RI Tawarkan Solusi Islam & 'Harm Reduction' untuk Selamatkan Petani Tembakau dan Ekonomi Nasional

Mohammad Fadil Djailani

Selasa, 16 September 2025 | 08:04 WIB
RI Tawarkan Solusi Islam & 'Harm Reduction' untuk Selamatkan Petani Tembakau dan Ekonomi Nasional
Ilustrasi. Sebagai produsen tembakau terbesar keenam dan cengkih terbesar pertama di dunia, Indonesia harus memilih antara melindungi jutaan mata pencaharian petani atau menekan prevalensi merokok. Foto ist.
Baca 10 detik
  • RI pendekatan unik untuk pengurangan bahaya (harm reduction) dari perspektif Islam.
  • Sebagai produsen tembakau terbesar keenam dan cengkih terbesar pertama di dunia.
  • Gagasan ini berpotensi menjadi solusi global, terutama bagi negara-negara dengan populasi Muslim yang besar.

Suara.com - Sebuah gagasan revolusioner disampaikan Indonesia di forum Africa Global Health Symposium di Maroko. Melalui Center for Information and Development Studies (Cides) ICMI, Indonesia memperkenalkan pendekatan unik untuk pengurangan bahaya (harm reduction) dari perspektif Islam untuk menyeimbangkan kesehatan masyarakat dan stabilitas ekonomi.

Gagasan ini berpotensi menjadi solusi global, terutama bagi negara-negara dengan populasi Muslim yang besar.

Prof. Andi Bakti, Ketua Cides ICMI, menjelaskan dilema yang dihadapi Indonesia. Sebagai produsen tembakau terbesar keenam dan cengkih terbesar pertama di dunia, Indonesia harus memilih antara melindungi jutaan mata pencaharian petani atau menekan prevalensi merokok.

Dalam artikelnya yang dimuat di buku 'Harm Reduction: The Manifesto 2025', Prof. Andi menegaskan bahwa larangan total bukanlah solusi efektif, terutama bagi negara dengan industri tembakau yang sudah mengakar kuat. "Pendekatan harm reduction yang selaras dengan prinsip-prinsip Islam, seperti maslahah (kebaikan bersama) dan hifz al-nafs (perlindungan hidup), menawarkan solusi yang lebih seimbang," katanya.

Salah satu contoh yang disorot adalah produk tembakau yang dipanaskan (HTP/HNB). Berbagai kajian ilmiah menunjukkan bahwa produk ini dapat mengurangi paparan zat berbahaya hingga 90-95% dibandingkan rokok konvensional. Inovasi-inovasi ini bisa menjadi alternatif bagi perokok dewasa yang kesulitan berhenti, sambil menjaga kelangsungan industri yang menjadi tulang punggung perekonomian.

Prof. Andi Bakti juga menyoroti pentingnya Undang-Undang Kesehatan Nomor 17 Tahun 2023 di Indonesia sebagai contoh kebijakan yang mulai mempertimbangkan perbedaan risiko antar produk tembakau. Ia berharap, peraturan turunan nantinya dapat mengadaptasi pendekatan ini secara lebih komprehensif.

Langkah selanjutnya, menurutnya, adalah kolaborasi. Prof. Andi menyerukan kerja sama antara ulama, ahli kesehatan, dan pemerintah untuk menyusun panduan berbasis bukti ilmiah dan nilai-nilai keagamaan. "Dengan kolaborasi ini, negara-negara Muslim dapat menjadi pelopor dalam model pengendalian tembakau yang adil, efektif, dan berbasis ilmu pengetahuan," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Lahan Jadi Sekolah: Petani Muda Kebumen Ini Ubah Pertanian Jadi Ajang Berbagi Ilmu

Lahan Jadi Sekolah: Petani Muda Kebumen Ini Ubah Pertanian Jadi Ajang Berbagi Ilmu

Lifestyle | Selasa, 16 September 2025 | 07:05 WIB

Gelombang PHK Ancam Industri Rokok, Menkeu Purbaya Diminta Segera Bertindak

Gelombang PHK Ancam Industri Rokok, Menkeu Purbaya Diminta Segera Bertindak

Bisnis | Senin, 15 September 2025 | 16:20 WIB

Industri Horeka RI Wajib Berubah atau Kehilangan Daya Saing

Industri Horeka RI Wajib Berubah atau Kehilangan Daya Saing

Bisnis | Senin, 15 September 2025 | 09:53 WIB

Terkini

Promo HUT KAI, Tiket Kereta Api Cuma Bayar 81 Persen Mulai 28 September, Ini Syaratnya

Promo HUT KAI, Tiket Kereta Api Cuma Bayar 81 Persen Mulai 28 September, Ini Syaratnya

Sumut | Minggu, 27 September 2026 | 23:46 WIB

Cicilan KPR Bengkak? Saatnya Pindahkan ke BRI, Bunga Mulai 3,17%

Cicilan KPR Bengkak? Saatnya Pindahkan ke BRI, Bunga Mulai 3,17%

Bri | Minggu, 27 September 2026 | 22:31 WIB

Jokowi: Politik Itu Soal Momentum, Sekarang Momentum untuk Tunjukkan KTA PSI

Jokowi: Politik Itu Soal Momentum, Sekarang Momentum untuk Tunjukkan KTA PSI

Jabar | Minggu, 27 September 2026 | 22:22 WIB

Elektabilitas PPP Cuma 1,9 Persen, Mardiono Singgung 'Kecelakaan Politik' 2024

Elektabilitas PPP Cuma 1,9 Persen, Mardiono Singgung 'Kecelakaan Politik' 2024

Jogja | Minggu, 27 September 2026 | 22:10 WIB

Nonton Pestapora 2026 Bisa Sambil Investasi Bareng BRI, Begini Caranya!

Nonton Pestapora 2026 Bisa Sambil Investasi Bareng BRI, Begini Caranya!

Bri | Minggu, 27 September 2026 | 22:06 WIB

Daftar Keturunan Soekarno yang Masih Hidup Pasca Guruh Soekarnoputra Wafat

Daftar Keturunan Soekarno yang Masih Hidup Pasca Guruh Soekarnoputra Wafat

News | Minggu, 27 September 2026 | 21:40 WIB

3 Night Cream Lokal Terbaik untuk Kulit Kering Agar Bangun Tidur Lembap dan Kenyal

3 Night Cream Lokal Terbaik untuk Kulit Kering Agar Bangun Tidur Lembap dan Kenyal

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 21:34 WIB

3 Produk Air Mawar Murah di Alfamart dan Indomaret, Harga Mulai Rp13 Ribuan

3 Produk Air Mawar Murah di Alfamart dan Indomaret, Harga Mulai Rp13 Ribuan

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 21:34 WIB

Pengalaman Horor Kang Pentol, Bertemu Dua Perempuan Misterius dekat Makam

Pengalaman Horor Kang Pentol, Bertemu Dua Perempuan Misterius dekat Makam

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 21:05 WIB

Quality Time Keluarga Tak Harus Lama, yang Penting Hadir Sepenuhnya

Quality Time Keluarga Tak Harus Lama, yang Penting Hadir Sepenuhnya

Health | Minggu, 27 September 2026 | 21:00 WIB

×