Peruri Klaim Berhasil Reduksi Emisi Karbon Hingga 102 Persen

Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Kamis, 25 September 2025 | 18:13 WIB
Peruri Klaim Berhasil Reduksi Emisi Karbon Hingga 102 Persen
Ilustrasi. Di tengah isu keberlanjutan global, Peruri mengumumkan keberhasilannya dalam mereduksi emisi karbon hingga 102 persen. (Dok: Peruri)
  • Peruri, yang dikenal sebagai perusahaan manufaktur tradisional, secara agresif melakukan transformasi digital dan menggunakan mesin berteknologi rendah emisi. Ini tidak hanya meningkatkan efisiensi operasional tetapi juga mengurangi penggunaan kertas dan menekan emisi karbon.
  • Peruri tidak hanya bicara soal keberlanjutan, tetapi juga menerapkannya melalui berbagai langkah konkret. Salah satunya dengan menyusun "Roadmap Peruri Hijau" dan mengembangkan "green dashboard" untuk memantau emisi, penggunaan air, dan pengelolaan limbah secara real-time.
  • Upaya keberlanjutan Peruri telah menghasilkan perhitungan carbon offset operasional sebesar 102% di area produksinya di Karawang.

Suara.com - Di tengah isu keberlanjutan global, Peruri mengumumkan keberhasilannya dalam mereduksi emisi karbon hingga 102 persen. Capaian fantastis ini menjadi bukti bahwa perusahaan manufaktur 'tradisional' pun bisa menjadi garda terdepan dalam menjaga lingkungan.

Dalam ajang inFUSE Executive Workshop, Direktur SDM, Teknologi dan Informasi Peruri, Gandung Anggoro Murdani, memaparkan langkah-langkah strategis yang telah mereka ambil. Gandung menegaskan bahwa transformasi besar ini dimulai dari digitalisasi proses, digitalisasi produk, hingga penggunaan mesin berteknologi rendah emisi.

"Digitalisasi yang diterapkan perusahaan tidak hanya meningkatkan efisiensi internal, tetapi juga secara signifikan mengurangi penggunaan kertas atau menjadi paperless. Sementara itu, investasi pada mesin-mesin canggih ramah lingkungan terbukti efektif menekan emisi karbon dari rantai produksi," papar dia dikutip Kamis (25/9/2025).

Komitmen ini diperkuat dengan penyusunan Roadmap Perusahaan Hijau, sebuah rencana jangka panjang yang berfungsi sebagai panduan untuk mencapai target Net Zero Emission. Sebagai implementasi nyata, perusahaan mengembangkan green dashboard yang mampu memantau penggunaan energi, konsumsi air, pengelolaan limbah, hingga emisi gas rumah kaca secara real-time.

"Keberlanjutan bagi kami bukan sekadar jargon, tetapi praktik nyata yang sudah berjalan di lapangan," ujar Gandung.

Di area produksi, komitmen perusahaan ini terlihat jelas. Gandung mengungkapkan bahwa dominasi area hijau di sana membuat perhitungan carbon offset operasional perusahaan mencapai 102%. Di Jakarta, perusahaan juga menghadirkan Taman Kota sebagai ruang terbuka hijau di tengah padatnya gedung pencakar langit, menjaga jejak karbon tetap rendah.

Langkah-langkah hijau ini tidak hanya berdampak pada efisiensi internal, tetapi juga memperkuat kontribusi perusahaan dalam mendukung agenda pembangunan berkelanjutan nasional. "Keberlanjutan adalah investasi jangka panjang bagi generasi mendatang, dan perusahaan ini ingin menjadi bagian penting dalam perjalanan itu," tutup Gandung.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pangkas Emisi 62 Persen, Target Australia Dinilai Lemah dan Terancam Gagalkan Aksi Iklim

Pangkas Emisi 62 Persen, Target Australia Dinilai Lemah dan Terancam Gagalkan Aksi Iklim

Tekno | Selasa, 23 September 2025 | 18:00 WIB

Buku Putih UMKM Hijau Diluncurkan, Targetkan Ekonomi Rendah Karbon 2045

Buku Putih UMKM Hijau Diluncurkan, Targetkan Ekonomi Rendah Karbon 2045

Your Say | Jum'at, 19 September 2025 | 16:11 WIB

Terungkap! Budidaya Tiram Bukan Biang Kerok Emisi, Malah Jadi Solusi Krisis Iklim?

Terungkap! Budidaya Tiram Bukan Biang Kerok Emisi, Malah Jadi Solusi Krisis Iklim?

Your Say | Kamis, 18 September 2025 | 16:05 WIB

Terkini

Pemerintah Akan Larang Alih Fungsi Sawah, Sedang Siapkan Sanksi

Pemerintah Akan Larang Alih Fungsi Sawah, Sedang Siapkan Sanksi

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 21:11 WIB

Mentan Optimistis Stok Pangan Aman Hadapi Fenomena El Nino Godzilla

Mentan Optimistis Stok Pangan Aman Hadapi Fenomena El Nino Godzilla

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 21:07 WIB

Beredar Info Harga Pertamax Tembus Rp17.850 per Liter 1 April, Pertamina: Belum Pasti

Beredar Info Harga Pertamax Tembus Rp17.850 per Liter 1 April, Pertamina: Belum Pasti

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 20:28 WIB

Dari Limbah Jadi Energi, Biomassa Sawit RI Kuasai Pasar Jepang

Dari Limbah Jadi Energi, Biomassa Sawit RI Kuasai Pasar Jepang

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 19:29 WIB

Aset Kripto Jadi Pelarian Saat Saham Loyo, Tapi Tetap Berisiko

Aset Kripto Jadi Pelarian Saat Saham Loyo, Tapi Tetap Berisiko

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 19:20 WIB

Negara-negara Asing Mulai Antre Beli Pupuk dari Indonesia

Negara-negara Asing Mulai Antre Beli Pupuk dari Indonesia

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 19:16 WIB

Wacana Kemasan Polos Disorot, Rokok Ilegal Diprediksi Melonjak Tajam

Wacana Kemasan Polos Disorot, Rokok Ilegal Diprediksi Melonjak Tajam

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 19:09 WIB

RI Dapat Berkah dari Perang AS dan Iran, Bisa Jadi Raja Eksportir Pupuk Urea

RI Dapat Berkah dari Perang AS dan Iran, Bisa Jadi Raja Eksportir Pupuk Urea

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 19:04 WIB

Pegadaian Tembus Pasar Global, Ekspansi ke Timor Leste di Usia 125 Tahun

Pegadaian Tembus Pasar Global, Ekspansi ke Timor Leste di Usia 125 Tahun

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 18:59 WIB

Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina

Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 18:58 WIB