Indef Ungkap Target Pertumbuhan Ekonomi 2026 Tinggi Sekali: Terlalu Ambisius

Mohammad Fadil Djailani

Rabu, 09 Juli 2025 | 16:00 WIB
Indef Ungkap Target Pertumbuhan Ekonomi 2026 Tinggi Sekali: Terlalu Ambisius
Suasana gedung bertingkat perkantoran di Jakarta, Kamis (7-3-2024). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Rizal Taufikurahman, melontarkan kritik pedas terhadap asumsi makroekonomi pemerintah untuk tahun 2026. 

Menurut Rizal, target pertumbuhan ekonomi Indonesia yang dipatok di angka 5,2–5,8 persen dinilai terlalu ambisius dan kurang realistis.

"Asumsi dasar makroekonomi 2026, meski masih perencanaan, tapi kita bisa melihat ini tinggi sekali di 5,2–5,8 persen, tengah-tengahnya 5,4 persen," ujar Rizal dalam Diskusi Publik Indef bertajuk ‘Penerimaan Loyo, Utang Kian Jumbo’ yang digelar secara virtual pada Rabu (9/7/2025).

Dalam proyeksi makroekonomi 2026, pemerintah memang menetapkan target yang cukup optimis di berbagai sektor. Untuk pertumbuhan ekonomi, angka 5,2–5,8 persen menjadi target, naik tipis dari APBN 2025 yang sebesar 5,2 persen. Inflasi ditargetkan 1,5–3,5 persen (APBN 2025: 2,5 persen), sementara nilai tukar dolar AS diperkirakan berada di kisaran Rp 16.500–Rp 16.900 (APBN 2025: Rp 16.000).

Di sisi suku bunga, outlook SBN 10 tahun pada 2026 adalah 6,6–7,2 persen (APBN 2025: 7,0 persen). Untuk harga minyak mentah Indonesia, diproyeksikan 60–80 dolar AS per barel (APBN 2025: 82 dolar AS per barel). Lifting minyak mentah ditargetkan 600–605 ribu barel per hari (APBN 2025: 605 ribu barel per hari), dan lifting gas bumi 953–1.017 ribu barel (APBN 2025: 1.005 ribu barel).

"Yang ingin kita konsen adalah pertumbuhan ekonomi. Bagaimana mendorong pertumbuhan ekonomi yang sangat besar? Ini cukup tinggi dengan situasi fiskal yang sangat ketat," tegas Rizal, menyoroti tantangan besar yang membayangi target tersebut.

Fiskal Kian Ketat, Utang Menggunung, Penerimaan Lesu

Rizal menyoroti lambannya penyerapan fiskal Indonesia sepanjang semester I 2025. Kondisi ini diperparah dengan tren peningkatan utang di tengah kebijakan fiskal yang semakin ketat. Dampaknya, penerimaan negara menjadi lesu dan jauh dari harapan, padahal APBN seharusnya menjadi stimulus utama bagi perekonomian.

"Struktur APBN 2025 menunjukkan defisit anggaran sebesar Rp 616,2 triliun, atau 2,53 persen terhadap PDB, dengan outlook yang memburuk menjadi Rp 662 triliun, 2,78 persen dari PDB," paparnya, menunjukkan gambaran suram keuangan negara.

baca juga

Sementara itu, belanja negara tetap membengkak, mencapai Rp 3.621,3 triliun. Rizal secara khusus menyoroti belanja kementerian/lembaga (K/L) yang bahkan melebihi pagu hingga 109,9 persen. Tragisnya, keseimbangan primer kembali mencatatkan angka negatif sebesar Rp 63,3 triliun. Ini mengindikasikan bahwa pemerintah bahkan harus berutang untuk membayar bunga utang.

"Kondisi ini menegaskan bahwa meskipun defisit masih dalam batas aman, kualitas belanja dan efektivitas pendapatan harus diperbaiki agar tidak memperbesar beban fiskal jangka menengah," pungkas Rizal, memberikan peringatan keras akan konsekuensi jika perbaikan tidak segera dilakukan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dear Pak Prabowo: Penerimaan Loyo Utang Kian Jumbo

Dear Pak Prabowo: Penerimaan Loyo Utang Kian Jumbo

Bisnis | Rabu, 09 Juli 2025 | 14:42 WIB

Utang Amerika Serikat Tembus Rp48.900 Triliun, Ini Penyebabnya

Utang Amerika Serikat Tembus Rp48.900 Triliun, Ini Penyebabnya

News | Senin, 07 Juli 2025 | 13:32 WIB

Danantara Minta BUMN Jangan Menang Sendiri, Harus Satu Komando!

Danantara Minta BUMN Jangan Menang Sendiri, Harus Satu Komando!

Bisnis | Sabtu, 05 Juli 2025 | 14:09 WIB

Terkini

Tuding Dakwaan Jaksa Tak Jelas, Febrie Adriansyah Minta Hakim Terima Dalil Nota Perlawanan

Tuding Dakwaan Jaksa Tak Jelas, Febrie Adriansyah Minta Hakim Terima Dalil Nota Perlawanan

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:23 WIB

Media Asing Sorot Kelangkaan BBM Bali, Singgung Kondisi Ekonomi Warga

Media Asing Sorot Kelangkaan BBM Bali, Singgung Kondisi Ekonomi Warga

Bisnis | Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:21 WIB

Negarawan Tidak Harus Mantan Presiden, SBY Ingatkan Politisi Utamakan Negara Baru Partai

Negarawan Tidak Harus Mantan Presiden, SBY Ingatkan Politisi Utamakan Negara Baru Partai

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:20 WIB

ISPA Dominasi 11.707 Kasus Gangguan Kesehatan Akibat Kabut Asap di Pekanbaru

ISPA Dominasi 11.707 Kasus Gangguan Kesehatan Akibat Kabut Asap di Pekanbaru

Riau | Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:20 WIB

E-book Bukan Solusi: Menyoal Keterjangkauan Buku di Tengah Digitalisasi

E-book Bukan Solusi: Menyoal Keterjangkauan Buku di Tengah Digitalisasi

Your Say | Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:20 WIB

Masyarakat Sipil Dorong Pemakzulan Gibran Usai Putusan MK, PKS Siap Jadi Jembatan Aspirasi

Masyarakat Sipil Dorong Pemakzulan Gibran Usai Putusan MK, PKS Siap Jadi Jembatan Aspirasi

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:19 WIB

Yamaha Marine Perluas Layanan Mesin Tempel Dukunng Sektor Bahari Indonesia

Yamaha Marine Perluas Layanan Mesin Tempel Dukunng Sektor Bahari Indonesia

Otomotif | Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:18 WIB

Bukan Lagi Politisi Aktif, SBY: Sekarang Hanya Mentor dan Mendoakan

Bukan Lagi Politisi Aktif, SBY: Sekarang Hanya Mentor dan Mendoakan

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:18 WIB

Siap-siap! Ada Wacana ASN Ambil Gaji di KDMP

Siap-siap! Ada Wacana ASN Ambil Gaji di KDMP

Bisnis | Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:17 WIB

Sekolah Lumpuh 3 Hari akibat BBM Langka di Denpasar, Siswa Belajar Daring

Sekolah Lumpuh 3 Hari akibat BBM Langka di Denpasar, Siswa Belajar Daring

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:15 WIB

×