Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.845.000
Beli Rp2.715.000
IHSG 7.129,490
LQ45 690,764
Srikehati 337,455
JII 482,445
USD/IDR 17.273

Mengapa Pakar Bilang Investasi Kripto Justru Makin Menarik di 2025

Muhammad Yunus | Suara.com

Kamis, 24 Juli 2025 | 20:17 WIB
Mengapa Pakar Bilang Investasi Kripto Justru Makin Menarik di 2025
Ilustrasi: crypto winter—badai koreksi brutal yang membuat banyak investor pemula kapok dan menelan ludah

Suara.com - Ingat hiruk pikuk kripto beberapa tahun lalu? Saat harga Bitcoin meroket ke langit, dan semua orang mendadak jadi "pakar" blockchain.

Lalu datanglah crypto winter—badai koreksi brutal yang membuat banyak investor pemula kapok dan menelan ludah.

Pasar yang tadinya penuh euforia berubah menjadi senyap, diiringi narasi bahwa "gelembung kripto telah pecah".

Namun, di tengah kesunyian itu, sesuatu yang menarik terjadi. Para pemain besar, para ahli keuangan, dan institusi raksasa justru diam-diam masuk.

Kini, setelah badai sedikit mereda, banyak pakar yang justru berpendapat bahwa investasi kripto tidak hanya masih relevan, tetapi mungkin berada di babak baru yang jauh lebih menarik dan matang.

Lupakan sejenak hype soal "cuan kilat". Mari kita bedah mengapa, menurut para ahli, aset digital ini masih menjadi arena yang sangat potensial, lengkap dengan ranjau yang harus diwaspadai.

1. Peluang: Ini Bukan Lagi Permainan Anak Kemarin Sore

Daya tarik kripto di era sekarang bukan lagi sekadar soal spekulasi liar. Para pakar menunjuk pada tiga pilar fundamental yang mengubah permainan:

Validasi Institusional: Ini adalah pembeda terbesar. Raksasa manajer investasi seperti BlackRock dan Fidelity telah meluncurkan produk Bitcoin ETF (Exchange-Traded Fund) di Amerika Serikat.

Ini ibarat membuka gerbang tol bagi dana triliunan dolar dari investor institusional yang tadinya ragu-ragu.

"Ketika uang pintar mulai masuk, itu bukan lagi sekadar aset spekulatif, melainkan kelas aset yang diakui," ungkap seorang analis aset digital.

Perkembangan Teknologi Nyata (Utility): Di balik fluktuasi harga Bitcoin, teknologi blockchain terus berkembang.

Kita melihat kebangkitan DeFi (Decentralized Finance) yang menawarkan layanan perbankan tanpa perantara, NFT yang berevolusi menjadi bukti kepemilikan digital yang sah, dan smart contract yang menjadi fondasi aplikasi desentralisasi (dApps).

Nilai kripto masa depan tidak lagi diukur dari kelangkaannya saja, tapi dari kegunaan nyatanya.

Siklus Makroekonomi (Bitcoin Halving): Khusus untuk Bitcoin, ada peristiwa terprogram yang disebut halving—di mana imbalan bagi para penambang dipotong setengah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Modal Rp100 Ribu Bisa Jadi Jutawan? Ternyata Ini Kuncinya

Modal Rp100 Ribu Bisa Jadi Jutawan? Ternyata Ini Kuncinya

Bisnis | Kamis, 24 Juli 2025 | 19:30 WIB

Heboh Transfer Data Pribadi, Airlangga Ungkap 12 Perusahaan AS Investasi Pusat Data ke RI

Heboh Transfer Data Pribadi, Airlangga Ungkap 12 Perusahaan AS Investasi Pusat Data ke RI

Tekno | Kamis, 24 Juli 2025 | 18:54 WIB

Investasi Emas atau Saham: Mana yang Lebih Cuan di Tengah Badai Ekonomi 2025?

Investasi Emas atau Saham: Mana yang Lebih Cuan di Tengah Badai Ekonomi 2025?

Bisnis | Kamis, 24 Juli 2025 | 18:14 WIB

Terkini

3 Jenis Reksadana yang Paling Cocok untuk Investor Pemula, Risiko Rendah

3 Jenis Reksadana yang Paling Cocok untuk Investor Pemula, Risiko Rendah

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 15:41 WIB

Indonesia Merugi Rp30 Triliun per Tahun dari Makanan Tidak Aman

Indonesia Merugi Rp30 Triliun per Tahun dari Makanan Tidak Aman

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 15:41 WIB

Wamenkeu: MBG Absen di Sabtu Rp1 Triliun Dihemat per Pekan

Wamenkeu: MBG Absen di Sabtu Rp1 Triliun Dihemat per Pekan

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 15:32 WIB

Perkuat Ketahanan Energi Nasional, PHE Dorong KSOT Struktur dan Area Migas dengan standar HSSE Ketat

Perkuat Ketahanan Energi Nasional, PHE Dorong KSOT Struktur dan Area Migas dengan standar HSSE Ketat

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 15:27 WIB

Krakatau Steel Bidik Laba Bersih Paling Kecil Rp 2 Triliun di 2026

Krakatau Steel Bidik Laba Bersih Paling Kecil Rp 2 Triliun di 2026

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 15:09 WIB

Izin Konsesi Dicabut Prabowo, Toba Pulp PHK Hampir Semua Karyawan

Izin Konsesi Dicabut Prabowo, Toba Pulp PHK Hampir Semua Karyawan

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 14:57 WIB

Purbaya Pede Pertumbuhan Ekonomi 8% Tercapai 2-3 Tahun Lagi

Purbaya Pede Pertumbuhan Ekonomi 8% Tercapai 2-3 Tahun Lagi

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 14:39 WIB

Klaim Ekonomi Bagus, Purbaya: Sekarang Banyak Berita Jelek-jelekin Saya

Klaim Ekonomi Bagus, Purbaya: Sekarang Banyak Berita Jelek-jelekin Saya

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 14:23 WIB

Mengapa Rupiah Terus Anjlok?

Mengapa Rupiah Terus Anjlok?

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 14:00 WIB

Trump Ngambek Soal Nuklir, Buntu Negosiasi AS-Iran Bikin Harga Minyak Jadi USD 107

Trump Ngambek Soal Nuklir, Buntu Negosiasi AS-Iran Bikin Harga Minyak Jadi USD 107

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 13:58 WIB