Jelang HUT RI! Emiten Tekstil RI Deklarasi Angkat Bendera Putih dengan Tutup Pabrik

Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Senin, 11 Agustus 2025 | 09:43 WIB
Jelang HUT RI! Emiten Tekstil RI Deklarasi Angkat Bendera Putih dengan Tutup Pabrik
Pabrik Kimia dan Serat PT Asia Pacific fibers Tbk. yang ditutup permanen. [Instagram].

Suara.com - Menjelang Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia Ke-80, Industri tekstil Indonesia kembali menghadapi pukulan telak. PT Asia Pacific Fibers Tbk (POLY), salah satu emiten tekstil raksasa, mengumumkan penutupan permanen pabriknya di Karawang.

Keputusan ini menjadi sinyal bahaya besar bagi sektor padat karya yang sedang berjuang melawan badai ekonomi, mulai dari sepinya permintaan, gempuran tekstil impor murah hingga berlakunya tarif  ekspor Indonesia ke Amerika Serikat (AS) sebesar 19 persen. 

Dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), POLY menyatakan sudah tidak sanggup lagi menahan tekanan yang datang dari berbagai arah. Penurunan permintaan produk di pasar domestik dan internasional, ditambah dengan serbuan produk impor yang jauh lebih murah, memaksa perusahaan untuk menyerah dan menutup fasilitas produksinya.

Manajemen POLY menjelaskan bahwa keputusan ini diambil setelah menghadapi serangkaian tantangan bisnis yang berat. Salah satu faktor eksternal yang paling signifikan adalah kenaikan tarif ekspor ke Amerika Serikat (AS) yang memberatkan, kebijakan yang dipicu oleh proteksionisme era Donald Trump. Kondisi ini diperparah dengan kelebihan kapasitas global di industri tekstil dan kenaikan harga bahan baku secara global.

Selain itu, POLY juga mengeluhkan ketidakpastian kebijakan pemerintah di dalam negeri. Perusahaan merasa tertekan oleh lambatnya implementasi bea anti-dumping dan revisi peraturan importasi yang belum efektif. Kompleksitas masalah ini menunjukkan betapa sulitnya posisi produsen tekstil lokal.

"Oleh karena itu, perusahaan akan mendeklarasikan penutupan permanen unit produksi ini," terang manajemen POLY dikutip Senin (11/8/2025).

Perusahaan kini akan fokus pada operasional pabriknya di Kaliwungu-Kendal.

Meskipun POLY telah berupaya melakukan restrukturisasi utang dengan Kementerian Keuangan (Kemenkeu), proses ini berjalan lebih lambat dari yang diharapkan. Biaya pemeliharaan yang sangat tinggi untuk pabrik di Karawang, ditambah dengan penghentian produksi yang sudah berlangsung lebih dari enam bulan, membuat operasional kembali menjadi tidak layak secara teknis maupun komersial.

Fokus kini beralih ke Pabrik Kaliwungu-Kendal. Perseroan akan segera meninjau ulang dan mereposisi kembali produk-produk dan faktor pendukung lainnya yang ada di unit produksi tersebut. Manajemen juga bertekad untuk meneruskan proses restrukturisasi yang sedang berlangsung, demi mencapai kesepakatan dengan para kreditur dan investor. Harapannya, mereka bisa mendapatkan pendanaan untuk meningkatkan produksi di Kaliwungu.

"Keputusan ini sangat penting bagi keberlanjutan usaha di masa depan dan perseroan meminta dukungan dan kerjasama dari semua pihak terkait dan pemangku kepentingan," pungkas Manajemen POLY.

Informasi saja, Amerika Serikat (AS) menetapkan tarif impor 19 persen atas produk yang berasal dari Indonesia, termasuk tekstil.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan bahwa pemberlakuan tarif yang dikenakan pada Indonesia merupakan angka terendah diantara negara kawasan ASEAN lainnya, serta sejumlah negara pesaing komoditas ekspor.

“Nah kalau kita lihat angka-angka itu adalah angka yang terendah dibandingkan negara ASEAN yang lain, dimana Vietnam dan Filipina itu sampai saat sekarang adalah 20 persen, Malaysia dan Brunei adalah 25 persen, kemudian Kamboja 36 persen dan Myanmar-Laos sebesar 40 persen., Thailand juga 36 persen. Dibandingkan pesaing untuk produk tekstil, kita juga melihat seperti negara Bangladesh 35 persen, Sri Lanka 30 persen, Pakistan 29 persen dan India 27 persen,” ungkap Menko Airlangga.

Pemerintah lanjut Airlangga secara aktif berupaya meningkatkan pemahaman stakeholders terkait dengan menggelar agenda sosialisasi kepada pelaku usaha dan asosiasi mengenai kebijakan tarif resiprokal AS dalam mendorong investasi dan perdagangan ke depan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Apple Resmi Bangun Pabrik di Amerika, Siap-siap Harga iPhone Makin Mahal

Apple Resmi Bangun Pabrik di Amerika, Siap-siap Harga iPhone Makin Mahal

Tekno | Sabtu, 09 Agustus 2025 | 15:45 WIB

Penjualan KFC dan Pizza Hut Anjlok di Amerika, Gara-gara Efek Boikot?

Penjualan KFC dan Pizza Hut Anjlok di Amerika, Gara-gara Efek Boikot?

Bisnis | Jum'at, 08 Agustus 2025 | 13:43 WIB

Perkuat Ekosistem, Emiten Era Media Sejahtera (DOOH) Gigih Ekspansi Bisnis

Perkuat Ekosistem, Emiten Era Media Sejahtera (DOOH) Gigih Ekspansi Bisnis

Bisnis | Jum'at, 08 Agustus 2025 | 06:34 WIB

Terkini

Divonis Praktikkan Kartel Bunga, Pinjol Adakami dan Asetku Didenda Ratusan Miliar

Divonis Praktikkan Kartel Bunga, Pinjol Adakami dan Asetku Didenda Ratusan Miliar

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 21:21 WIB

KPPU Nyatakan 97 Pinjol Terbukti Lakukan Praktik Kartel, Jatuhkan Denda Rp755 Miliar

KPPU Nyatakan 97 Pinjol Terbukti Lakukan Praktik Kartel, Jatuhkan Denda Rp755 Miliar

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 20:46 WIB

Orang Singapura Heran, Kok Bisa Harga BBM di Indonesia Stabil?

Orang Singapura Heran, Kok Bisa Harga BBM di Indonesia Stabil?

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 20:39 WIB

Krisis Energi Global, Menteri Bahlil Garansi: Kita Tidak Impor Solar, Bensin Hanya 50 Persen

Krisis Energi Global, Menteri Bahlil Garansi: Kita Tidak Impor Solar, Bensin Hanya 50 Persen

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 20:35 WIB

Dukung Program Pemerintah, Kinerja BSI Solid Awal 2026

Dukung Program Pemerintah, Kinerja BSI Solid Awal 2026

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 20:12 WIB

HIPMI Minta Penerapan Kebijakan Bea Keluar Batu Bara Diterapkan Fleksibel

HIPMI Minta Penerapan Kebijakan Bea Keluar Batu Bara Diterapkan Fleksibel

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 19:43 WIB

Geopolitik Memanas, Pemerintah Klaim Ekonomi RI Tetap Tangguh

Geopolitik Memanas, Pemerintah Klaim Ekonomi RI Tetap Tangguh

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 19:36 WIB

Tol Solo-Jogja Padat, Lalu Lintas Tembus 403 Ribu Kendaraan

Tol Solo-Jogja Padat, Lalu Lintas Tembus 403 Ribu Kendaraan

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 19:31 WIB

Industri Kretek RI Terancam Punah Gegara Kebijakan Ini

Industri Kretek RI Terancam Punah Gegara Kebijakan Ini

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 19:26 WIB

Purbaya Akui Coretax Aneh dan Salah Desain, Curiga Sengaja Dibuat Kusut

Purbaya Akui Coretax Aneh dan Salah Desain, Curiga Sengaja Dibuat Kusut

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 17:59 WIB