Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.778.000
Beli Rp2.653.000
IHSG 6.162,045
LQ45 620,444
Srikehati 309,367
JII 386,908
USD/IDR 17.712

Penjualan Terus Anjlok, Starbucks Tutup Gerai Layanan Pemesanan Online

Iwan Supriyatna | Rina Anggraeni | Suara.com

Rabu, 30 Juli 2025 | 13:18 WIB
Penjualan Terus Anjlok, Starbucks Tutup Gerai Layanan Pemesanan Online
Ilustrasi Starbucks.

Suara.com - Starbucks mengatakan akan menutup gerai pemesanan online dan layanan ambil sendiri. Beberapa gerai yang saat ini hanya melayani pengambilan pesanan sendiri akan diubah untuk menyediakan tempat duduk.

Lantaran, jaringan kopi terbesar di dunia ini terus merombak operasionalnya. Bos Starbucks, Brian Niccol mengungkapkan laporan keuangan perusahaan selama tiga bulan hingga akhir Juni menunjukkan bahwa penjualan di gerai yang sama telah turun selama enam kuartal berturut-turut.

"Kami mendapati format ini terlalu transaksional dan kurang memiliki kehangatan serta koneksi manusiawi yang menjadi ciri khas merek kami," ujar Niccol kepada para investor dilansir BBC, Rabu (30/7/2025).

Sebagai gantinya, perusahaan akan memprioritaskan kedai kopi yang ramah dengan tempat duduk yang nyaman. Serta, berfokus pada pengantaran minuman dalam waktu empat menit atau kurang di kafe dan drive-through.

"Kembali ke Starbucks yang bertujuan untuk memberikan pengalaman yang lebih baik bagi pelanggan dan meningkatkan kinerja keuangan perusahaan," katanya.

Setidaknya 1.000 kafenya di AS akan direnovasi pada akhir tahun depan. Dengan tampilan baru dan rencana untuk mengganti ribuan kursi yang lebih baik.

Pada bulan April, Niccol mengatakan perusahaan akan merekrut lebih banyak barista dan mengurangi rencana untuk menerapkan otomatisasi.

Perusahaan juga sedang merombak menu dan aturan berpakaian perusahaan. Jaringan kedai kopi ini memiliki lebih dari 41.000 gerai di seluruh dunia.

Saham Starbucks naik lebih dari 4,5% dalam perdagangan yang diperpanjang pada hari Selasa di New York.

Selain itu, perusahaan mengurangi penawaran diskon dan memperluas pemasaran di luar program loyalitasnya.

Starbucks tetap menghadapi sejumlah tantangan, terutama di Tiongkok, salah satu pasar utamanya. Penjualan di negara tersebut mencatat penurunan untuk kuartal keempat berturut-turut, memperbesar peluang bagi pesaing seperti Luckin Coffee.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Starbuck Minta Karyawan Kembali Kerja di Kantor Selama Empat Hari

Starbuck Minta Karyawan Kembali Kerja di Kantor Selama Empat Hari

Bisnis | Selasa, 15 Juli 2025 | 14:38 WIB

Cuman Masalah Baju, 2000 Barista Starbuck Mogok Kerja

Cuman Masalah Baju, 2000 Barista Starbuck Mogok Kerja

Bisnis | Senin, 19 Mei 2025 | 08:02 WIB

Starbucks Terus Alami Kerugian, Ini Penyebabnya

Starbucks Terus Alami Kerugian, Ini Penyebabnya

Bisnis | Rabu, 30 April 2025 | 07:18 WIB

Terkini

Tekanan Ekonomi Bikin Investor RI Mulai Lirik Aset Kripto dan Emas Digital

Tekanan Ekonomi Bikin Investor RI Mulai Lirik Aset Kripto dan Emas Digital

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 17:28 WIB

Begini Kondisi Listrik di Sumatra, Masih Banyak yang Padam?

Begini Kondisi Listrik di Sumatra, Masih Banyak yang Padam?

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 17:16 WIB

OJK Lihat Bisnis BPD Masih Baik-baik Saja

OJK Lihat Bisnis BPD Masih Baik-baik Saja

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 17:05 WIB

Harga Minyak DIproyeksi Bergejolak dalam 60 Hari ke Depan Usai Sanksi Iran Dicabut

Harga Minyak DIproyeksi Bergejolak dalam 60 Hari ke Depan Usai Sanksi Iran Dicabut

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 16:57 WIB

Bantah Krisis 1998 Terulang, Purbaya: Saya Pinteran Dikit dari IMF

Bantah Krisis 1998 Terulang, Purbaya: Saya Pinteran Dikit dari IMF

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 16:24 WIB

NCKL Siapkan Rp1 Triliun untuk Buyback Saham, Cek Jadwalnya

NCKL Siapkan Rp1 Triliun untuk Buyback Saham, Cek Jadwalnya

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 15:55 WIB

Kapan IHSG Kembali Dibuka Setelah Iduladha 2026, Ini Jadwalnya

Kapan IHSG Kembali Dibuka Setelah Iduladha 2026, Ini Jadwalnya

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 15:16 WIB

PHE dan Mitra Global Perkuat Kerja Sama Pengembangan Proyek CCS Lintas Batas IndonesiaKorsel

PHE dan Mitra Global Perkuat Kerja Sama Pengembangan Proyek CCS Lintas Batas IndonesiaKorsel

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 15:10 WIB

IHSG Hancur Lebur Seperti Era COVID-19, Padahal Tak Sedang Pandemi

IHSG Hancur Lebur Seperti Era COVID-19, Padahal Tak Sedang Pandemi

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 15:05 WIB

Ekonom: Rupiah Telah Melemah Lebih dari 5%

Ekonom: Rupiah Telah Melemah Lebih dari 5%

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 15:04 WIB