Beras SPHP Rusak Bisa Ditukar ke Bulog, Ini Kata Menteri Pertanian

M Nurhadi Suara.Com
Sabtu, 30 Agustus 2025 | 14:16 WIB
Beras SPHP Rusak Bisa Ditukar ke Bulog, Ini Kata Menteri Pertanian
tok beras SPHP di Kota Tangerang, Banten. [Dok Pemkot Tangerang].
Baca 10 detik
  • Beras SPHP rusak bisa ditukar di Bulog
  • Beras bisa ditukar meski kemasan sudah dibuka

Suara.com - Beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) yang rusak bisa ditukar ke Bulog. Hal ini dipastikan setelah Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengonfirmasi bahwa masyarakat berhak melakukannya.

“Kalau ditemukan beras yang rusak, tukar saja langsung. Meskipun kemasannya sudah dibuka, berasnya rusak, langsung tukar. Diganti oleh Bulog,” ujar Mentan dalam acara Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, Sabtu.

Amran menjamin semua beras yang diproduksi oleh petani Indonesia berkualitas baik.

Oleh karena itu, apabila ditemukan permasalahan pada kualitas beras, seperti perubahan warna, bau tidak sedap, hingga kehadiran hama, Amran meyakini permasalahan berada di sisi penyimpanan.

“Ini (penukaran beras) diskresi saya sebagai menteri, karena kami produksi semua beras kualitasnya baik. Mungkin penyimpanannya (yang bermasalah),” ujar Amran, dikutip via Antara pada 30 Agustus 2025.

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menyebutkan distribusi beras program SPHP pada 29 Agustus 2025 mencapai 6 ribu ton dalam sehari, sebagai upaya menjaga stabilitas harga beras di pasaran.

Rizal mengestimasikan total kuantum beras hingga Sabtu pagi mencapai 43.665 ton.

“Sampai dengan pagi hari ini, yang sudah memesan ke Bulog, mengambil beras, totalnya 43.665 ton. Penyaluran hari ini merupakan penyaluran yang tertinggi dari rata-rata realisasi harian kami,” kata Rizal.

Terkait kualitas beras, sebelumnya Pengurus Pusat Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia (Perhepi) Khudori menyoroti kualitas beras stok Bulog yang sebagian sudah berusia lebih dari satu tahun. Beras jenis ini berpotensi berbau apek.

Baca Juga: Sah! Harga Beras Medium Naik Jadi Rp 13.000 per Kg

Selain itu, beras hasil penyerapan dari gabah lokal dengan kualitas beragam juga cenderung tidak tahan lama.

Ia menilai ketika pasokan beras di ritel modern menipis, beras SPHP dapat menjadi alternatif. Akan tetapi, kualitasnya harus dipastikan baik.

Alasannya, beras SPHP yang berkualitas baik akan lebih mudah diterima oleh pedagang dan konsumen, sehingga memperlancar distribusi dan meningkatkan efektivitas program.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI

Ingin dapat update berita terbaru langsung di browser Anda?