CORE Indonesia Lontarkan Kritik Pedas, Kebijakan Injeksi Rp200 T Purbaya Hanya Untungkan Orang Kaya

Mohammad Fadil Djailani

Kamis, 18 September 2025 | 19:03 WIB
CORE Indonesia Lontarkan Kritik Pedas, Kebijakan Injeksi Rp200 T Purbaya Hanya Untungkan Orang Kaya
Kebijakan pemerintah yang menyuntikkan dana sebesar Rp200 triliun ke Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) menuai kritik tajam dari Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia. Foto Suara.com
Baca 10 detik
  • CORE Indonesia mengkritik tajam kebijakan pemerintah menyuntikkan dana Rp200 triliun ke bank BUMN.
  • Menurut CORE, kebijakan penyaluran dana tersebut justru berpotensi memperparah kesenjangan ekonomi karena pertumbuhan yang dihasilkan hanya dinikmati oleh segelintir orang.
  • Analisis CORE menyoroti bahwa alih-alih meratakan ekonomi, dana tersebut hanya mendorong pertumbuhan yang tidak inklusif, sehingga tidak berdampak signifikan pada masyarakat luas.

Suara.com - Kebijakan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang menyuntikkan dana sebesar Rp200 triliun ke Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) menuai kritik tajam dari Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia.

Dalam analisis terbarunya, CORE menyebut bahwa kebijakan ini tidak menyentuh akar masalah ketimpangan ekonomi dan justru berpotensi memperparah kesenjangan yang ada.

Menurut CORE, kegagalan ini terlihat dari fakta bahwa pertumbuhan ekonomi yang dijanjikan pemerintah tidak inklusif dan hanya dinikmati oleh segelintir orang.

"Target pertumbuhan 8% tidak hanya tidak realistis, tetapi juga akan dinikmati oleh siapakah pertumbuhan tersebut?" tulis CORE dalam laporannya bertajuk "Tantangan Struktural di Balik Kebijakan Injeksi Likuiditas" seperti dilihat Suara.com, Kamis (18/9/2025).

Analisis CORE menyoroti beberapa data yang mengkhawatirkan:

  • Dominasi Informal: Sebanyak 59% pekerja Indonesia (86,6 juta orang) berada di sektor informal. Sejak 2021 hingga 2025, sektor informal tumbuh 3,2%, empat kali lebih cepat dari sektor formal (0,8%).
  • Ketimpangan Pendapatan: Kelompok 10% terkaya menguasai lebih dari 40% pendapatan nasional, sementara 50% terbawah hanya mendapatkan 13-17%.
  • Akses Pendidikan: Kesenjangan akses pendidikan ekstrem, di mana kuintil terkaya memiliki peluang 9 kali lebih besar untuk masuk perguruan tinggi dibanding kuintil termiskin.

Bahkan, penurunan angka kemiskinan menjadi 8,47% justru diiringi dengan peningkatan Indeks Kedalaman Kemiskinan, yang menunjukkan bahwa kondisi mereka yang masih miskin semakin memburuk.

CORE menilai bahwa respons kebijakan otoritas fiskal, termasuk injeksi likuiditas ke Himbara, gagal menyentuh masalah struktural ini. Alih-alih meredakan ketimpangan, dana tersebut justru berpotensi mengalir ke sektor yang tidak produktif dan memperdalam jurang pemisah antara si kaya dan si miskin.

Sampai saat ini, belum ada mekanisme detail yang memastikan bahwa dana tersebut disalurkan secara terarah untuk menggerakkan aktivitas ekonomi di sektor riil dan membantu masyarakat lapisan bawah. Kritik ini menjadi peringatan keras bagi pemerintah agar kebijakan ekonomi yang diambil tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan, tetapi juga pada keadilan dan pemerataan yang nyata bagi seluruh rakyat Indonesia.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Core Indonesia Sebut Kebijakan Menkeu Purbaya Suntik Rp200 Triliun Dinilai Salah Diagnosis

Core Indonesia Sebut Kebijakan Menkeu Purbaya Suntik Rp200 Triliun Dinilai Salah Diagnosis

Bisnis | Kamis, 18 September 2025 | 18:46 WIB

Diminta DPR Tambah Bansos Sembako, Menkeu Purbaya Langsung Sanggupi: APBN Cukup!

Diminta DPR Tambah Bansos Sembako, Menkeu Purbaya Langsung Sanggupi: APBN Cukup!

News | Kamis, 18 September 2025 | 17:30 WIB

Terungkap! Utang BLBI Jadi Biang Kerok, Ini Perkara yang Bikin Tutut Soeharto Gugat Menkeu Purbaya

Terungkap! Utang BLBI Jadi Biang Kerok, Ini Perkara yang Bikin Tutut Soeharto Gugat Menkeu Purbaya

News | Kamis, 18 September 2025 | 17:23 WIB

Terkini

Sudah Rajin Olahraga dan Jaga Pola Makan, Mengapa Dampaknya Belum Maksimal?

Sudah Rajin Olahraga dan Jaga Pola Makan, Mengapa Dampaknya Belum Maksimal?

Health | Selasa, 03 November 2026 | 10:09 WIB

Rupiah Menguat Tipis Pagi Ini, Analis Malah Waspada

Rupiah Menguat Tipis Pagi Ini, Analis Malah Waspada

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 10:04 WIB

Menteri PPPA Murka! Ayah dan Kakek Tiri di Boyolali Tega Hamili Remaja 16 Tahun

Menteri PPPA Murka! Ayah dan Kakek Tiri di Boyolali Tega Hamili Remaja 16 Tahun

News | Selasa, 03 November 2026 | 10:03 WIB

Sabun Muka Wardah Hydra Rose NMF Amino untuk Kulit Apa? Kenali Kandungan dan Manfaatnya

Sabun Muka Wardah Hydra Rose NMF Amino untuk Kulit Apa? Kenali Kandungan dan Manfaatnya

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 10:03 WIB

Pasar Kripto Indonesia Melemah, Indeks CFX10 Turun ke Level 928,62

Pasar Kripto Indonesia Melemah, Indeks CFX10 Turun ke Level 928,62

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 10:01 WIB

MagangHub dan Potret Suram Pasar Kerja: Kala Fresh Graduate Berebut Posisi

MagangHub dan Potret Suram Pasar Kerja: Kala Fresh Graduate Berebut Posisi

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 10:00 WIB

Buntut 'Mahasewa', Produk Cat Putus Kontrak Raffi Ahmad Sebagai Brand Ambassador

Buntut 'Mahasewa', Produk Cat Putus Kontrak Raffi Ahmad Sebagai Brand Ambassador

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 09:58 WIB

Perang Terus Berkobar, Harga Minyak Dunia Bertahan di level USD100/Barel

Perang Terus Berkobar, Harga Minyak Dunia Bertahan di level USD100/Barel

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 09:56 WIB

Wangi Bunga dan Bedak yang Menenangkan, 5 Parfum Floral Powdery Terbaik

Wangi Bunga dan Bedak yang Menenangkan, 5 Parfum Floral Powdery Terbaik

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 09:50 WIB

Tahan Beli, Harga Emas Antam Lagi Tren Naik Jadi Rp2.541.000/Gram

Tahan Beli, Harga Emas Antam Lagi Tren Naik Jadi Rp2.541.000/Gram

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 09:46 WIB

×