Putar Uang Negara, Danantara Diminta Transparan

Iwan Supriyatna Suara.Com
Kamis, 31 Juli 2025 | 15:35 WIB
Putar Uang Negara, Danantara Diminta Transparan
Ilustrasi Gedung Wisma Danantara Indonesia. [Dokumentasi Danantara].

Suara.com - Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (CELIOS), Bhima Yudhistira, menekankan pentingnya transparansi dari Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) dalam menjalankan proyek dan pengelolaan dana negara.

“Kami berharap ke depan Danantara dapat membangun sistem pelacakan proyek, semacam Danantara monitor, yang memuat informasi terkini mengenai proyek dan penyaluran pembiayaan dari bank-bank milik negara (Himbara),” ujar Bhima dalam diskusi bertajuk “Mendanai Krisis Iklim: Bagaimana Perbankan di Indonesia Mendukung Pembiayaan Batu Bara” di Jakarta, Kamis (31/7/2025).

Bhima mengacu pada praktik pengelolaan dana kekayaan negara (sovereign wealth fund atau SWF) yang dilakukan sejumlah negara dengan tingkat keterbukaan tinggi, salah satunya Norwegia.

Ia mencontohkan Norfund, lembaga pengelola dana Norwegia, yang memberikan akses publik terhadap rincian proyek dan portofolio investasi mereka.

“Bahkan masyarakat Indonesia pun bisa melihat ke mana dana Norfund diinvestasikan, termasuk jenis proyeknya dan tingkat pengembaliannya,” ungkap Bhima.

Dengan melihat contoh tersebut, Bhima mendorong agar Danantara juga membuka data serupa agar masyarakat dapat memantau kinerjanya secara terbuka.

“Danantara adalah milik publik. Sudah seharusnya operasionalnya melibatkan semua pemangku kepentingan dan bertanggung jawab secara transparan,” tegasnya.

Bhima juga berharap adanya sistem pelacakan proyek dan pendanaan, terutama dana yang berasal dari Himbara, dapat membantu publik mengetahui bank mana saja yang mendukung proyek yang tidak selaras dengan agenda transisi energi.

Dengan demikian, menurut Bhima, masyarakat bisa berperan aktif sebagai pengawas, memastikan Danantara bukan hanya menjadi pengelola dana besar, tetapi juga menjadi bagian dari solusi menghadapi krisis iklim.

Baca Juga: Danantara Diminta Buat Daftar Hitam Proyek Berdasarkan Risiko

“Kita tidak ingin keberadaan Danantara justru memperburuk situasi iklim,” pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 9 SMP dan Kunci Jawaban Aljabar-Geometri
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI