Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.740.000
Beli Rp2.595.000
IHSG 5.594,765
LQ45 557,746
Srikehati 272,472
JII 338,801
USD/IDR 18.035

Sesalkan Penjarahan ke Rumah Sri Mulyani, Celios: Pengawalan Rumah Menkeu Harusnya Setara Wapres

Liberty Jemadu

Jum'at, 05 September 2025 | 20:32 WIB
Sesalkan Penjarahan ke Rumah Sri Mulyani, Celios: Pengawalan Rumah Menkeu Harusnya Setara Wapres
Menkeu Sri Mulyani Indrawati. [Antara/Muhammad Iqbal]
Baca 10 detik
  • Pengawalan di rumah Menkeu seharusya setara dengan Wapres.
  • Serangan ke rumah Sri Mulyani dikhawatirkan dinilai oleh dunia luar sebagai ketidakmampuan pemerintah menjaga stabilitas ekonomi.
  • Sri Mulyani: kepastian hukum sudah lenyap.

Suara.com - Direktur Eksekutif Center of Economics and Law Studies (CELIOS) Bhima Yudhistira mengatakan pengawalan atas rumah Menteri Keuangan seharusnya setara dengan RI-2 atau wakil presiden.

Bhima menggarisbawahi posisi menteri keuangan memegang kunci anggaran negara. Jalan atau tidaknya program pemerintah hingga kepercayaan investor sebagian besar ditopang oleh kredibilitas menteri keuangan.

“Kita semua mengutuk kejadian penjarahan. Dari dulu saya konsisten kritis terhadap menteri keuangan, salah satunya karena menkeu ini kami anggap sebagai RI-2,” kata Bhima dalam taklimat media di Jakarta, Kamis (4/9/2025).

Maka dari itu, ia menilai seharusnya Presiden Prabowo Subianto memberikan perlindungan yang lebih ketat terhadap Sri Mulyani yang menduduki posisi menteri keuangan.

Dia khawatir penjarahan bisa mempengaruhi pandangan dunia internasional terhadap stabilitas ekonomi-politik di Indonesia.

Selain meningkatkan perlindungan menkeu, Bhima berharap pemerintah juga bisa segera memenuhi tuntutan publik agar masalah bisa cepat terselesaikan. Hal ini salah satunya bertujuan untuk menjaga pandangan dunia terhadap Indonesia.

Sri Mulyani: Kepastian Hukum Sudah Hilang

Sri Mulyani sendiri tak bisa menahan kekecewaanya akibat serangan yang diduga terencana dan terkoordinasi di rumahnya pada 31 Agustus dini hari.

Ia mengatakan serangan dan penjarahan, yang turut menghilangkan sebuah lukisan karyanya sendiri, menunjukkan bahwa hukum dan kepastian hukum sudah hilang dari Indonesia.

"Lukisan Bunga itu telah raib lenyap seperti lenyapnya rasa aman, rasa kepastian hukum dan rasa perikemanusiaan yang adil dan beradab di bumi Indonesia," tulis Sri Mulyani di Facebook pada awal pekan ini.

Rumah Menkeu Sri Mulyani Indrawati yang dijarah oleh massa yang diduga terlatih dan terkoordinasi, sedang dibereskan pada Minggu pagi (31/9/2025). [Antara/Muhammad Iqbal]
Rumah Menkeu Sri Mulyani Indrawati yang dijarah oleh massa yang diduga terlatih dan terkoordinasi, sedang dibereskan pada Minggu pagi (31/9/2025). [Antara/Muhammad Iqbal]

"Hilang hukum, hilang akal sehat dan hilang peradaban dan kepantasan, runtuh rasa perikemanusiaan. Tak peduli rasa luka yang tergores dan harga diri yang dikoyak yang ditinggalkan. Absurd," tulis Sri Mulyani lebih lanjut.

Meski demikian Sri Mulyani mengakui bahwa kehilangan yang dia rasakan tak sebanding dengan kematian para demonstran dan warga sipil yang terjebak dalam kerusuhan, yang oleh banyak pihak diduga kuat dilakukan secara terkoordinasi.

Minggu kelabu akhir Agustus itu, ada korban yang jauh lebih berharga dibanding sekedar lukisan saya, yaitu korban jiwa manusia yang melayang yang tak akan tergantikan," lanjut Sri Mulyani.

"Affan Kurniawan, Muhammad Akbar Basri, Sarinawati, Syaiful Akbar, Rheza Sendy Pratama, Rusdamdiansyah, Sumari. Menimbulkan duka pedih yang mendalam bagi keluarga. Tragedi kelam Indonesia," imbuh dia, sembari menyebut pengemudi ojol yang tewas dilindas rantis Brimob dan mereka yang tewas dalam pembakaran Gedung DPRD Sulawesi Selatan di Makassar.

Menutup tulisannya, Sri Mulyani mengajak sesama masyarakat untuk tidak lelah mencintai Indonesia. Ia juga menegaskan bahwa dalam kerusuhan tidak ada pemenang.

"Indonesia adalah rumah kita bersama. Jangan biarkan dan jangan menyerah pada kekuatan yang merusak itu. Jaga dan terus perbaiki Indonesia bersama, tanpa lelah, tanpa amarah dan tanpa keluh kesah serta tanpa putus asa," tutup dia.

Serangan ke Rumah Sri Mulyani Terkoordinasi

Serangan terhadap rumah Sri Mulyani di Bintaro terjadi pada Minggu 31 Agustus dini hari. Diduga kuat serangan itu direncanakan, terkoordinasi dan dipimpin orang terlatih.

Serangan itu, yang terjadi dalam dua gelombang, melibatkan teknologi modern seperti drone untuk memantau situasi.

Seorang staf pengamanan di rumah tersebut, Joko Sutrisno, memberikan kesaksian langsung mengenai waktu kejadian yang memecah keheningan malam.

"Gelombang pertama sekitar jam satu (dini hari), gelombang kedua terjadi sekitar jam tiga (dini hari)," kata Joko Sutrisno sebagaimana dilansir Antara, pada Minggu sekitar jam 05.00 pagi.

Gerakan massa yang menjarah rumah Sri Mulyani menunjukkan pola yang tidak acak. Menurut kesaksian Ali dan Jayadi, dua petugas keamanan yang berjaga di gerbang utama Jalan Mandar, massa mulai berkumpul sekitar pukul 12.30 dini hari.

"Jumlahnya ratusan, mungkin mendekati seribuan orang," kata Ali, menggambarkan betapa masifnya jumlah pelaku.

Seorang saksi lain yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan adanya sebuah aba-aba sebelum massa bergerak serentak.

"Aba-aba itu adalah kembang api, karena segera setelah bunyi kembang api, massa merangsek masuk komplek," ujar saksi tersebut.

Ia juga mendengar seorang pemberi komando yang menginstruksikan massa agar tidak membawa sepeda motor ke dalam area komplek, memperkuat dugaan bahwa aksi ini telah direncanakan dengan matang.

Para petugas keamanan di lokasi mengaku tak berdaya menghadapi gelombang massa yang begitu besar.

Untungnya, pada saat kejadian mengerikan itu, Menteri Keuangan sedang tidak berada di lokasi.

"Tapi Bu Sri (Mulyani) tidak ada di rumah kok," kata Renzi, warga setempat yang juga saksi.

Menurut Joko, di dalam rumah saat itu hanya ada dirinya bersama satu keluarga kerabat Sri Mulyani. Mereka berhasil diungsikan ke rumah tetangga terdekat sesaat sebelum massa merangsek masuk dan mulai menjarah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sri Mulyani Beberkan Arahan Presiden Prabowo Usai Rentetan Aksi Massa

Sri Mulyani Beberkan Arahan Presiden Prabowo Usai Rentetan Aksi Massa

Bisnis | Jum'at, 05 September 2025 | 15:46 WIB

Sri Mulyani Curhat Hilang Rasa Aman karena Rumah Dijarah, Teuku Zacky: Rakyat Sudah Lama Mengalami

Sri Mulyani Curhat Hilang Rasa Aman karena Rumah Dijarah, Teuku Zacky: Rakyat Sudah Lama Mengalami

Entertainment | Kamis, 04 September 2025 | 20:20 WIB

Terungkap! Makna Mendalam Lukisan yang Dicuri dari Rumah Sri Mulyani saat Penjarahan

Terungkap! Makna Mendalam Lukisan yang Dicuri dari Rumah Sri Mulyani saat Penjarahan

Lifestyle | Kamis, 04 September 2025 | 19:14 WIB

Sri Mulyani Curhat, Harga Emas Cetak Rekor: Terpopuler Bisnis Hari Ini

Sri Mulyani Curhat, Harga Emas Cetak Rekor: Terpopuler Bisnis Hari Ini

Bisnis | Rabu, 03 September 2025 | 20:01 WIB

Menkeu Sri Mulyani: Kepastian Hukum Sudah Lenyap di Indonesia

Menkeu Sri Mulyani: Kepastian Hukum Sudah Lenyap di Indonesia

Bisnis | Rabu, 03 September 2025 | 13:53 WIB

Terkini

IHSG Jadi Bursa Terburuk di Tengah Isu "Sell Indonesia",  Analis: Pulihkan Kepercayaan!

IHSG Jadi Bursa Terburuk di Tengah Isu "Sell Indonesia", Analis: Pulihkan Kepercayaan!

Bisnis | Senin, 08 Juni 2026 | 07:06 WIB

Pemerintah Stop Pendaftaran Dapur MBG, Pencairan Anggaran Tembus Rp88,2 Triliun

Pemerintah Stop Pendaftaran Dapur MBG, Pencairan Anggaran Tembus Rp88,2 Triliun

Bisnis | Senin, 08 Juni 2026 | 06:53 WIB

Tok! Ekspor Batu Bara hingga Sawit Kini Wajib Lewat Danantara

Tok! Ekspor Batu Bara hingga Sawit Kini Wajib Lewat Danantara

Bisnis | Senin, 08 Juni 2026 | 06:28 WIB

Rekap Harga Emas Sepekan Turun Signifikan, Bagaimana Trennya?

Rekap Harga Emas Sepekan Turun Signifikan, Bagaimana Trennya?

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 20:50 WIB

Badai PHK Mengancam Akibat Dolar Melejit, KSPSI Desak Pemerintah Bertindak

Badai PHK Mengancam Akibat Dolar Melejit, KSPSI Desak Pemerintah Bertindak

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 19:23 WIB

BTN Perkuat Kualitas Kredit, Transformasi Loan Factory Dorong Pertumbuhan yang Lebih Sehat

BTN Perkuat Kualitas Kredit, Transformasi Loan Factory Dorong Pertumbuhan yang Lebih Sehat

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 19:07 WIB

KRL Green Line Bakal Dirombak Besar-besaran, Penumpang Rangkasbitung Siap-siap

KRL Green Line Bakal Dirombak Besar-besaran, Penumpang Rangkasbitung Siap-siap

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 19:04 WIB

Berlaku 6 Juni, ASDP Beri Diskon Tiket Kapal Feri 21,95% Selama Libur Sekolah

Berlaku 6 Juni, ASDP Beri Diskon Tiket Kapal Feri 21,95% Selama Libur Sekolah

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 19:00 WIB

Masyarakat Dinilai akan Bingung Bedakan Produk Vape Legal Akibat Kemasan Polos

Masyarakat Dinilai akan Bingung Bedakan Produk Vape Legal Akibat Kemasan Polos

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 18:55 WIB

Tak Hanya Ada Rokok, Vape Ilegal Juga Terancam Marak Beredar

Tak Hanya Ada Rokok, Vape Ilegal Juga Terancam Marak Beredar

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 18:43 WIB