Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.409,654
LQ45 640,294
Srikehati 312,025
JII 387,404
USD/IDR 17.908

Dijual Online Berkedok Pakaian Dalam, Bea Cukai Ngaku Kesulitan Berantas Rokok Ilegal

Mohammad Fadil Djailani

Jum'at, 26 September 2025 | 16:05 WIB
Dijual Online Berkedok Pakaian Dalam, Bea Cukai Ngaku Kesulitan Berantas Rokok Ilegal
Direktur Komunikasi dan Bimbingan Pengguna Jasa DJBC, Nirwala Dwi Heryanto, mengakui betapa sulitnya melacak modus ini. Foto Suara.com
baca 10 detik
  • Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) kini menghadapi tantangan baru dalam memberantas peredaran rokok ilegal.
  • Barang yang dijual disamarkan dengan berbagai produk lain, mulai dari mouse gim, keyboard, sandal, bahkan hingga pakaian dalam.
  • DJBC melakukan empat kali penindakan dengan cara menyamar sebagai pembeli. Setelah barang diterima, tim Bea Cukai melacak gudang dan berhasil menyita 650 slot rokok ilegal.

Suara.com - Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) kini menghadapi tantangan baru dalam memberantas peredaran rokok ilegal, yaitu praktik penjualan via marketplace yang menggunakan modus 'kucing-kucingan'.

Direktur Komunikasi dan Bimbingan Pengguna Jasa DJBC, Nirwala Dwi Heryanto, mengakui betapa sulitnya melacak modus ini.

"Ditawarkannya itu mesti dalam bentuk lain, seperti kaos, tapi mereknya merek rokok," ungkap Nirwala di Gedung Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (26/9/2025).

Menurut Nirwala, modus penjualan rokok ilegal ini pun semakin canggih. Barang yang dijual disamarkan dengan berbagai produk lain, mulai dari mouse gim, keyboard, sandal, bahkan hingga pakaian dalam. Namun, jika diklik, produk yang sebenarnya dijual adalah rokok ilegal.

Dalam dua minggu terakhir, Bea Cukai telah menjalankan operasi khusus dan berhasil membongkar jaringan penjualan daring ini. Nirwala menyebut, pihaknya melakukan empat kali penindakan dengan cara menyamar sebagai pembeli. Setelah barang diterima, tim Bea Cukai melacak gudang dan berhasil menyita 650 slot rokok ilegal.

Untuk penindakan skala kecil, Bea Cukai menerapkan konsep restorative justice untuk menegakkan hukum secara lebih efisien. Mereka yang tertangkap dapat dikenakan denda hingga tiga kali lipat. Sementara untuk kasus yang lebih serius, denda bisa mencapai empat kali lipat dan barang bukti disita untuk negara.

"Bahkan yang terakhir kemarin sudah dibayar, yang paling besar di gudangnya itu sampai dengan Rp500 juta," kata Nirwala, menunjukkan keseriusan penindakan ini.

Hingga September 2025, Bea Cukai mencatat peningkatan signifikan dalam penindakan rokok ilegal. Total penindakan telah mencapai 12.041 kali, mendekati jumlah penindakan sepanjang tahun 2024 yang mencapai 20.282 kali.

Barang bukti yang diamankan juga melonjak. Hingga September 2025, Bea Cukai berhasil mengamankan 745,049 juta batang rokok ilegal, hampir menyamai total penindakan tahun 2024 yang mencapai 792,030 juta batang.

baca juga

"Ini memang gerakan kita akan lebih masif. Baik di online maupun di pergerakan di pengiriman barang distribusi," tegas Nirwala.

Ia juga menyebutkan penangkapan besar-besaran yang terjadi tadi malam di Semarang (1,1 juta batang) dan Jakarta (800 ribu batang), menegaskan komitmen Bea Cukai untuk terus memberantas peredaran rokok ilegal, bahkan di tengah tantangan modus-modus baru yang semakin canggih.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Motor Listrik Yamaha Fokus untuk Transportasi Online Uji Sistem Baterai Tukar

Motor Listrik Yamaha Fokus untuk Transportasi Online Uji Sistem Baterai Tukar

Otomotif | Kamis, 25 September 2025 | 17:45 WIB

Tertangkap! 2 Pemuda di Rawa Lele Jakbar Ternyata Sudah Raup Cuan Rp100 Juta dari Bisnis Judol

Tertangkap! 2 Pemuda di Rawa Lele Jakbar Ternyata Sudah Raup Cuan Rp100 Juta dari Bisnis Judol

News | Kamis, 25 September 2025 | 17:07 WIB

Polisi Ringkus Admin Judi Online di Kalideres, Omzet Harian Capai Rp1,5 Juta

Polisi Ringkus Admin Judi Online di Kalideres, Omzet Harian Capai Rp1,5 Juta

News | Kamis, 25 September 2025 | 15:51 WIB

Terkini

Gugat Prosedur Tapi Abaikan Substansi, Strategi Febrie Adriansyah Dinilai Gagal Yakinkan Publik

Gugat Prosedur Tapi Abaikan Substansi, Strategi Febrie Adriansyah Dinilai Gagal Yakinkan Publik

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 11:36 WIB

Aktivis Ngaku Dicekik Kades Saat Demo Tolak Utang Rp786 Miliar di Gedung DPRD

Aktivis Ngaku Dicekik Kades Saat Demo Tolak Utang Rp786 Miliar di Gedung DPRD

Jatim | Senin, 10 Agustus 2026 | 11:36 WIB

Jelang HUT RI ke-81, Peternak DIY Gerah: Harga Telur Anjlok, Pakan Meroket

Jelang HUT RI ke-81, Peternak DIY Gerah: Harga Telur Anjlok, Pakan Meroket

Jogja | Senin, 10 Agustus 2026 | 11:34 WIB

Sosok Raabi'atul Adawiyyah, Menantu Sultan Brunei Juara Baca Al Quran Kehilangan Gelar Bangsawan

Sosok Raabi'atul Adawiyyah, Menantu Sultan Brunei Juara Baca Al Quran Kehilangan Gelar Bangsawan

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 11:33 WIB

Danantara Mau Beli Saham BEI, Demutualisasi Masih Jadi Tanda Tanya

Danantara Mau Beli Saham BEI, Demutualisasi Masih Jadi Tanda Tanya

Bisnis | Senin, 10 Agustus 2026 | 11:31 WIB

Pemerintah Gagap Komunikasi: Bikin Aturan Dulu, Gaduh Kemudian

Pemerintah Gagap Komunikasi: Bikin Aturan Dulu, Gaduh Kemudian

Your Say | Senin, 10 Agustus 2026 | 11:30 WIB

Mengapa Menjaga Hutan Papua Tak Cukup Mengandalkan Konservasi?

Mengapa Menjaga Hutan Papua Tak Cukup Mengandalkan Konservasi?

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 11:30 WIB

Jelang Reshuffle, PKB Serahkan Sepenuhnya Pilihan Menteri kepada Prabowo

Jelang Reshuffle, PKB Serahkan Sepenuhnya Pilihan Menteri kepada Prabowo

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 11:27 WIB

Beyond the Search Bar! Runtuhnya Berhala Metrik, Munculnya Ekosistem Jurnalisme Tanpa Sekat

Beyond the Search Bar! Runtuhnya Berhala Metrik, Munculnya Ekosistem Jurnalisme Tanpa Sekat

Opini | Senin, 10 Agustus 2026 | 11:27 WIB

20 Ucapan Selamat Hari Pramuka Bahasa Inggris dan Artinya

20 Ucapan Selamat Hari Pramuka Bahasa Inggris dan Artinya

Lifestyle | Senin, 10 Agustus 2026 | 11:26 WIB

×