Kemiskinan dan Ketimpangan Ekonomi RI Seperti Lingkaran Setan

Mohammad Fadil Djailani

Kamis, 18 September 2025 | 19:32 WIB
Kemiskinan dan Ketimpangan Ekonomi RI Seperti Lingkaran Setan
Dua anak bermain di Pancoran Buntu 2, Jakarta, Selasa (7/9/2021). [Suara.com/Angga Budhiyanto]
Baca 10 detik
  • Indonesia masih terjebak dalam lingkaran setan kemiskinan dan ketimpangan.
  • Buruknya kualitas lapangan kerja dan ketimpangan yang mengakar menjadi biang keladi dari masalah ini.
  • Peluang anak dari keluarga terkaya untuk masuk perguruan tinggi adalah 9 kali lebih besar dibandingkan anak dari keluarga termiskin.

Suara.com - Di balik klaim keberhasilan penurunan angka kemiskinan, sebuah realitas pahit terungkap bahwa Indonesia masih terjebak dalam lingkaran setan kemiskinan dan ketimpangan struktural.

Dalam laporan Core Indonesia bertajuk "Tantangan Struktural di Balik Kebijakan Injeksi Likuiditas" seperti dilihat Suara.com, Kamis (18/9/2025) menunjukkan, perbaikan statistik tidak sebanding dengan kondisi nyata.

"Mayoritas penduduk hidup 'satu langkah' dari garis kemiskinan, sementara kebijakan pemerintah dinilai cenderung memperparah jurang pemisah antara si kaya dan si miskin," tulis laporan itu.

Buruknya kualitas lapangan kerja dan ketimpangan yang mengakar menjadi biang keladi dari masalah ini. Data World Inequality Database (2022) menunjukkan, sejak tahun 1992, 10% kelompok teratas konsisten menguasai lebih dari 40% pendapatan nasional, sementara 50% penduduk terbawah hanya memperoleh 13-17%.

Ketimpangan ini diperkuat oleh kesenjangan akses yang ekstrem. Data BPS mengungkapkan, peluang anak dari keluarga terkaya untuk masuk perguruan tinggi adalah 9 kali lebih besar dibandingkan anak dari keluarga termiskin.

"Hal serupa terjadi pada akses digital, di mana anak dari keluarga miskin tiga kali lebih kecil kemungkinannya memiliki akses internet," tulisnya.

Kondisi ini tercermin pula dalam struktur wajib pajak yang timpang. Dari 122,1 juta tenaga kerja, sekitar 107 juta orang (87,7%) bahkan belum masuk ambang batas kena pajak karena penghasilan mereka di bawah Rp54 juta per tahun. Ironisnya, kelas menengah pekerja dengan penghasilan Rp60 juta–Rp250 juta per tahun justru menjadi tulang punggung utama penerimaan pajak, menyumbang sekitar 46% dari total setoran PPh 21.

Di sisi lain, kelompok super kaya dengan penghasilan di atas Rp1 miliar per tahun meski jumlahnya hanya 0,1% dari total wajib pajak tetap berkontribusi signifikan, menunjukkan bahwa beban pajak sangat terkonsentrasi pada segelintir orang.

Menurut Core kebijakan pemerintah, seperti injeksi likuiditas Rp200 triliun, justru berpotensi memperparah ketimpangan. Dana jumbo ini cenderung mengalir ke kelompok yang sudah memiliki akses keuangan lebih baik, yaitu korporasi besar dan individu berpendapatan tinggi.

baca juga

"Hal ini diperburuk oleh kebijakan perpajakan yang menguntungkan orang kaya, seperti tax holiday, tax allowance, dan pembebasan PPh dividen," katanya.

Fenomena ini menunjukkan bahwa perbaikan statistik kemiskinan tidak otomatis sejalan dengan perbaikan kualitas hidup. Indeks Kedalaman Kemiskinan menunjukkan bahwa mereka yang berada di bawah garis kemiskinan mengalami tekanan lebih berat untuk memenuhi kebutuhan dasar.

"Lingkaran setan kemiskinan terus berputar, di mana pendapatan rendah menyebabkan produktivitas rendah, yang kemudian melanggengkan pendapatan rendah dari generasi ke generasi," tulisnya.

Penanganan kemiskinan di perkotaan juga menjadi sorotan. Meskipun jumlah penduduk miskin di perdesaan turun, di perkotaan justru bertambah. Hal ini mengonfirmasi bahwa transformasi ekonomi tanpa jaring pengaman sosial yang memadai menjadikan perkotaan sebagai episentrum kerentanan baru, diperparah oleh tingginya tingkat informalitas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bangunan Sekolah Rusak, Siswa SD Negeri 1 Bone Raya Belajar di Masjid

Bangunan Sekolah Rusak, Siswa SD Negeri 1 Bone Raya Belajar di Masjid

Foto | Kamis, 18 September 2025 | 19:29 WIB

Pendidikan Etika Digital sebagai Pilar Pembangunan Berkelanjutan

Pendidikan Etika Digital sebagai Pilar Pembangunan Berkelanjutan

Your Say | Kamis, 18 September 2025 | 19:04 WIB

CORE Indonesia Lontarkan Kritik Pedas, Kebijakan Injeksi Rp200 T Purbaya Hanya Untungkan Orang Kaya

CORE Indonesia Lontarkan Kritik Pedas, Kebijakan Injeksi Rp200 T Purbaya Hanya Untungkan Orang Kaya

Bisnis | Kamis, 18 September 2025 | 19:03 WIB

Terkini

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:42 WIB

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Bola | Senin, 02 November 2026 | 23:25 WIB

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:05 WIB

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 23:02 WIB

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Jabar | Senin, 02 November 2026 | 22:57 WIB

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 22:52 WIB

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

Bogor | Senin, 02 November 2026 | 22:49 WIB

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Banten | Senin, 02 November 2026 | 22:39 WIB

×