Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.343,711
LQ45 630,859
Srikehati 307,881
JII 380,533
USD/IDR 17.914

Gejolak Tarif Trump Dorong Rupiah Jatuh Hingga ke Level Rp 16.205 Hari ini

Achmad Fauzi

Senin, 14 Juli 2025 | 16:13 WIB
Gejolak Tarif Trump Dorong Rupiah Jatuh Hingga ke Level Rp 16.205 Hari ini
Petugas salah satu tempat penukaran mata uang asing menunjukkan uang rupiah dan dolar AS, Jakarta, Selasa (14/1/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Nilai tukar rupiah ditutup melemah tipis terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Senin, 14 Juli 2025, seiring tekanan eksternal yang masih kuat akibat kebijakan agresif Presiden AS Donald Trump.

Rupiah ditutup di level Rp 16.250 per USD, melemah 32 poin dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp 16.215. Padahal, sempat di awal perdagangan rupiah sempat turun lebih dalam hingga 45 poin.

Menurut Pengamat Mata Uang, Ibrahim Assuabi, pelemahan rupiah kali ini lebih dipengaruhi oleh lonjakan sentimen global setelah serangkaian kebijakan perdagangan proteksionis diumumkan oleh Trump selama sepekan terakhir.

"Kebijakan tarif yang diumumkan Trump semakin menekan mata uang negara-negara berkembang, termasuk rupiah. Pasar menilai risiko geopolitik dan perdagangan semakin tinggi, dan ini menyebabkan investor kembali memburu dolar AS sebagai safe haven," ujar Ibrahim di Jakarta, Senin (14/7/2025).

Petugas salah satu tempat penukaran mata uang asing menunjukkan uang rupiah dan dolar AS, Jakarta, Selasa (14/1/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]
Petugas salah satu tempat penukaran mata uang asing menunjukkan uang rupiah dan dolar AS, Jakarta, Selasa (14/1/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]

Trump sebelumnya mengumumkan tarif baru sebesar 30 persen untuk barang dari Meksiko dan Uni Eropa, yang akan berlaku mulai 1 Agustus. Selain itu, ia juga memberlakukan bea masuk 25 persen terhadap Jepang dan Korea Selatan, serta tarif 50 persen untuk Brasil dan impor komoditas seperti tembaga. Pernyataan Trump bahwa batas waktu tersebut tidak akan diperpanjang memperkuat kekhawatiran pasar terhadap eskalasi perang dagang.

Di sisi geopolitik, sentimen negatif juga muncul setelah Trump mengonfirmasi rencana pengiriman sistem rudal Patriot ke Ukraina. Langkah ini diambil setelah Trump menyatakan kekecewaannya terhadap Presiden Rusia Vladimir Putin karena tidak menunjukkan niat untuk melakukan gencatan senjata.

Dari Asia, data neraca perdagangan Tiongkok sedikit meredakan tekanan, setelah ekspor negeri tirai bambu tersebut tercatat naik di atas ekspektasi pada Juni, berkat pemotongan tarif bersama antara Beijing dan Washington.

Namun pelaku pasar tetap menantikan data inflasi konsumen AS yang akan dirilis Selasa ini, yang diperkirakan meningkat. Jika inflasi masih tinggi, peluang Federal Reserve untuk memangkas suku bunga menjadi semakin sempit, meskipun didesak oleh Trump.

Dari dalam negeri, Bank Indonesia (BI) melaporkan bahwa utang luar negeri (ULN) Indonesia per Mei 2025 naik menjadi USD 435,6 miliar atau sekitar Rp 7.100,28 triliun. Meski meningkat dalam nominal dolar, nilai dalam rupiah justru menurun dari bulan sebelumnya akibat penguatan kurs.

baca juga

Pertumbuhan tahunan ULN juga mengalami perlambatan menjadi 6,8 persen (YoY), turun dari 8,2 persen pada April. Perlambatan ini disebabkan oleh kontraksi di sektor swasta dan perlambatan ULN sektor publik. Meski demikian, BI menegaskan struktur ULN Indonesia tetap sehat, dengan rasio terhadap PDB sebesar 30,6 persen dan dominasi utang jangka panjang mencapai 84,6 persen dari total.

"Fundamental ekonomi domestik kita sebenarnya masih cukup kuat, terlihat dari struktur ULN dan cadangan devisa yang stabil. Namun, karena tekanan eksternal yang luar biasa tinggi saat ini, termasuk potensi lonjakan inflasi global, pelaku pasar cenderung wait and see dan lebih memilih aset dalam denominasi dolar," kata Ibrahim.

Ia juga memperkirakan bahwa rupiah akan tetap berada dalam tekanan dalam jangka pendek, meskipun masih ada ruang penguatan jika data inflasi AS ternyata tidak setinggi ekspektasi.

"Pasar akan sangat responsif terhadap data inflasi AS dan sinyal dari The Fed. Jika inflasi stagnan, ada peluang rupiah bisa rebound secara teknikal,” pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menko Airlangga Klaim Indonesia Lolos dari Pengenaan Tarif Trump 32 Persen

Menko Airlangga Klaim Indonesia Lolos dari Pengenaan Tarif Trump 32 Persen

Bisnis | Senin, 14 Juli 2025 | 08:09 WIB

Gara-gara Trump, Harga Baju di Uniqlo Bakal Naik

Gara-gara Trump, Harga Baju di Uniqlo Bakal Naik

Bisnis | Jum'at, 11 Juli 2025 | 12:10 WIB

Ketidakpastian Global Belum Mereda, Tabungan Dolar AS Makin Banyak Digunakan

Ketidakpastian Global Belum Mereda, Tabungan Dolar AS Makin Banyak Digunakan

Bisnis | Jum'at, 11 Juli 2025 | 07:36 WIB

Terkini

Singapura Tahan Indonesia: Garuda Terhenti, Wasit Oman Dituding Biang Kerok

Singapura Tahan Indonesia: Garuda Terhenti, Wasit Oman Dituding Biang Kerok

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 22:07 WIB

PDIP Minta Kenaikan Gaji Kepala Daerah Ditunda, Ini Alasannya

PDIP Minta Kenaikan Gaji Kepala Daerah Ditunda, Ini Alasannya

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 22:06 WIB

1O1 STYLE Yogyakarta Malioboro Kembali dengan 'Rasa Merdeka': Sambut Agustusan dengan Rasa dan Tawa

1O1 STYLE Yogyakarta Malioboro Kembali dengan 'Rasa Merdeka': Sambut Agustusan dengan Rasa dan Tawa

Jogja | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 21:51 WIB

3 Fakta Kontroversi Wasit Oman Khalfan Al Amouri Laga Singapura vs Indonesia

3 Fakta Kontroversi Wasit Oman Khalfan Al Amouri Laga Singapura vs Indonesia

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 21:47 WIB

Rotasi Pasmar 1: Kolonel Sri Utomo Pimpin Brigif 1, Sejumlah Jabatan Strategis Berganti

Rotasi Pasmar 1: Kolonel Sri Utomo Pimpin Brigif 1, Sejumlah Jabatan Strategis Berganti

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 21:45 WIB

Usai Diperiksa 7 Jam, Febrie Adriansyah Bungkam soal Kasus Emas 74 Kilogram

Usai Diperiksa 7 Jam, Febrie Adriansyah Bungkam soal Kasus Emas 74 Kilogram

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 21:42 WIB

Suzuki XL7 Tampil Perkasa di GIIAS 2026

Suzuki XL7 Tampil Perkasa di GIIAS 2026

Otomotif | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 21:39 WIB

Profil Wasit VAR Pansa Chaisanit yang Batalkan Kartu Merah Song Ui-young Laga Indonesia vs Singapura

Profil Wasit VAR Pansa Chaisanit yang Batalkan Kartu Merah Song Ui-young Laga Indonesia vs Singapura

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 21:35 WIB

UGM Nonaktifkan Elda Putri dari PPDS 3 Bulan Imbas Komentar Merendahkan Pasien BPJS

UGM Nonaktifkan Elda Putri dari PPDS 3 Bulan Imbas Komentar Merendahkan Pasien BPJS

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 21:28 WIB

Saksi Kunci di Kasus Febrie Belum Dilindungi LPSK, Kejagung Pantau Terus Keamanan Ferry Boboho

Saksi Kunci di Kasus Febrie Belum Dilindungi LPSK, Kejagung Pantau Terus Keamanan Ferry Boboho

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 21:25 WIB

×