Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Revolusi Energi di Industri Perikanan: DSFI Jadi Pionir dengan PLTS Atap, Emisi Karbon Turun Drastis

Budi Arista Romadhoni

Kamis, 28 Agustus 2025 | 09:00 WIB
Revolusi Energi di Industri Perikanan: DSFI Jadi Pionir dengan PLTS Atap, Emisi Karbon Turun Drastis
PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk (DSFI) resmi mengoperasikan PLTS 331.08 kWp bersama Xurya, hal itu sebagai inovasi energi terbarukan di industri perikanan. [Istimewa]
Kesimpulan
  • PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk (DSFI) melakukan inovasi energi untuk mendukung industri perikanan.
  • Instalasi PLTS Atap ini berkapasitas 331,08 kilowatt peak (kWp) hasil kolaborasi dengan Xurya.
  • PLTS ini diperkirakan mampu menekan emisi karbon hingga 383.291 kilogram setiap tahunnya.

Suara.com - Di tengah tantangan efisiensi dan tuntutan ekonomi hijau, emiten pengolahan hasil perikanan, PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk (DSFI), mengambil langkah strategis yang tak hanya ramah lingkungan tetapi juga cerdas secara finansial.

Perseroan resmi mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap sebagai langkah konkret untuk menekan biaya operasional sekaligus memperkuat citranya di mata investor global.

Langkah ini lebih dari sekadar mengikuti tren keberlanjutan. Bagi perusahaan yang bergerak di industri padat energi seperti pengolahan ikan, biaya listrik merupakan salah satu komponen pengeluaran terbesar.

Dengan instalasi PLTS Atap berkapasitas 331,08 kilowatt peak (kWp) hasil kolaborasi dengan Xurya, DSFI secara proaktif memitigasi risiko kenaikan tarif listrik di masa depan dan menciptakan efisiensi biaya jangka panjang.

Direktur Utama Dharma Samudera Fishing Industries, Ewijaya, menyatakan bahwa langkah ini merupakan salah satu pionir di sektor industri perikanan Tanah Air.

Inisiatif ini diproyeksikan tidak hanya menghemat kantong perusahaan, tetapi juga berkontribusi signifikan terhadap pengurangan jejak karbon.

Secara kalkulasi, PLTS ini diperkirakan mampu menekan emisi karbon hingga 383.291 kilogram setiap tahunnya. Angka ini setara dengan upaya menanam 5.140 pohon, sebuah kontribusi nyata bagi lingkungan.

Bagi investor, angka-angka ini diterjemahkan menjadi komitmen nyata perusahaan terhadap praktik Environmental, Social, and Governance (ESG).

Di era modern, investor, terutama dari pasar global, tidak lagi hanya melihat valuasi dan laba perusahaan. Aspek keberlanjutan dan tata kelola yang baik (ESG) menjadi faktor krusial dalam pengambilan keputusan investasi.

Dengan mengadopsi energi bersih, DSFI mengirimkan sinyal kuat bahwa mereka adalah entitas bisnis yang bertanggung jawab dan memiliki visi jangka panjang.

"Investasi PLTS tidak hanya mengurangi biaya operasional, tetapi juga menjadi wujud komitmen DSFI terhadap keberlanjutan lingkungan dan daya saing industri hasil laut di pasar global,” kata Ewijaya dalam keterangan resminya, Rabu (27/8/2025).

Pernyataan ini menggarisbawahi dua keuntungan utama: efisiensi internal dan daya saing eksternal. Di pasar ekspor yang kompetitif, sertifikasi dan bukti praktik berkelanjutan bisa menjadi pembeda utama yang meningkatkan nilai tawar produk DSFI.

Langkah yang diambil DSFI bersama Xurya ini juga selaras dengan agenda besar pemerintah Indonesia untuk mencapai target Net Zero Emission pada 2060.

Dengan demikian, perseroan tidak hanya memperbaiki fundamental bisnisnya tetapi juga mendukung visi nasional dalam transisi energi bersih, memperkuat konsep blue and green economy yang menjaga ekosistem laut sekaligus menekan emisi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Indonesia Darurat Sampah, KLH: Budaya Buang Sampah Sembarangan Biang Kerok

Indonesia Darurat Sampah, KLH: Budaya Buang Sampah Sembarangan Biang Kerok

News | Selasa, 26 Agustus 2025 | 16:50 WIB

Merdeka dari Energi Fosil: Menyelamatkan Bumi dengan Energi Terbarukan

Merdeka dari Energi Fosil: Menyelamatkan Bumi dengan Energi Terbarukan

Your Say | Senin, 25 Agustus 2025 | 10:48 WIB

Prabowo Targetkan 100 Persen Listrik dari Energi Terbarukan, IESR Ingatkan Butuh Peta Jalan Konkret

Prabowo Targetkan 100 Persen Listrik dari Energi Terbarukan, IESR Ingatkan Butuh Peta Jalan Konkret

News | Senin, 18 Agustus 2025 | 13:11 WIB

Terkini

Dolar 'Cekik' UMKM: Harga Kedelai Tembus Rp545 Ribu, Perajin Tahu Tempe Terpaksa 'Sunat' Ukuran

Dolar 'Cekik' UMKM: Harga Kedelai Tembus Rp545 Ribu, Perajin Tahu Tempe Terpaksa 'Sunat' Ukuran

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 20:00 WIB

Putra SBY Jadi Bos Komite Kereta Cepat, Purbaya, Rosan hingga Nusron Wahid Jadi Anak Buah

Putra SBY Jadi Bos Komite Kereta Cepat, Purbaya, Rosan hingga Nusron Wahid Jadi Anak Buah

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 17:45 WIB

Influencer hingga Selebgram Tak Bisa Lagi Nikmati Pajak UMKM 0,5%

Influencer hingga Selebgram Tak Bisa Lagi Nikmati Pajak UMKM 0,5%

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 17:18 WIB

Aturan Pajak Purbaya Makin Ketat, PP Baru Siap Kuras Kantong UMKM Beromzet Miliaran

Aturan Pajak Purbaya Makin Ketat, PP Baru Siap Kuras Kantong UMKM Beromzet Miliaran

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:49 WIB

Tok! Pemerintah Coret Influencer dan Selebgram dari Daftar PPh Final UMKM 0,5 Persen

Tok! Pemerintah Coret Influencer dan Selebgram dari Daftar PPh Final UMKM 0,5 Persen

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:15 WIB

Rupiah Terus Terpuruk, Djarot PDIP: Rakyat Desa Tak Pakai Dolar tapi Harga Sembako Melambung Tinggi!

Rupiah Terus Terpuruk, Djarot PDIP: Rakyat Desa Tak Pakai Dolar tapi Harga Sembako Melambung Tinggi!

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 14:28 WIB

BTN Kucurkan Kredit Rp1,5 Triliun ke Pindad, Sokong Produksi Maung MV3 Hingga Amunisi

BTN Kucurkan Kredit Rp1,5 Triliun ke Pindad, Sokong Produksi Maung MV3 Hingga Amunisi

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 12:55 WIB

Rupiah Sekarat Menuju Rp18.000: Kebijakan BI Dinilai Terlambat Jinakkan Bom Waktu Fiskal dan Global

Rupiah Sekarat Menuju Rp18.000: Kebijakan BI Dinilai Terlambat Jinakkan Bom Waktu Fiskal dan Global

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 12:54 WIB

Sindir Jakarta Sibuk Urus IHSG, Andi Widjajanto: Di Jogja Kami Mikir Republik!

Sindir Jakarta Sibuk Urus IHSG, Andi Widjajanto: Di Jogja Kami Mikir Republik!

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 12:38 WIB

Harga Kakao Melonjak Tajam Efek Selat Hormuz Ditutup, Kemendag Rilis Patokan Baru

Harga Kakao Melonjak Tajam Efek Selat Hormuz Ditutup, Kemendag Rilis Patokan Baru

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 12:16 WIB