IHSG Merosot 1,78 Persen, Reshuffle Kabinet Bikin Investor Waspada

Achmad Fauzi

Selasa, 09 September 2025 | 16:56 WIB
IHSG Merosot 1,78 Persen, Reshuffle Kabinet Bikin Investor Waspada
Pengunjung melintas dibawah layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (18/3/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]
Baca 10 detik
  • Reshuffle Kabinet Masih Jadi Sentimen Buruk Bagi IHSG
  • IHSG Melemah Juga Karena Penjualan Mobil Turun pada Juli

Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah tajam pada perdagangan Selasa (9/9/2025). IHSG terkoreksi 1,78 persen ke level 7.628, tertekan oleh kekhawatiran investor terkait ketidakpastian ekonomi akibat isu reshuffle kabinet yang melibatkan menteri dengan pengaruh besar terhadap sektor ekonomi.

Mengutip riset Phintraco Sekuritas, sentimen negatif juga menekan pergerakan rupiah. Saham sektor teknologi tercatat mengalami pelemahan terbesar, sementara sektor transportasi justru membukukan penguatan tertinggi.

Selain faktor politik, pelemahan IHSG juga dibayangi data penjualan mobil domestik. Pada Agustus 2025, penjualan mobil turun 19 persen YoY, setelah sebelumnya pada Juli turun 18 persen YoY.

"Ini menandai penurunan empat bulan berturut-turut di tengah daya beli masyarakat yang melemah," tulis Phintraco Sekuritas dalam risetnya, Selasa (9/9/2025).

Pengunjung melihat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (8/4/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]
Pengunjung melihat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (8/4/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]

Meski begitu, secara bulanan, penjualan Agustus sedikit membaik dengan kenaikan 1,5 persen MoM dibanding Juli. Investor kini menanti rilis Indeks Keyakinan Konsumen Agustus 2025 pada Rabu (10/9), yang diperkirakan naik menjadi 119,3 dari 118,1 di bulan sebelumnya.

Secara teknikal, analis Phintraco mencatat adanya pelebaran negative slope MACD serta Death Cross pada Stochastic RSI. IHSG juga menjauhi level MA20 di sekitar 7.845 dan ditutup di bawah level support 7.630.

Dari luar negeri, investor juga akan mencermati data inflasi China bulan Agustus 2025 yang diperkirakan kembali mengalami deflasi 0,2 persen YoY, setelah stagnan pada bulan sebelumnya.

Sementara itu, di Amerika Serikat, data inflasi produsen (PPI) akan menjadi perhatian. PPI Agustus diperkirakan melambat ke 0,3 persen MoM, dari 0,9 persen MoM pada Juli yang merupakan kenaikan tertinggi sejak Juni 2022. Secara tahunan, PPI AS diperkirakan stabil di 3,3 persen YoY.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Daftar Pemegang Saham Terbesar PT Merdeka Gold Resource Tbk

Daftar Pemegang Saham Terbesar PT Merdeka Gold Resource Tbk

Bisnis | Selasa, 09 September 2025 | 13:58 WIB

IHSG Jeblok Hingga 1 Persen di Sesi I Perdagangan Selasa Setelah Sertijab Menteri Keuangan

IHSG Jeblok Hingga 1 Persen di Sesi I Perdagangan Selasa Setelah Sertijab Menteri Keuangan

Bisnis | Selasa, 09 September 2025 | 12:31 WIB

Investor Saham Menanti Gebrakan Purbaya Yudhi Setelah Jadi Menteri Keuangan

Investor Saham Menanti Gebrakan Purbaya Yudhi Setelah Jadi Menteri Keuangan

Bisnis | Selasa, 09 September 2025 | 12:00 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×