Pemda Kaltim Protes Dana Transfer Daerah Dipotong: Kami Penyumbang Penerimaan Negara!

M Nurhadi

Senin, 22 September 2025 | 20:53 WIB
Pemda Kaltim Protes Dana Transfer Daerah Dipotong: Kami Penyumbang Penerimaan Negara!
Gubernur Kaltim Rudi Masud, Wagud Farid Wadjdy dan mantan Sekda Irianto [Antara]
baca 10 detik
  • Pemerintah dan tokoh masyarakat Kalimantan Timur (Kaltim) sepakat untuk mendesak pemerintah pusat mengkaji ulang kebijakan pemotongan Dana Transfer Daerah (TKD).

  • Gubernur Kaltim, Rudy Mas'ud, menyatakan keberatan karena pemotongan TKD akan berdampak pada program pembangunan di daerah, termasuk dukungan untuk Ibu Kota Nusantara (IKN).

  • Kaltim berargumen bahwa mereka seharusnya mendapat perlakuan khusus karena merupakan salah satu penyumbang terbesar penerimaan negara, dan pemotongan TKD tidak seharusnya diberlakukan secara seragam.

Suara.com - Sejumlah tokoh masyarakat dan perwakilan pemerintah daerah Kalimantan Timur menyatakan kesepakatan untuk mendesak pemerintah pusat agar mengkaji ulang kebijakan pemotongan Dana Transfer Daerah (TKD).

Kesepakatan ini dicapai dalam dialog publik di Kantor Gubernur Kaltim pada Senin (22/9/2025). Acara tersebut dihadiri oleh Gubernur Kaltim, Rudy Mas'ud, dan Wakil Gubernur, Seno Aji, serta berbagai elemen masyarakat.

Gubernur Rudy Mas'ud menegaskan bahwa pemotongan dana transfer, yang diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 56 Tahun 2025, akan berdampak pada program pembangunan di Kaltim dan kabupaten/kota, termasuk dukungan untuk Ibu Kota Nusantara (IKN).

"Kami tidak menolak kebijakan nasional, tetapi pemotongan TKD jangan sampai mengorbankan kebutuhan dasar masyarakat, seperti pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan pelayanan minimum lainnya," tegasnya, Senin (22/9/2025).

Ia menegaskan, Kaltim adalah salah satu penyumbang terbesar penerimaan negara, terutama dari sektor sumber daya alam.

Oleh karena itu, menurutnya, Kaltim seharusnya mendapatkan perlakuan khusus. Senada dengan itu, Wakil Gubernur Seno Aji menyoroti kontribusi Kaltim yang mencapai hampir Rp1.000 triliun dalam Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).

Ia menganggap bahwa pemotongan dana transfer seharusnya tidak diberlakukan secara seragam di semua daerah.

"Kami sudah menyampaikan kepada Presiden dan Menteri Keuangan agar Kaltim mendapat perlakuan khusus. Kalau pun ada pemotongan, sebaiknya di bawah 20 persen," ungkap Seno Aji, dikutip dari Antara.

Ia juga mendorong seluruh elemen, termasuk anggota DPR RI dan DPD RI asal Kaltim, untuk aktif melobi pemerintah pusat. Ia mencontohkan Sulawesi Selatan yang berhasil mendapatkan dana APBN besar berkat relasi yang kuat dengan kementerian.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Asal Muasal Uang Khalid Basalamah yang Disita Resmi Terkuak, Ini Kata KPK

Asal Muasal Uang Khalid Basalamah yang Disita Resmi Terkuak, Ini Kata KPK

Your Say | Jum'at, 19 September 2025 | 12:38 WIB

DBON Kaltim Tercoreng! Kadispora dan Mantan Ketua Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Ratusan Miliar

DBON Kaltim Tercoreng! Kadispora dan Mantan Ketua Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Ratusan Miliar

Video | Kamis, 18 September 2025 | 21:15 WIB

CORE Indonesia Lontarkan Kritik Pedas, Kebijakan Injeksi Rp200 T Purbaya Hanya Untungkan Orang Kaya

CORE Indonesia Lontarkan Kritik Pedas, Kebijakan Injeksi Rp200 T Purbaya Hanya Untungkan Orang Kaya

Bisnis | Kamis, 18 September 2025 | 19:03 WIB

Terkini

Tiga Produk Khas Dataran Tinggi Dieng Masuk Pelindungan Indikasi Geografis di Indonesia

Tiga Produk Khas Dataran Tinggi Dieng Masuk Pelindungan Indikasi Geografis di Indonesia

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 11:31 WIB

Nikmati Ekstra 27.000 GarudaMiles, Benefit Eksklusif bagi Nasabah BRI Prioritas

Nikmati Ekstra 27.000 GarudaMiles, Benefit Eksklusif bagi Nasabah BRI Prioritas

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 11:31 WIB

Cuaca Panas Sebaiknya AC Pakai Mode Apa? Ini Tips agar Tidak Boros Listrik

Cuaca Panas Sebaiknya AC Pakai Mode Apa? Ini Tips agar Tidak Boros Listrik

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 11:31 WIB

How to Be a Friend: Memahami Arti Persahabatan Sejati

How to Be a Friend: Memahami Arti Persahabatan Sejati

Your Say | Kamis, 24 September 2026 | 11:30 WIB

Sinopsis Ray Gunn, Detektif Swasta Bongkar Konspirasi Besar Kota Futuristik

Sinopsis Ray Gunn, Detektif Swasta Bongkar Konspirasi Besar Kota Futuristik

Your Say | Kamis, 24 September 2026 | 11:30 WIB

Terbang Makin Nyaman, Nasabah BRI Prioritas Dapat Ekstra 27.000 GarudaMiles

Terbang Makin Nyaman, Nasabah BRI Prioritas Dapat Ekstra 27.000 GarudaMiles

Sumbar | Kamis, 24 September 2026 | 11:28 WIB

Jaksa Tuntut Fadia Arafiq 5 Tahun, Diduga Atur Proyek Outsourcing untuk Perusahaannya

Jaksa Tuntut Fadia Arafiq 5 Tahun, Diduga Atur Proyek Outsourcing untuk Perusahaannya

Jawa Tengah | Kamis, 24 September 2026 | 11:27 WIB

Gerai Berdiri Belum Tentu Siap Operasi, KSP Soroti Hambatan Kopdes Merah Putih Meski Ada Perpres

Gerai Berdiri Belum Tentu Siap Operasi, KSP Soroti Hambatan Kopdes Merah Putih Meski Ada Perpres

News | Kamis, 24 September 2026 | 11:23 WIB

Aliran Dana Pelicin Terbongkar, KPK Bidik Summarecon Jadi Tersangka Korupsi

Aliran Dana Pelicin Terbongkar, KPK Bidik Summarecon Jadi Tersangka Korupsi

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 11:22 WIB

Listrik KEK Sei Mangkei Tembus 74 MW, Energi Hijau Baru Penuhi 10 Persen

Listrik KEK Sei Mangkei Tembus 74 MW, Energi Hijau Baru Penuhi 10 Persen

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 11:22 WIB

×