Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.745.000
Beli Rp2.600.000
IHSG 5.342,137
LQ45 527,078
Srikehati 259,301
JII 319,450
USD/IDR 18.166

Korsel Bangun 1,35 Juta Rumah Baru di Wilayah Seoul, Berapa Harganya?

Dythia Novianty, Rina Anggraeni

Senin, 08 September 2025 | 08:32 WIB
Korsel Bangun 1,35 Juta Rumah Baru di Wilayah Seoul, Berapa Harganya?
Ilustrasi Seoul, Korea Selatan. [Unsplash/Markus Winkler]

Suara.com - Pemerintah Korea Selatan (Korsel) telah meluncurkan rencana untuk memulai pembangunan 1,35 juta rumah baru di Seoul dan wilayah ibu kota yang lebih luas, pada tahun 2030.

Pembangunan ini ini guna mendongkrak pertumbuhan pasar perumahan.

Menteri Pertahanan Kim Yoon Duk mengatakan, keputusan membangun rumah untuk memenuhi permintaan masyarakat di Seoul.

“Pasokan perumahan nasional telah mencapai lebih dari 100 persen, tetapi Seoul dan wilayah ibu kota masih kekurangan, sehingga menyebabkan kekurangan yang berkelanjutan," ujar Menteri Pertanahan Kim Yoon-duk dilansir Korea Herald, Senin (8/9/2025).

Selain itu, dia menambahkan, kenaikan biaya konstruksi baru-baru ini dan kendala pembiayaan semakin membebani pasokan.

Progam perumahan ini upaya pemerintahan Lee Jae Myung untuk menstabilkan pasar perumahan di Seoul Raya, yang mencakup Provinsi Gyeonggi dan Incheon.

Bandara Incheon di Korea Selatan dinobatkan sebagai 10 besar bandara terbaik di dunia. (Shutterstock)
Bandara Incheon di Korea Selatan. (Shutterstock)

Nantinya, akan dijual dengan harga yang tidak terlalu tinggi.

"Pemerintah yakin kunci untuk mengatasi kekurangan ini adalah menyediakan rumah berkualitas di lokasi-lokasi prima," katanya.

Pemerintah mengatakan, prioritas utamanya adalah membangun 1,35 juta rumah di wilayah ibu kota dalam lima tahun ke depan.

Rinciannya, sekitar 270.000 rumah baru setiap tahun — setara dengan membangun satu kota baru setiap tahun.

"Kami menargetkan berdasarkan 'awal konstruksi', bukan izin sederhana seperti pada pemerintahan sebelumnya, untuk memastikan pasokan menjangkau masyarakat," beber Kim Yoon Duk.

Angka tersebut merupakan peningkatan signifikan dari 158.000 per tahun antara tahun 2022 dan 2024.

Tentunya bisa memperkuat peran pemerintah dan memperluas perumahan rakyat akan menjadi landasan rencana tersebut.

Untuk melengkapi hal ini, pemerintah menjanjikan perubahan regulasi dan menyederhanakan penerbitan izin.

Hal ini memiliki tujuan untuk memangkas jangka waktu pembangunan lebih dari dua tahun.

Pihak berwenang juga akan mendorong penjualan tepat waktu untuk proyek-proyek publik yang direncanakan dan mempertimbangkan rencana perumahan publik tambahan sebanyak 30.000 unit.

Hal ini untuk memastikan stabilitas pasokan dalam jangka panjang nanti.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

5 Pilihan Cat Genteng Anti Sinar UV, Bikin Atap Rumah Awet dan Sejuk!

5 Pilihan Cat Genteng Anti Sinar UV, Bikin Atap Rumah Awet dan Sejuk!

Bisnis | Sabtu, 06 September 2025 | 10:56 WIB

Cara Menghitung Biaya Renovasi Rumah Agar Tidak Over Budget

Cara Menghitung Biaya Renovasi Rumah Agar Tidak Over Budget

Bisnis | Sabtu, 06 September 2025 | 09:22 WIB

Perbedaan Rumah Subsidi dan Rumah Komersil, Ternyata Beda Banget

Perbedaan Rumah Subsidi dan Rumah Komersil, Ternyata Beda Banget

Bisnis | Sabtu, 06 September 2025 | 09:10 WIB

Sesalkan Penjarahan ke Rumah Sri Mulyani, Celios: Pengawalan Rumah Menkeu Harusnya Setara Wapres

Sesalkan Penjarahan ke Rumah Sri Mulyani, Celios: Pengawalan Rumah Menkeu Harusnya Setara Wapres

Bisnis | Jum'at, 05 September 2025 | 20:32 WIB

6 Tips Menanam Stroberi di Dalam Rumah, Hasil Buah Tetap Manis dan Segar

6 Tips Menanam Stroberi di Dalam Rumah, Hasil Buah Tetap Manis dan Segar

Bisnis | Jum'at, 05 September 2025 | 19:15 WIB

Kena Deadline Hari Ini, DPR Penuhi Beberapa Tuntutan 17+8 Jangka Pendek

Kena Deadline Hari Ini, DPR Penuhi Beberapa Tuntutan 17+8 Jangka Pendek

News | Jum'at, 05 September 2025 | 18:58 WIB

Terkini

Daftar Saham Paling Laris Hari Ini: BBCA Transaksi Jumbo, BUMI Tembus Volume Besar

Daftar Saham Paling Laris Hari Ini: BBCA Transaksi Jumbo, BUMI Tembus Volume Besar

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2026 | 14:40 WIB

Jurus Purbaya Kejar Target Pertumbuhan Ekonomi 6,5 Persen Sesuai Ambisi Prabowo

Jurus Purbaya Kejar Target Pertumbuhan Ekonomi 6,5 Persen Sesuai Ambisi Prabowo

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2026 | 14:35 WIB

Rupiah Jebol ke Rp18.000 Karena Fiskal Menkeu Ugal-ugalan, Chatib Basri: Isu Ini Tidak Ditangani!

Rupiah Jebol ke Rp18.000 Karena Fiskal Menkeu Ugal-ugalan, Chatib Basri: Isu Ini Tidak Ditangani!

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2026 | 14:02 WIB

Menaker Paparkan Program Prabowo terkait Tenaga Kerja di Konferensi Perburuhan Internasional

Menaker Paparkan Program Prabowo terkait Tenaga Kerja di Konferensi Perburuhan Internasional

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2026 | 13:25 WIB

Chatib Basri: Tugas Menkeu Gampang!

Chatib Basri: Tugas Menkeu Gampang!

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2026 | 13:17 WIB

IHSG Gaspol Menghijau 4,82% Hingga Sesi I, Saham BBRI Wajib Dipantau

IHSG Gaspol Menghijau 4,82% Hingga Sesi I, Saham BBRI Wajib Dipantau

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2026 | 13:08 WIB

BI Rate Naik Lagi 25 bps, Jadi 5,50 Persen

BI Rate Naik Lagi 25 bps, Jadi 5,50 Persen

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2026 | 13:02 WIB

Gegara Rupiah Keok, Bank Indonesia Mendadak Naikkan BI-Rate Jadi 5,50%

Gegara Rupiah Keok, Bank Indonesia Mendadak Naikkan BI-Rate Jadi 5,50%

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2026 | 12:57 WIB

DPR Dorong Buyback, Saham Bank Himbara Kompak Melesat, IHSG Ikut Terbang

DPR Dorong Buyback, Saham Bank Himbara Kompak Melesat, IHSG Ikut Terbang

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2026 | 12:53 WIB

CFX Luncurkan Indeks CFX10, Acuan Baru Pantau Pergerakan Pasar Kripto Indonesia

CFX Luncurkan Indeks CFX10, Acuan Baru Pantau Pergerakan Pasar Kripto Indonesia

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2026 | 12:40 WIB