Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.599.000
Beli Rp2.485.000
IHSG 5.924,360
LQ45 589,254
Srikehati 291,550
JII 348,641
USD/IDR 18.064

Gara-gara Trump, Harga Baju di Uniqlo Bakal Naik

Dwi Bowo Raharjo, Rina Anggraeni

Jum'at, 11 Juli 2025 | 12:10 WIB
Gara-gara Trump, Harga Baju di Uniqlo Bakal Naik
Harga pakaian di UNIQLO akan naik. (dok. Uniqlo)

Suara.com - Fast Retailing Jepang, pemilik merek pakaian Uniqlo bakal menaikkan harganya. Ini menyusul tarif Presiden Trimp yang lebih tinggi akan mulai berdampak signifikan terhadap operasionalnya di Amerika Serikat.

Kenaikan harga guna mengurangi dampak tersebut. Terlebih, kekhawatiran tentang inflasi yang kembali melonjak dan perlambatan ekonomi yang dipicu oleh penerapan tarif yang tidak menentu oleh Presiden AS Donald Trump telah meredam antusiasme berbelanja di AS dan pasar konsumen utama lainnya.

Mayoritas produk Uniqlo yang dijual di AS diproduksi di Asia Tenggara dan Asia Selatan. Awal pekan ini, Trump telah menetapkan batas waktu baru 1 Agustus untuk tarif "timbal balik", yang akan memengaruhi hampir semua mitra dagang.

"Tidak dapat dihindari bahwa kami akan terdampak secara signifikan mulai musim gugur dan musim dingin. Akan sulit untuk menanggung semua biaya," kata Direktur Keuangan Fast Retailing, Takeshi Okazaki, dalam konferensi pendapatan kuartalannya dilansir The Economic Times, Jumat (11/7/2025).

"Pendekatan kami adalah menaikkan harga jika memungkinkan dan bukan jika tidak memungkinkan, sambil pada akhirnya berfokus pada penciptaan bisnis berkelanjutan yang menghasilkan keuntungan secara aman," tambahnya.

Dalam suratnya pada hari Rabu, Trump memberi tahu Sri Lanka, eksportir pakaian utama ke AS, akan dikenakan tarif 30 persenmulai 1 Agustus.

Pesaingnya, Vietnam, akan dikenakan tarif AS yang lebih rendah, yaitu 20 persen. Tetapo pengiriman barang dari negara ketiga melalui Vietnam akan dikenakan tarif 40 persen.

Untuk tahun fiskal berjalan hingga akhir Agustus, perusahaan mempertahankan proyeksi laba operasionalnya di angka 545 miliar yen, karena memperkirakan dampak tarif yang terbatas akibat pengiriman awal ke pasar AS.

"Dampak pada tahun fiskal 2025 kemungkinan terbatas, berapa pun tarifnya," kata perusahaan itu dalam laporan laba rugi.

baca juga

Dia menambahkan bahwa mereka telah mengirimkan sejumlah besar produk ke AS. Fast Retailing menyatakan laba operasional dalam tiga bulan hingga 31 Mei naik 1,4 persen menjadi 146,7 miliar yen (1,00 miliar dolar AS. Laba kni di bawah perkiraan konsensus sebesar 153,8 miliar yen berdasarkan jajak pendapat LSEG yang melibatkan lima analis.

Dari satu toko di Hiroshima, Jepang bagian barat, 40 tahun yang lalu, Uniqlo telah berkembang menjadi lebih dari 2.500 lokasi di seluruh dunia, menjual bulu domba dan kemeja katun murah yang sebagian besar dibuat di Tiongkok dan pusat manufaktur Asia lainnya.

Namun, model bisnis tersebut telah dijungkirbalikkan oleh tarif yang diumumkan secara luas oleh Trump, sementara penurunan penjualan di Tiongkok akibat lemahnya permintaan konsumen di negara dengan ekonomi terbesar kedua di dunia tersebut telah menekan laba.

Uniqlo memperkirakan penjualan dan laba kuartal keempat yang lebih rendah di Tiongkok akibat lesunya permintaan pakaian jadi secara keseluruhan. Perusahaan baru-baru ini melirik Amerika Utara dan Eropa untuk pertumbuhan karena ekonomi yang melambat di Tiongkok, pasar konsumen luar negeri terbesarnya dengan lebih dari 900 toko Uniqlo di daratan utama.

Sebelumnya, tarif Presiden Trump yang akan berlaku pada 1 Agustus mendatang. Pasalnya, Jepang terkena tarif 25 persen.

Dalam suratnya yang ditujukan kepada Presiden Korsel dan Perdana Menteri Jepang yang diunggahnya di Truth Social, Trump mengatakan tarif baru akan terpisah dari semua tarif sektoral lainnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BI Diprediksi Pangkas Suku Bunga Imbas Indonesia Kena Tarif Tinggi AS

BI Diprediksi Pangkas Suku Bunga Imbas Indonesia Kena Tarif Tinggi AS

Bisnis | Jum'at, 11 Juli 2025 | 07:10 WIB

1,2 Juta Orang Terancam Tak Bisa Bekerja Imbas Tarif Trump 32 Persen

1,2 Juta Orang Terancam Tak Bisa Bekerja Imbas Tarif Trump 32 Persen

Bisnis | Kamis, 10 Juli 2025 | 18:25 WIB

Tarif Resiprokal 32% dari AS, Pemerintah Indonesia Siap Negosiasi

Tarif Resiprokal 32% dari AS, Pemerintah Indonesia Siap Negosiasi

Foto | Kamis, 10 Juli 2025 | 18:11 WIB

Soal Tarif Trump 32 Persen, Nasib RI Ditentukan 3 Minggu Lagi

Soal Tarif Trump 32 Persen, Nasib RI Ditentukan 3 Minggu Lagi

Bisnis | Kamis, 10 Juli 2025 | 18:01 WIB

Taliban Promosikan Pariwisata Afghanistan dengan Parodi 'Nyentrik': Berani Coba?

Taliban Promosikan Pariwisata Afghanistan dengan Parodi 'Nyentrik': Berani Coba?

Video | Kamis, 10 Juli 2025 | 16:40 WIB

Terkini

Bersinergi dalam Prestasi, PNM Dorong Peningkatan Produktivitas Lewat Kegiatan Sportivitas

Bersinergi dalam Prestasi, PNM Dorong Peningkatan Produktivitas Lewat Kegiatan Sportivitas

Bisnis | Minggu, 12 Juli 2026 | 18:39 WIB

BRI Salurkan Ambulans untuk SMA Taruna Nusantara, Perkuat Layanan Kesehatan Sekolah

BRI Salurkan Ambulans untuk SMA Taruna Nusantara, Perkuat Layanan Kesehatan Sekolah

Bisnis | Minggu, 12 Juli 2026 | 18:24 WIB

19.539 Unit Kopdes Segera Dibangun, Menkop: 83.000 KDMP Sudah Berbadan Hukum

19.539 Unit Kopdes Segera Dibangun, Menkop: 83.000 KDMP Sudah Berbadan Hukum

Bisnis | Minggu, 12 Juli 2026 | 17:59 WIB

Rupiah Terancam! Siap-siap Hadapi Tekanan Berat Senin Besok

Rupiah Terancam! Siap-siap Hadapi Tekanan Berat Senin Besok

Bisnis | Minggu, 12 Juli 2026 | 17:34 WIB

Aturan Free Float, Puluhan Saham Big Caps Berisiko Kena Tekanan Jual

Aturan Free Float, Puluhan Saham Big Caps Berisiko Kena Tekanan Jual

Bisnis | Minggu, 12 Juli 2026 | 16:54 WIB

Bahlil Buka Peluang Aceh Dapat Porsi Manfaat Lebih Besar dari Blok Andaman

Bahlil Buka Peluang Aceh Dapat Porsi Manfaat Lebih Besar dari Blok Andaman

Bisnis | Minggu, 12 Juli 2026 | 15:06 WIB

Ancaman Resesi Global! Trump Deklarasikan Perang, Pangkalan Militer AS Diserang Iran

Ancaman Resesi Global! Trump Deklarasikan Perang, Pangkalan Militer AS Diserang Iran

Bisnis | Minggu, 12 Juli 2026 | 14:46 WIB

IHSG Sepekan Menguat ke Level 5.924, Kapitalisasi Pasar BEI Meroket

IHSG Sepekan Menguat ke Level 5.924, Kapitalisasi Pasar BEI Meroket

Bisnis | Minggu, 12 Juli 2026 | 14:19 WIB

Jaga Rekening Tetap Aktif, BRI Perkuat Sistem Keamanan dan Perlindungan Nasabah

Jaga Rekening Tetap Aktif, BRI Perkuat Sistem Keamanan dan Perlindungan Nasabah

Bisnis | Minggu, 12 Juli 2026 | 12:42 WIB

Emas Antam Tembus Rp2,7 Juta per Gram, Cek Rincian Harga di Pegadaian Hari Ini

Emas Antam Tembus Rp2,7 Juta per Gram, Cek Rincian Harga di Pegadaian Hari Ini

Bisnis | Minggu, 12 Juli 2026 | 11:30 WIB

×