Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.890.000
Beli Rp2.760.000
IHSG 7.279,209
LQ45 733,624
Srikehati 347,649
JII 498,161
USD/IDR 17.075

Menko Airlangga: Tidak Ada Negara yang Bisa Tumbuh Konsisten di 5 Persen

Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Sabtu, 23 Agustus 2025 | 11:25 WIB
Menko Airlangga: Tidak Ada Negara yang Bisa Tumbuh Konsisten di 5 Persen
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan bahwa capaian pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,12% pada kuartal II 2025 merupakan prestasi yang patut disyukuri. Foto Fadil-Suara.com

Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan bahwa capaian pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,12% pada kuartal II 2025 merupakan prestasi yang patut disyukuri. 

Menurutnya, tidak ada negara lain yang mampu menjaga pertumbuhan ekonomi konsisten di angka 5%, bahkan negara maju sekalipun.

"Alhamdulillah capaian kerja Kemenko Perekonomian selama 59 tahun sudah luar biasa," ujar Airlangga dalam acara Semarak Kemerdekaan HUT ke-80 Republik Indonesia dan HUT ke-59 Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, di Jakarta, Sabtu (23/8/2025). 

"Kita bisa menjadi negara yang menjaga pertumbuhan 5% dalam beberapa dekade terakhir. Tidak ada negara lain yang bisa tumbuh secara konsisten di 5%, bahkan Amerika Serikat maupun di Eropa, dan kita di ASEAN menjadi pemimpin. Negara-negara ASEAN selalu menengok kepada Indonesia, apa yang dilakukan Indonesia, dan Indonesia menjadi referensi," katanya.

Airlangga menjelaskan, pertumbuhan ekonomi yang kuat ini didukung oleh tingkat inflasi yang rendah dan investasi yang tinggi, mencapai Rp 942 triliun. Tak hanya itu, pemerintah juga terus berupaya memperluas pasar global. Indonesia baru saja bergabung sebagai anggota BRICS dan berhasil menyelesaikan negosiasi perjanjian Indonesia–European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) pada Juli 2025.

Saat ini, pemerintah tengah mengupayakan agar Indonesia bisa bergabung dalam Comprehensive and Progressive Agreement for Trans-Pacific Partnership (CPTPP). Langkah ini diharapkan dapat membuka pasar baru, memperkuat rantai pasok regional, serta meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan investasi, khususnya di sektor otomotif.

"Kita tahu bahwa salah satu ekspor besar Indonesia adalah otomotif, dan dengan Meksiko diberikan kuota yang sangat sedikit, hanya 70.000, padahal ekspor otomotif kita itu bisa lebih besar dari 400.000," jelasnya.

Airlangga meyakini, dengan berbagai langkah strategis ini, produk Indonesia akan semakin membuka pasar global dalam satu hingga dua tahun ke depan, yang pada akhirnya akan meningkatkan kapasitas dan pertumbuhan ekonomi nasional secara keseluruhan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ubah Biaya Sewa Jadi Aset, Begini Cara Investasi Properti Jangka Panjang yang Bikin Cuan

Ubah Biaya Sewa Jadi Aset, Begini Cara Investasi Properti Jangka Panjang yang Bikin Cuan

Bisnis | Sabtu, 23 Agustus 2025 | 10:33 WIB

90 Persen Ekspor-Impor RI Masih Lewat Jalur Laut

90 Persen Ekspor-Impor RI Masih Lewat Jalur Laut

Bisnis | Sabtu, 23 Agustus 2025 | 10:09 WIB

Mengenal ORI, SBR, dan Sukuk, Investasi yang Diklaim Paling Aman

Mengenal ORI, SBR, dan Sukuk, Investasi yang Diklaim Paling Aman

Bisnis | Sabtu, 23 Agustus 2025 | 09:09 WIB

Terkini

Rencana Kerja 2026: Lima Strategi Pertamina di Tengah Dinamika Geopolitik Global

Rencana Kerja 2026: Lima Strategi Pertamina di Tengah Dinamika Geopolitik Global

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 20:16 WIB

Bank Dunia Puji Hilirisasi RI: Pelopor Industrialisasi Dunia, Potensi Cuan Masih Melimpah!

Bank Dunia Puji Hilirisasi RI: Pelopor Industrialisasi Dunia, Potensi Cuan Masih Melimpah!

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 20:05 WIB

HET Beras di Maluku-Papua Jebol Berbulan-bulan, Pengamat: Janji Pemerintah Gagal Ditepati

HET Beras di Maluku-Papua Jebol Berbulan-bulan, Pengamat: Janji Pemerintah Gagal Ditepati

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 20:00 WIB

Bank Dunia Puji Resiliensi Ekonomi RI, Sebut Indonesia Punya 'Tameng' Hadapi Gejolak Energi Dunia

Bank Dunia Puji Resiliensi Ekonomi RI, Sebut Indonesia Punya 'Tameng' Hadapi Gejolak Energi Dunia

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 19:34 WIB

Prabowo Gaspol Program 100 GW: Selamat Tinggal Diesel, Indonesia Menuju Mandiri Energi!

Prabowo Gaspol Program 100 GW: Selamat Tinggal Diesel, Indonesia Menuju Mandiri Energi!

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 19:22 WIB

Alasan Danantara Ngebet Jalankan Proyek PSEL: Masyarakat Tak Mampu Bayar Iuran Sampah

Alasan Danantara Ngebet Jalankan Proyek PSEL: Masyarakat Tak Mampu Bayar Iuran Sampah

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 18:47 WIB

Usai Lepas SariWangi ke Grup Djarum, Unilever (UNVR) Kini Jual Buavita?

Usai Lepas SariWangi ke Grup Djarum, Unilever (UNVR) Kini Jual Buavita?

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 18:12 WIB

Realisasi BBM Subsidi 2026 Aman, Stok Nasional di Atas 16 Hari

Realisasi BBM Subsidi 2026 Aman, Stok Nasional di Atas 16 Hari

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 18:00 WIB

AVIA Bagikan Dividen Jumbo Rp1,36 Triliun, Segini Jatah untuk Pemegang Saham

AVIA Bagikan Dividen Jumbo Rp1,36 Triliun, Segini Jatah untuk Pemegang Saham

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 17:57 WIB

IHSG Naik Lagi ke Level 7.307, Ini Pendorongnya

IHSG Naik Lagi ke Level 7.307, Ini Pendorongnya

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 17:14 WIB