Bansos PKH, Bolehkan Digunakan untuk Bayar Pinjol?

M Nurhadi | Suara.com

Kamis, 25 September 2025 | 09:35 WIB
Bansos PKH, Bolehkan Digunakan untuk Bayar Pinjol?
Ilustrasi bansos. [Pexels]

Suara.com - Program Keluarga Harapan (PKH) adalah salah satu program andalan pemerintah Indonesia untuk menanggulangi kemiskinan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat prasejahtera.

Program ini memberikan bantuan uang tunai kepada keluarga penerima manfaat (KPM) yang memenuhi kriteria tertentu.

Namun, seiring dengan maraknya layanan pinjaman online (pinjol), muncul pertanyaan krusial: bolehkah dana PKH digunakan untuk membayar utang pinjol?

Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, mari kita pahami dulu esensi dari kedua hal ini.

PKH (Program Keluarga Harapan)

PKH adalah bantuan sosial bersyarat. Artinya, dana yang diberikan bukanlah "uang gratis" melainkan dana yang harus digunakan untuk tujuan-tujuan spesifik. Tujuannya sangat mulia, yaitu:

  • Peningkatan Kesehatan: Bantuan PKH disyaratkan agar anak-anak balita dan ibu hamil rutin memeriksakan kesehatan di fasilitas kesehatan.
  • Peningkatan Pendidikan: Anak-anak usia sekolah wajib bersekolah dan kehadiran mereka dipantau.
  • Peningkatan Gizi: Bantuan ini diharapkan dapat membantu keluarga memenuhi kebutuhan gizi anak-anak, terutama dalam 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) yang sangat krusial.
  • Pemberdayaan Ekonomi: PKH juga bertujuan agar keluarga miskin memiliki modal untuk memulai usaha mikro atau memenuhi kebutuhan pokok yang mendesak.

Tujuan utama PKH adalah memutus rantai kemiskinan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Dengan kata lain, PKH adalah investasi pemerintah untuk membangun Sumber Daya Manusia (SDM) yang lebih sehat, cerdas, dan produktif di masa depan.

Pinjaman Online (Pinjol)

Pinjol adalah layanan pinjaman dana secara online yang sangat mudah diakses. Prosedurnya cepat, tidak memerlukan jaminan, dan dana bisa langsung cair.

Ini menjadikan pinjol sebagai solusi cepat bagi mereka yang membutuhkan uang mendesak. Namun, di balik kemudahannya, pinjol menyimpan potensi bahaya yang besar.

  • Bunga Tinggi: Bunga pinjol, terutama pinjol ilegal, bisa sangat mencekik. Bunga harian, denda, dan biaya tersembunyi dapat melipatgandakan jumlah utang dalam waktu singkat.
  • Jebakan Utang: Kemudahan akses pinjol sering kali membuat seseorang tergoda untuk terus-menerus meminjam, hingga akhirnya terjebak dalam lingkaran utang yang sulit diputus.
  • Ancaman dan Teror: Pinjol ilegal sering kali menggunakan cara-cara tidak manusiawi untuk menagih utang, seperti ancaman, teror, dan penyebaran data pribadi.

Mengapa Membayar Pinjol dengan Dana PKH Tidak Disarankan?

Melihat perbedaan tujuan dari PKH dan pinjol, maka secara tegas dapat dikatakan bahwa menggunakan dana PKH untuk membayar pinjol sangat tidak disarankan dan bertentangan dengan tujuan program PKH itu sendiri. Berikut adalah beberapa alasan kuatnya:

  1. Menyalahi Tujuan Program: Dana PKH diberikan untuk memenuhi kebutuhan dasar yang esensial, seperti gizi, pendidikan, dan kesehatan. Membayar utang pinjol bukanlah kebutuhan dasar. Justru, hal ini menunjukkan adanya masalah keuangan yang lebih besar.
  2. Jebakan Lingkaran Setan: Menggunakan dana PKH untuk membayar pinjol justru akan memperburuk kondisi keuangan keluarga. Setelah dana PKH habis, kemungkinan besar KPM akan terpaksa meminjam lagi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, dan utang baru pun akan muncul.
  3. Potensi Masalah Hukum: Meskipun tidak ada sanksi hukum secara langsung yang mengatur larangan ini, namun jika KPM ketahuan menyalahgunakan dana PKH, bisa saja bantuannya dihentikan.
  4. Menghambat Perkembangan Keluarga: Ketika dana PKH habis untuk membayar pinjol, maka kebutuhan pokok seperti susu anak, biaya sekolah, atau obat-obatan tidak akan terpenuhi. Ini akan berdampak negatif pada kesehatan dan pendidikan anak, yang pada akhirnya akan menghambat tujuan utama PKH.

Solusi dan Saran

Jika Anda adalah penerima PKH dan sedang terlilit utang pinjol, ada beberapa langkah yang bisa Anda lakukan daripada menggunakan dana PKH:

  • Jujur dan Terbuka: Bicarakan masalah ini dengan pendamping PKH Anda. Mereka adalah orang yang paling tepat untuk memberikan arahan dan solusi. Mereka bisa membantu Anda mencari solusi terbaik, seperti memberikan edukasi literasi keuangan atau mengarahkan ke lembaga bantuan hukum.
  • Prioritaskan Kebutuhan Pokok: Ingatlah bahwa dana PKH harus diutamakan untuk kebutuhan dasar keluarga. Jangan tergiur untuk menutupi lubang pinjol dengan menggunakan dana PKH.
  • Cari Bantuan: Jika utang pinjol Anda sudah sangat besar, segera cari bantuan dari lembaga yang kredibel, seperti Lembaga Bantuan Hukum (LBH) atau Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Mereka dapat membantu Anda bernegosiasi dengan pihak pinjol dan mencari jalan keluar terbaik.
  • Hindari Pinjaman Baru: Berhenti meminjam dari pinjol, baik yang legal maupun ilegal. Fokuslah pada bagaimana Anda dapat melunasi utang yang ada tanpa harus menciptakan utang baru.
  • Belajar Mengelola Keuangan: Manfaatkan waktu luang untuk belajar mengelola keuangan. Tanyakan kepada pendamping PKH atau ikutlah pelatihan yang diadakan oleh pemerintah.

Kontributor : Rizqi Amalia

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cara Cek Status Bantuan PKH dan Nominalnya

Cara Cek Status Bantuan PKH dan Nominalnya

Bisnis | Kamis, 25 September 2025 | 05:49 WIB

Paket Bansos 'Wakil Presiden RI' Muncul di Tengah Aksi Hari Tani

Paket Bansos 'Wakil Presiden RI' Muncul di Tengah Aksi Hari Tani

News | Rabu, 24 September 2025 | 16:51 WIB

Kriteria Penerima BSU BPJS Ketenagakerjaan, Benarkah Cair September-Oktober 2025?

Kriteria Penerima BSU BPJS Ketenagakerjaan, Benarkah Cair September-Oktober 2025?

Bisnis | Rabu, 24 September 2025 | 11:17 WIB

Terkini

Pemerintah Akan Larang Alih Fungsi Sawah, Sedang Siapkan Sanksi

Pemerintah Akan Larang Alih Fungsi Sawah, Sedang Siapkan Sanksi

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 21:11 WIB

Mentan Optimistis Stok Pangan Aman Hadapi Fenomena El Nino Godzilla

Mentan Optimistis Stok Pangan Aman Hadapi Fenomena El Nino Godzilla

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 21:07 WIB

Beredar Info Harga Pertamax Tembus Rp17.850 per Liter 1 April, Pertamina: Belum Pasti

Beredar Info Harga Pertamax Tembus Rp17.850 per Liter 1 April, Pertamina: Belum Pasti

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 20:28 WIB

Dari Limbah Jadi Energi, Biomassa Sawit RI Kuasai Pasar Jepang

Dari Limbah Jadi Energi, Biomassa Sawit RI Kuasai Pasar Jepang

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 19:29 WIB

Aset Kripto Jadi Pelarian Saat Saham Loyo, Tapi Tetap Berisiko

Aset Kripto Jadi Pelarian Saat Saham Loyo, Tapi Tetap Berisiko

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 19:20 WIB

Negara-negara Asing Mulai Antre Beli Pupuk dari Indonesia

Negara-negara Asing Mulai Antre Beli Pupuk dari Indonesia

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 19:16 WIB

Wacana Kemasan Polos Disorot, Rokok Ilegal Diprediksi Melonjak Tajam

Wacana Kemasan Polos Disorot, Rokok Ilegal Diprediksi Melonjak Tajam

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 19:09 WIB

RI Dapat Berkah dari Perang AS dan Iran, Bisa Jadi Raja Eksportir Pupuk Urea

RI Dapat Berkah dari Perang AS dan Iran, Bisa Jadi Raja Eksportir Pupuk Urea

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 19:04 WIB

Pegadaian Tembus Pasar Global, Ekspansi ke Timor Leste di Usia 125 Tahun

Pegadaian Tembus Pasar Global, Ekspansi ke Timor Leste di Usia 125 Tahun

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 18:59 WIB

Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina

Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 18:58 WIB