modal Asing Kabur dari Indonesia Mencapai Rp 4,48 Triliun

Libur Panjang, Aliran Modal Asing Kabur dari Indonesia Mencapai Rp 4,48 Triliun

Bisnis | Jum'at, 06 Juni 2025 | 13:22 WIB

Terkini

Teror Cicilan Pinjol, Pemuda di Tulungagung Ditemukan Meninggal Usai Pamit ke Kekasih

Teror Cicilan Pinjol, Pemuda di Tulungagung Ditemukan Meninggal Usai Pamit ke Kekasih

Jatim | Rabu, 16 September 2026 | 12:36 WIB

7 Tips Menyetrika Kemeja agar Rapi Sempurna, Jangan Asal Gosok

7 Tips Menyetrika Kemeja agar Rapi Sempurna, Jangan Asal Gosok

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 12:35 WIB

Penyebab Mesin Cuci Bergetar Hebat Saat Spin, Ini Cara Mengatasinya

Penyebab Mesin Cuci Bergetar Hebat Saat Spin, Ini Cara Mengatasinya

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 12:34 WIB

9 Rekomendasi Cushion Instaperfect untuk Kulit Matang, Apa Shade Kamu?

9 Rekomendasi Cushion Instaperfect untuk Kulit Matang, Apa Shade Kamu?

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 12:32 WIB

10 Jenazah Dievakuasi dari Bangunan Roboh karena Serangan Udara Israel di Gaza

10 Jenazah Dievakuasi dari Bangunan Roboh karena Serangan Udara Israel di Gaza

News | Rabu, 16 September 2026 | 12:32 WIB

KB Pascapersalinan Bukan Sekadar Kontrasepsi, Tapi Pastikan Anak Dapat ASI dan Pola Asuh Optimal

KB Pascapersalinan Bukan Sekadar Kontrasepsi, Tapi Pastikan Anak Dapat ASI dan Pola Asuh Optimal

News | Rabu, 16 September 2026 | 12:30 WIB

Koper Penumpang Pesawat Tujuan Makassar Berisi Anak Kera Ekor Panjang

Koper Penumpang Pesawat Tujuan Makassar Berisi Anak Kera Ekor Panjang

Sulsel | Rabu, 16 September 2026 | 12:28 WIB

Kecelakaan Maut di Balige, Kakak-Adik Naik Motor Tewas Tabrakan dengan Mobil

Kecelakaan Maut di Balige, Kakak-Adik Naik Motor Tewas Tabrakan dengan Mobil

Sumut | Rabu, 16 September 2026 | 12:22 WIB

Ciri-Ciri Kulit Wajah Over Cleansing Akibat Terlalu Sering Cuci Muka

Ciri-Ciri Kulit Wajah Over Cleansing Akibat Terlalu Sering Cuci Muka

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 12:22 WIB

Jeritan Hati Ibu Korban Pencabulan di Palmerah: 4 Bulan Lapor Polisi, Pelaku Belum Juga Ditangkap

Jeritan Hati Ibu Korban Pencabulan di Palmerah: 4 Bulan Lapor Polisi, Pelaku Belum Juga Ditangkap

News | Rabu, 16 September 2026 | 12:20 WIB

×