Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

80 Tahun Kemerdekaan RI: Lapangan Kerja Kurang, 7 Juta Nganggur, 70 Juta Bekerja Tanpa Jaminan!

Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Kamis, 14 Agustus 2025 | 21:04 WIB
80 Tahun Kemerdekaan RI: Lapangan Kerja Kurang, 7 Juta Nganggur, 70 Juta Bekerja Tanpa Jaminan!
Para pencari kerja di Balai Kartini, Jakarta, Rabu (24/1).

Suara.com - Sebuah kritik tajam sekaligus refleksi mendalam datang dari ekonom senior Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Hendri Saparini. Tepat di usianya yang ke-80 tahun, Indonesia masih memiliki pekerjaan rumah (PR) besar dimana gagal menyediakan lapangan kerja yang layak dan memadai bagi rakyatnya.

Hal tersebut dikatakan Hendri Saparini dalam acara Ruang Gagasan bertajuk Rayakan Kemerdekaan Raih Peluang Global di Kantor Core Indonesia, Jakarta, Kamis malam (14/8/2025).

"Karena setelah merdeka 80 tahun, kita belum bisa menyiapkan lapangan kerja yang cukup," ujar Hendri Saparini.

Menurutnya, angka pengangguran yang tercatat 'hanya' 7 juta orang tidak bisa menjadi satu-satunya indikator. Masalah yang jauh lebih besar ada pada kualitas pekerjaan. Dari 145 juta orang yang bekerja, ternyata lebih dari separuhnya berada di sektor informal.

Bekerja di sektor informal berarti mereka tidak memiliki perlindungan hukum yang jelas, tidak mendapatkan jaminan sosial, dan menghadapi ketidakpastian yang tinggi. Hendri Saparini menegaskan, kondisi ini adalah bukti nyata dari pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan oleh pemerintah.

"Artinya apa? Ya kita memang ada background. Ada pekerjaan rumah yang harus kita selesaikan. Bukan berarti bahwa khawatir kita kemudian akan menyebabkan kita pesimis, menurut saya tidak. Tapi ini tantangan bagi kita untuk kita, untuk memperbaiki bagaimana kita ke depan," tegasnya.

Meskipun demikian, Hendri Saparini menolak untuk bersikap pesimis. Ia melihat tantangan ini sebagai peluang besar. Menurutnya, pengalaman dari banyak negara maju menunjukkan bahwa kunci utama untuk naik ke level yang lebih tinggi adalah anak muda.

"Pengalaman dari banyak negara, yang bisa membawa sebuah negara itu naik kepada level yang lebih tinggi, menjadi negara maju, kuncinya adalah anak muda," kata Hendri.

Negara-negara tersebut, lanjutnya, berhasil meningkatkan pendapatan per kapita dan masuk ke dalam kelompok negara maju, justru saat mereka mengalami bonus demografi. Bonus demografi adalah kondisi di mana jumlah penduduk usia produktif jauh lebih besar daripada usia non-produktif.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa jumlah pengangguran di Indonesia per Februari 2025, meningkat dibandingkan dengan tahun lalu.

Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, mengatakan bahwa jumlah orang yang menganggur per Februari sebanyak 7,28 juta orang. Angka ini meningkat 1,11% dibanding Februari 2024.

"Dibandingkan dengan Februari 2024, per Februari 2025 jumlah orang yang menganggur meningkat 83,45 ribu orang yang naik kira-kira 1,11%," jelasnya dalam konferensi pers, Senin (5/5/2025).

Dalam data BPS, persentase jumlah pengangguran per Februari yakni 4,76%. Pengangguran yang dimaksud yakni penduduk usia 15 tahun ke atas yang tidak bekerja namun sedang mencari pekerjaan; mempersiapkan usaha baru; sudah diterima bekerja/sudah siap berusaha tetapi belum mulai bekerja/berusaha; atau merasa tidak mungkin mendapatkan pekerjaan (putus asa).

Menurut data, jumlah pengangguran (TPT) laki-laki sebesar 4,98%, lebih tinggi dibandingkan perempuan yang sebesar 4,41%. Tingkat pengangguran laki-laki mengalami peningkatan 0,02 persen poin, sedangkan tingkat pengangguran perempuan turun 0,19 persen poin dibandingkan Februari 2024.

Berdasarkan kelompok umur, usia muda di bawah 24 tahun menyumbang TPT tertinggi. Sementara yang terendah yakni kelompok usia tua di atas 60 tahun.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Core Indonesia: 80 Tahun Merdeka, Indonesia Masih Resah soal Kondisi Ekonomi

Core Indonesia: 80 Tahun Merdeka, Indonesia Masih Resah soal Kondisi Ekonomi

Bisnis | Kamis, 14 Agustus 2025 | 20:51 WIB

5 Rekomendasi Cushion Anti Keringat Terbaik untuk Tampil Flawless Saat Ikuti Lomba 17 Agustus

5 Rekomendasi Cushion Anti Keringat Terbaik untuk Tampil Flawless Saat Ikuti Lomba 17 Agustus

Lifestyle | Kamis, 14 Agustus 2025 | 20:50 WIB

Tema dan Slogan HUT RI ke-80: Ini Larangan dan Aturan yang Wajib Dipatuhi!

Tema dan Slogan HUT RI ke-80: Ini Larangan dan Aturan yang Wajib Dipatuhi!

Lifestyle | Kamis, 14 Agustus 2025 | 20:38 WIB

Terkini

BRI Consumer Expo 2026 Hadirkan Solusi Finansial Lengkap di Jakarta

BRI Consumer Expo 2026 Hadirkan Solusi Finansial Lengkap di Jakarta

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 18:34 WIB

Kadin China Protes Kenaikan Pajak RI, Purbaya: Kami Mementingkan Kepentingan Negara Kita

Kadin China Protes Kenaikan Pajak RI, Purbaya: Kami Mementingkan Kepentingan Negara Kita

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 18:24 WIB

Purbaya Siapkan Stimulus Baru di Q2 2026, Ada Insentif Mobil Listrik hingga Pendanaan Industri

Purbaya Siapkan Stimulus Baru di Q2 2026, Ada Insentif Mobil Listrik hingga Pendanaan Industri

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 17:30 WIB

Purbaya Pamer Satgas Debottlenecking Kantongi Investasi 30 Miliar USD

Purbaya Pamer Satgas Debottlenecking Kantongi Investasi 30 Miliar USD

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 17:09 WIB

Purbaya Ramal Perang AS vs Iran Berakhir September 2026

Purbaya Ramal Perang AS vs Iran Berakhir September 2026

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:58 WIB

Sempat Tolak, Ini Alasan Purbaya Akhirnya Kasih Insentif Mobil Listrik

Sempat Tolak, Ini Alasan Purbaya Akhirnya Kasih Insentif Mobil Listrik

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:48 WIB

Bank Indonesia dan Bank Negara Malaysia Perkuat Sektor Moneter dan Sistem Pembayaran

Bank Indonesia dan Bank Negara Malaysia Perkuat Sektor Moneter dan Sistem Pembayaran

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:47 WIB

Warga Jabodetabek Kabur Liburan, Kendaraan Padati Jalan Tol

Warga Jabodetabek Kabur Liburan, Kendaraan Padati Jalan Tol

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:31 WIB

Alasan Panas Bumi Jadi Pusat Pengembangan Energi terbarukan

Alasan Panas Bumi Jadi Pusat Pengembangan Energi terbarukan

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:22 WIB

Kemenhub Restui Maskapai Naikkan Fuel Surchage 50%, Tiket Pesawat Ikut Melonjak?

Kemenhub Restui Maskapai Naikkan Fuel Surchage 50%, Tiket Pesawat Ikut Melonjak?

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:17 WIB