Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 7.174,321
LQ45 693,788
Srikehati 340,625
JII 472,513
USD/IDR 17.357

Gejolak Tarif Trump Dorong Rupiah Jatuh Hingga ke Level Rp 16.205 Hari ini

Achmad Fauzi | Suara.com

Senin, 14 Juli 2025 | 16:13 WIB
Gejolak Tarif Trump Dorong Rupiah Jatuh Hingga ke Level Rp 16.205 Hari ini
Petugas salah satu tempat penukaran mata uang asing menunjukkan uang rupiah dan dolar AS, Jakarta, Selasa (14/1/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Nilai tukar rupiah ditutup melemah tipis terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Senin, 14 Juli 2025, seiring tekanan eksternal yang masih kuat akibat kebijakan agresif Presiden AS Donald Trump.

Rupiah ditutup di level Rp 16.250 per USD, melemah 32 poin dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp 16.215. Padahal, sempat di awal perdagangan rupiah sempat turun lebih dalam hingga 45 poin.

Menurut Pengamat Mata Uang, Ibrahim Assuabi, pelemahan rupiah kali ini lebih dipengaruhi oleh lonjakan sentimen global setelah serangkaian kebijakan perdagangan proteksionis diumumkan oleh Trump selama sepekan terakhir.

"Kebijakan tarif yang diumumkan Trump semakin menekan mata uang negara-negara berkembang, termasuk rupiah. Pasar menilai risiko geopolitik dan perdagangan semakin tinggi, dan ini menyebabkan investor kembali memburu dolar AS sebagai safe haven," ujar Ibrahim di Jakarta, Senin (14/7/2025).

Petugas salah satu tempat penukaran mata uang asing menunjukkan uang rupiah dan dolar AS, Jakarta, Selasa (14/1/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]
Petugas salah satu tempat penukaran mata uang asing menunjukkan uang rupiah dan dolar AS, Jakarta, Selasa (14/1/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]

Trump sebelumnya mengumumkan tarif baru sebesar 30 persen untuk barang dari Meksiko dan Uni Eropa, yang akan berlaku mulai 1 Agustus. Selain itu, ia juga memberlakukan bea masuk 25 persen terhadap Jepang dan Korea Selatan, serta tarif 50 persen untuk Brasil dan impor komoditas seperti tembaga. Pernyataan Trump bahwa batas waktu tersebut tidak akan diperpanjang memperkuat kekhawatiran pasar terhadap eskalasi perang dagang.

Di sisi geopolitik, sentimen negatif juga muncul setelah Trump mengonfirmasi rencana pengiriman sistem rudal Patriot ke Ukraina. Langkah ini diambil setelah Trump menyatakan kekecewaannya terhadap Presiden Rusia Vladimir Putin karena tidak menunjukkan niat untuk melakukan gencatan senjata.

Dari Asia, data neraca perdagangan Tiongkok sedikit meredakan tekanan, setelah ekspor negeri tirai bambu tersebut tercatat naik di atas ekspektasi pada Juni, berkat pemotongan tarif bersama antara Beijing dan Washington.

Namun pelaku pasar tetap menantikan data inflasi konsumen AS yang akan dirilis Selasa ini, yang diperkirakan meningkat. Jika inflasi masih tinggi, peluang Federal Reserve untuk memangkas suku bunga menjadi semakin sempit, meskipun didesak oleh Trump.

Dari dalam negeri, Bank Indonesia (BI) melaporkan bahwa utang luar negeri (ULN) Indonesia per Mei 2025 naik menjadi USD 435,6 miliar atau sekitar Rp 7.100,28 triliun. Meski meningkat dalam nominal dolar, nilai dalam rupiah justru menurun dari bulan sebelumnya akibat penguatan kurs.

Pertumbuhan tahunan ULN juga mengalami perlambatan menjadi 6,8 persen (YoY), turun dari 8,2 persen pada April. Perlambatan ini disebabkan oleh kontraksi di sektor swasta dan perlambatan ULN sektor publik. Meski demikian, BI menegaskan struktur ULN Indonesia tetap sehat, dengan rasio terhadap PDB sebesar 30,6 persen dan dominasi utang jangka panjang mencapai 84,6 persen dari total.

"Fundamental ekonomi domestik kita sebenarnya masih cukup kuat, terlihat dari struktur ULN dan cadangan devisa yang stabil. Namun, karena tekanan eksternal yang luar biasa tinggi saat ini, termasuk potensi lonjakan inflasi global, pelaku pasar cenderung wait and see dan lebih memilih aset dalam denominasi dolar," kata Ibrahim.

Ia juga memperkirakan bahwa rupiah akan tetap berada dalam tekanan dalam jangka pendek, meskipun masih ada ruang penguatan jika data inflasi AS ternyata tidak setinggi ekspektasi.

"Pasar akan sangat responsif terhadap data inflasi AS dan sinyal dari The Fed. Jika inflasi stagnan, ada peluang rupiah bisa rebound secara teknikal,” pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menko Airlangga Klaim Indonesia Lolos dari Pengenaan Tarif Trump 32 Persen

Menko Airlangga Klaim Indonesia Lolos dari Pengenaan Tarif Trump 32 Persen

Bisnis | Senin, 14 Juli 2025 | 08:09 WIB

Gara-gara Trump, Harga Baju di Uniqlo Bakal Naik

Gara-gara Trump, Harga Baju di Uniqlo Bakal Naik

Bisnis | Jum'at, 11 Juli 2025 | 12:10 WIB

Ketidakpastian Global Belum Mereda, Tabungan Dolar AS Makin Banyak Digunakan

Ketidakpastian Global Belum Mereda, Tabungan Dolar AS Makin Banyak Digunakan

Bisnis | Jum'at, 11 Juli 2025 | 07:36 WIB

Terkini

15 Juta Penduduk Usia Produktif Belum Punya Rekening Bank

15 Juta Penduduk Usia Produktif Belum Punya Rekening Bank

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 07:29 WIB

Update Harga Emas Pegadaian Hari Ini: Antam Naik, UBS Justru Turun!

Update Harga Emas Pegadaian Hari Ini: Antam Naik, UBS Justru Turun!

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 07:19 WIB

Menebak IHSG di Tengah Silang Sengkarut Geopolitik Global dan Rekor Bursa Asia

Menebak IHSG di Tengah Silang Sengkarut Geopolitik Global dan Rekor Bursa Asia

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 06:59 WIB

Harga Minyak Turun di Bawah 100 Dolar Imbas Perkembangan 'Positif' Nego Perang Iran

Harga Minyak Turun di Bawah 100 Dolar Imbas Perkembangan 'Positif' Nego Perang Iran

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:30 WIB

Krisis Global? Tabungan Orang Kaya Semakin Gemuk

Krisis Global? Tabungan Orang Kaya Semakin Gemuk

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 20:35 WIB

Lebih Rentan Meledak, Distribusi CNG Lebih Baik Lewat Jargas

Lebih Rentan Meledak, Distribusi CNG Lebih Baik Lewat Jargas

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 20:23 WIB

Pertamina Jajaki SLB sebagai Mitra Teknologi, Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Pertamina Jajaki SLB sebagai Mitra Teknologi, Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 20:17 WIB

Harga MinyaKita Mahal, Pedagang: Mending Beli Minyak Goreng yang Lain!

Harga MinyaKita Mahal, Pedagang: Mending Beli Minyak Goreng yang Lain!

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 20:14 WIB

Laba Bank Jago Melonjak 42 Persen di Kuartal I 2026, Tiga Arahan Jadi Kunci

Laba Bank Jago Melonjak 42 Persen di Kuartal I 2026, Tiga Arahan Jadi Kunci

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 19:57 WIB

Dorong Reintegrasi Sosial, Kemnaker Siapkan Akses Kerja bagi Eks Warga Binaan

Dorong Reintegrasi Sosial, Kemnaker Siapkan Akses Kerja bagi Eks Warga Binaan

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 19:51 WIB