Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.234,497
LQ45 623,931
Srikehati 302,648
JII 372,208
USD/IDR 17.986

Sri Mulyani Ungkap Kejanggalan Angka Pertumbuhan Ekonomi 5,12 Persen yang Bikin Publik Melongo!

Mohammad Fadil Djailani

Rabu, 06 Agustus 2025 | 12:00 WIB
Sri Mulyani Ungkap Kejanggalan Angka Pertumbuhan Ekonomi 5,12 Persen yang Bikin Publik Melongo!
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memberikan perspektif yang berbeda terkait rilis data pertumbuhan ekonomi 5,12 persen yang keluarkan BPS. Ia menyebut, capaian ini ditopang oleh fondasi-fondasi yang sangat kuat. Foto Antara.

Suara.com - Badan Pusat Statistik (BPS) baru saja merilis data pertumbuhan ekonomi yang mencapai 5,12 persen (year on year/yoy) pada triwulan II 2025. Angka ini terasa janggal bagi para lembaga ekonomi dan ekonom.

Namun, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati datang dengan penjelasan gamblang yang membongkar 'rahasia' di balik angka-angka fantastis ini.

Dalam konferensi pers bersama jajaran Kabinet Merah Putih di Kemenko Perekonomian, Jakarta, Selasa (5/8/2025), Menkeu Sri Mulyani memberikan perspektif yang berbeda terkait rilis BPS tersebut. Ia menyebut, capaian ini ditopang oleh fondasi-fondasi yang sangat kuat, bukan semata karena kebetulan.

"Kami akan terus mengoptimalkan peranan APBN untuk terus mendukung perekonomian melalui fungsi alokasi, distribusi, dan stabilisasi,” ujar Sri Mulyani.

Sri Mulyani menjabarkan angka pertumbuhan itu dicapai dari konsumsi rumah tangga yang tumbuh solid 4,97 persen. Menurut Sri Mulyani, ini bukan terjadi begitu saja. Pertumbuhan ini didukung oleh inflasi yang terjaga di 2,18 persen, sehingga daya beli masyarakat tidak terkikis habis.

Kenaikan belanja masyarakat terutama terjadi di sektor transportasi, restoran, dan akomodasi, seiring dengan momen libur sekolah dan hari besar keagamaan. Di sinilah peran pemerintah terlihat, yaitu dengan memberikan stimulus berupa diskon tarif transportasi dan penurunan Pajak Pertambahan Nilai (PPN).

“Sehingga pada masa libur sekolah dan hari besar keagamaan telah mampu untuk menstimulus perekonomian melalui insentif maupun signaling dari pemerintah dan support dari APBN,” kata Menkeu, menunjukkan bahwa angka pertumbuhan ini adalah hasil dari intervensi kebijakan yang terencana.

Selain itu daya dorong lainnya adalah investasi (PMTB) yang mencatat kenaikan signifikan 6,99 persen, menjadi pertumbuhan tertinggi sejak triwulan II/2021. Sri Mulyani menjelaskan, ledakan ini bukan dari bangunan, melainkan dari investasi mesin yang melonjak 25,3 persen!

Tak hanya itu dari sisi, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) tumbuh 30,5 persen, mengungguli Penanaman Modal Asing. Belanja modal pemerintah juga ikut naik 30,37 persen, utamanya pada peralatan dan mesin.

baca juga

“Kita harap ini menggambarkan adanya optimisme dan rencana untuk investasi ke depan, terutama ditopang dengan policy-policy pemerintah untuk mempermudah iklim usaha, deregulasi, dan memperbaiki berbagai iklim investasi di Indonesia,” ungkap Menkeu.

Dari sisi produksi, ada dua sektor yang menonjol dan menjadi 'bintang' di triwulan ini. Sektor industri pengolahan tumbuh 5,68 persen, didukung kuat oleh hilirisasi yang sudah berjalan. Industri logam dasar, misalnya, melesat 14,9 persen.

Namun, kejutan terbesar datang dari sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan yang mencatat pertumbuhan fantastis 13,82 persen! Angka ini membuktikan bahwa program-program pangan strategis pemerintah mulai membuahkan hasil.

Sri Mulyani optimistis, momentum pertumbuhan ini akan terus terjaga di semester II 2025. "Dengan perbaikan outlook dari perekonomian kita di kuartal III dan IV sambil terus menjaga momentum kuartal II yang sangat baik, ini diharapkan akan bisa memberikan optimisme dari perekonomian Indonesia di dalam menghadapi kondisi yang memang masih cukup menantang secara global,” pungkasnya.

Meski demikian angka pertumbuhan ini banyak yang menilai janggal khususnya dari lembaga ekonomi, baik dalam negeri dan luar negeri.

Semisal dari Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) FEB UI, yang meramalkan pertumbuhan ekonomi hanya di kisaran 4,78 persen sampai 4,82 persen. Bahkan, Bank Indonesia memberikan rentang proyeksi antara 4,7 persen hingga 5,1 persen. Artinya, angka realisasi pertumbuhan ekonomi BPS justru melampaui batas atas skenario paling optimis.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Aneh Bin Ajaib! Pertumbuhan Ekonomi 5,12% Diragukan, Menko Airlangga Pasang Badan Bela BPS

Aneh Bin Ajaib! Pertumbuhan Ekonomi 5,12% Diragukan, Menko Airlangga Pasang Badan Bela BPS

Bisnis | Rabu, 06 Agustus 2025 | 09:09 WIB

Istana Bicara Fenomena Rojali dan Rohana, Akui Pertumbuhan Ekonomi Nasional Bukan Gambaran Utuh

Istana Bicara Fenomena Rojali dan Rohana, Akui Pertumbuhan Ekonomi Nasional Bukan Gambaran Utuh

News | Rabu, 06 Agustus 2025 | 10:25 WIB

Mensesneg: Fenomena Rojali Jadi Lecut Banyak yang Harus Dibenahi

Mensesneg: Fenomena Rojali Jadi Lecut Banyak yang Harus Dibenahi

Video | Rabu, 06 Agustus 2025 | 11:05 WIB

Terkini

7 Ide Lomba 17 Agustus Lucu untuk Bapak-bapak dan Ibu-ibu

7 Ide Lomba 17 Agustus Lucu untuk Bapak-bapak dan Ibu-ibu

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 20:01 WIB

Narasi 'Antek Asing' Disebut Warisan Hendropriyono, Dipakai Untuk Delegitimasi Kritik Publik

Narasi 'Antek Asing' Disebut Warisan Hendropriyono, Dipakai Untuk Delegitimasi Kritik Publik

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 19:54 WIB

Wamendagri Wiyagus Dorong Percepatan Desa dan Kelurahan Siaga TBC di Provinsi Riau

Wamendagri Wiyagus Dorong Percepatan Desa dan Kelurahan Siaga TBC di Provinsi Riau

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 19:46 WIB

Momen Akrab Prabowo dan PM Anutin, Antar Sampai Tangga Pesawat

Momen Akrab Prabowo dan PM Anutin, Antar Sampai Tangga Pesawat

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 19:45 WIB

Menyaksikan Lahirnya Sebuah Peradaban dari Buku Bara di Atas Demak Bintara

Menyaksikan Lahirnya Sebuah Peradaban dari Buku Bara di Atas Demak Bintara

Your Say | Selasa, 04 Agustus 2026 | 19:40 WIB

War Tiket Upacara 17 Agustus di Istana Daftar di Mana? Ini Link dan Syarat yang Dibutuhkan

War Tiket Upacara 17 Agustus di Istana Daftar di Mana? Ini Link dan Syarat yang Dibutuhkan

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 19:35 WIB

Bukan Akar Masalah! Pencopotan 137 Kepala Dapur SPPG Tak Perbaiki Program MBG

Bukan Akar Masalah! Pencopotan 137 Kepala Dapur SPPG Tak Perbaiki Program MBG

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 19:32 WIB

Aguan Lapor, Laba PANI Melejit 484% Jadi Rp1,7 Triliun

Aguan Lapor, Laba PANI Melejit 484% Jadi Rp1,7 Triliun

Bisnis | Selasa, 04 Agustus 2026 | 19:30 WIB

Benarkah Kesepakatan AS-Iran Sudah Dekat?

Benarkah Kesepakatan AS-Iran Sudah Dekat?

Bisnis | Selasa, 04 Agustus 2026 | 19:28 WIB

Ogah Terima Materi, Sumarsih Tagih Janji Pemerintah Tuntaskan Kasus Pelanggaran HAM 1998

Ogah Terima Materi, Sumarsih Tagih Janji Pemerintah Tuntaskan Kasus Pelanggaran HAM 1998

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 19:21 WIB

×