OJK Turun Tangan Selidiki Transaksi Mencurigakan di Ajaib Sekuritas, Investor Wajib Waspada!

Mohammad Fadil Djailani

Senin, 04 Agustus 2025 | 09:50 WIB
OJK Turun Tangan Selidiki Transaksi Mencurigakan di Ajaib Sekuritas, Investor Wajib Waspada!
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah melakukan penyelidikan mendalam terhadap kasus yang menimpa salah satu investor di Ajaib Sekuritas.

Suara.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah melakukan penyelidikan mendalam terhadap kasus yang menimpa salah satu investor di Ajaib Sekuritas. Seorang nasabah asal Bali mengaku mengalami transaksi saham senilai Rp 1,8 miliar yang tidak pernah ia lakukan, padahal ia hanya berniat membeli saham sekitar Rp 1 juta saja.

Kasus ini mencuat setelah investor bernama Nyoman alias Niyo membagikan keluhannya di media sosial. Ia merasa "dijebak" karena tiba-tiba menerima tagihan fantastis tersebut, setelah rutin menabung saham selama lebih dari tiga tahun. "Saya nabung setiap hari selama 3 tahun 6 bulan di sini... Tapi saat value aset saya cukup besar, kok malah dijebak kaya gini,” tulisnya.

Menanggapi laporan ini, OJK bergerak cepat. Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK, Inarno Djajadi, menyatakan bahwa pihaknya sedang mengumpulkan data dan menganalisis lebih lanjut mekanisme online trading serta manajemen risiko yang diterapkan oleh Ajaib Sekuritas.

“OJK saat ini masih melakukan pengawasan berupa penelaahan dan analisis lebih lanjut atas permasalahan yang ada,” ujar Inarno dalam pernyataan tertulis yang diterima media dikutip Senin (4/8/2025).

Jika hasil investigasi menemukan adanya masalah pada layanan Ajaib, OJK tak akan ragu untuk mengambil tindakan tegas. Inarno menambahkan, "OJK akan memberikan tindakan tertentu agar Ajaib segera memperbaiki layanannya kepada investor." kata Inarno.

Saat ini, OJK telah menginstruksikan Ajaib untuk menyelesaikan masalah dengan investor tersebut secara transparan dan menyampaikan semua data serta informasi yang relevan. OJK akan terus memantau perkembangan kasus ini secara berkala.

Kasus ini menjadi pengingat penting bagi para investor. OJK pun mengimbau investor untuk memahami risiko produk investasi dan layanan yang diberikan perusahaan sekuritas, melakukan diversifikasi portofolio untuk meminimalkan risiko.

Memanfaatkan kanal edukasi resmi OJK untuk meningkatkan literasi keuangan, melaporkan pelanggaran melalui saluran pengaduan resmi OJK jika terjadi hal mencurigakan.

Inarno juga menegaskan kepada semua perusahaan efek untuk selalu mengedepankan tanggung jawab dan membina hubungan baik dengan para investor.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

IHSG Bergerak Dua Arah Pagi Ini, Saham COIN Jadi Primadona

IHSG Bergerak Dua Arah Pagi Ini, Saham COIN Jadi Primadona

Bisnis | Senin, 04 Agustus 2025 | 09:19 WIB

Warren Buffet Rugi Rp 62 Triliun Gara-gara Saham Makanan yang Digenggamnya

Warren Buffet Rugi Rp 62 Triliun Gara-gara Saham Makanan yang Digenggamnya

Bisnis | Senin, 04 Agustus 2025 | 07:59 WIB

Tragedi Maut di Bengkulu: Ibu Dibunuh Anak Saat Shalat Dzuhur, Pelaku Baru 3 Hari Keluar RSJ

Tragedi Maut di Bengkulu: Ibu Dibunuh Anak Saat Shalat Dzuhur, Pelaku Baru 3 Hari Keluar RSJ

News | Minggu, 03 Agustus 2025 | 19:05 WIB

Terkini

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:05 WIB

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 23:02 WIB

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Jabar | Senin, 02 November 2026 | 22:57 WIB

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 22:52 WIB

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

Bogor | Senin, 02 November 2026 | 22:49 WIB

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Banten | Senin, 02 November 2026 | 22:39 WIB

Dijanjikan Gaji Rp50 Juta dan Bonus Rp620 Juta, 58 WNI Terjebak TPPO Tentara Bayaran Rusia

Dijanjikan Gaji Rp50 Juta dan Bonus Rp620 Juta, 58 WNI Terjebak TPPO Tentara Bayaran Rusia

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 22:36 WIB

Disentil PSI soal AHY Ingin Jadi Wapres Imbas Putusan MA soal Gibran, Jansen: Terlalu Jauh!

Disentil PSI soal AHY Ingin Jadi Wapres Imbas Putusan MA soal Gibran, Jansen: Terlalu Jauh!

News | Senin, 02 November 2026 | 22:29 WIB

Viral Nasabah MNC Bank Tak Bisa QRIS dan Transaksi Dibatasi, Netizen: Krisis Keuangan?

Viral Nasabah MNC Bank Tak Bisa QRIS dan Transaksi Dibatasi, Netizen: Krisis Keuangan?

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 22:26 WIB

Aksi Timnas Indonesia di Piala Asia 2027 Terancam Ditunda, AFC Masih Tunggu Situasi Arab Saudi

Aksi Timnas Indonesia di Piala Asia 2027 Terancam Ditunda, AFC Masih Tunggu Situasi Arab Saudi

Bola | Senin, 02 November 2026 | 22:15 WIB

×