- Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) naik 5,45% menjadi Rp232 pada perdagangan sesi I, Selasa, 10 Maret 2026.
- Penguatan harga didorong aksi beli bersih dominan senilai Rp110,2 miliar dan masuk daftar pantau Maybank Sekuritas.
- Katalis positif utama meliputi transformasi bisnis agresif BUMI dan pergerakan harga komoditas global yang mendukung prospek.
Suara.com - Emiten pertambangan batu bara Grup Bakrie, PT Bumi Resources Tbk (BUMI), mencatatkan performa gemilang pada perdagangan sesi I, Selasa (10/3/2026).
Setelah sempat tertekan cukup dalam, saham BUMI terpantau melesat ke level Rp232, atau mengalami kenaikan sebesar 5,45% menjelang jeda siang pukul 11.41 WIB.
Aktivitas transaksi saham BUMI tergolong sangat padat dengan volume mencapai 3,39 miliar lembar saham dan frekuensi perdagangan sebanyak 42.588 kali.
Total nilai transaksi yang dibukukan hingga tengah hari menembus angka Rp790,18 miliar.
Berdasarkan data aplikasi Stockbit Sekuritas, penguatan harga ini dipicu oleh aksi beli bersih (net buy) yang sangat dominan.
Hingga sesi I, BUMI mencatatkan nilai beli bersih mencapai Rp110,2 miliar, angka tertinggi dibandingkan saham-saham lainnya di bursa.
Gairah pasar terhadap BUMI juga didukung oleh masuknya saham ini ke dalam daftar Tiger Insights Journey Active Watchlist oleh Maybank Sekuritas.
Dalam ulasannya, analis Maybank menilai BUMI memiliki prospek kinerja yang positif berkat rangkaian akuisisi agresif yang dilakukan perusahaan sejak akhir tahun lalu sebagai bagian dari transformasi bisnis.
“Selain strategi ekspansi, pergerakan harga komoditas global juga menjadi katalis positif utama bagi BUMI saat ini,” tulis Maybank Sekuritas dalam laporannya, Selasa (10/3/2026).
Baca Juga: Bumi Manusia Extended Tayang Mulai 5 Maret, Ada 6 Bagian
Di sisi lain, Kiwoom Sekuritas memberikan panduan teknikal bagi para pelaku pasar hari ini. Mereka menetapkan dua sasaran harga (target price) untuk BUMI:
Target 1: Rp230 (telah terlampaui pada sesi I).
Target 2: Rp241.
Untuk menjaga risiko, analis menyarankan perhatikan titik dasar (support) di level Rp204 dan Rp189. Investor direkomendasikan untuk melakukan langkah penyelamatan (stop loss) apabila harga saham merosot hingga menyentuh angka Rp186.
Tren positif hari ini merupakan angin segar bagi BUMI. Pasalnya, pada perdagangan Senin kemarin, saham ini sempat mencatatkan jual bersih (net sell) yang fantastis senilai Rp7,7 triliun.
Secara akumulatif sejak awal tahun (year to date), harga saham BUMI tercatat masih terkoreksi sekitar 45,24%.