Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

IHSG Berpotensi Rebound, Ancaman Shutdown AS Diabaikan Wall Street

M Nurhadi | Suara.com

Rabu, 01 Oktober 2025 | 07:33 WIB
IHSG Berpotensi Rebound, Ancaman Shutdown AS Diabaikan Wall Street
Ilustrasi perdagangan sesi I IHSG hari ini [Ist/Antara]
  • Wall Street ditutup menguat signifikan, dengan Dow Jones Industrial Average mencetak rekor all time high, meskipun dibayangi oleh potensi penutupan (shutdown) aktivitas Pemerintah AS akibat isu pendanaan.

  • IHSG mengalami tekanan jual signifikan pada perdagangan sebelumnya, ditutup melemah 0,77%, didorong oleh net sell asing mencapai Rp1,25 Triliun yang terkonsentrasi pada saham blue chip seperti BBCA dan BBRI.

  • Secara teknikal, IHSG berpotensi technical rebound hari ini, asalkan mampu bertahan di area support kritis 8000-8030, dengan beberapa saham energi dan teknologi direkomendasikan untuk trading idea.

Suara.com - Pasar global menunjukkan respons yang terbagi pada perdagangan hari Selasa (30/9/2025), memberikan sinyal campuran yang perlu dicermati oleh investor domestik.

Wall Street berhasil mencatat penguatan signifikan, sementara sentimen di Asia bervariasi menjelang keputusan suku bunga Bank Sentral Australia. Di sisi lain, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Indonesia mengalami tekanan jual yang cukup besar.

Indeks-indeks saham di Wall Street, Amerika Serikat, berhasil ditutup menguat pada perdagangan Selasa, meskipun pasar dibayangi oleh potensi shutdown (penutupan) aktivitas Pemerintah AS akibat kehabisan pendanaan di tengah malam. Para investor memilih mengesampingkan kekhawatiran politik tersebut.

Dow Jones Industrial Average berhasil bertambah 0,18% dan mencetak rekor tertinggi sepanjang masa (all time high). Sementara itu, indeks S&P 500 naik 0,41%, dan Nasdaq Composite menguat 0,31%.

Kekhawatiran shutdown pemerintah AS menjadi fokus utama para pemimpin di Washington, dengan potensi penundaan rilis data penting, termasuk laporan ketenagakerjaan nonfarm payrolls September yang dijadwalkan Jumat (3/10).

Selain itu, investor juga mewaspadai risiko jangka menengah seperti pelemahan pasar tenaga kerja, potensi stagflasi, dan valuasi saham yang dinilai sudah tinggi.

Dari sisi korporasi, saham perangkat lunak mengalami tekanan, namun raksasa chip Nvidia justru menguat setelah startup yang didukungnya, CoreWeave, meneken kontrak infrastruktur AI senilai US$14,2 miliar dengan Meta Platforms.

IHSG Ditekan Jual Asing, Berpeluang Rebound

Berbeda dengan euforia di Wall Street, IHSG pada perdagangan sebelumnya ditutup melemah signifikan, turun sebesar 0,77%. Pelemahan ini sangat dipengaruhi oleh aksi jual bersih (net sell) investor asing yang mencapai sekitar Rp1,25 Triliun.

Saham-saham berkapitalisasi besar (big caps) yang paling banyak dilepas oleh investor asing adalah BBCA, BBRI, ARCI, ANTM, dan DEWA.

Aksi jual yang terkonsentrasi di saham-saham blue chip ini memberikan dampak signifikan pada pergerakan indeks secara keseluruhan.

Meskipun tertekan, secara teknikal IHSG hari ini, Rabu (1/10), berpotensi technical rebound. Potensi ini dapat terwujud jika indeks mampu bertahan dengan kuat di level support utamanya.

Analis menetapkan area support kritis IHSG berada di rentang 8000-8030. Jika support ini bertahan, IHSG memiliki target resistance di level 8100 hingga 8150.

Sementara itu, bursa Asia secara keseluruhan bervariasi. Indeks Nikkei 225 Jepang dan ASX 200 Australia melemah tipis, khususnya setelah Bank Sentral Australia (RBA) mempertahankan suku bunga acuan di level 3,6%.

Di sisi lain, indeks Hang Seng Hong Kong dan Taiex Taiwan justru ditutup menguat, menunjukkan selektivitas pasar di kawasan tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

IHSG Anjlok Hari Ini Imbas ADB Turunkan Prospek Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

IHSG Anjlok Hari Ini Imbas ADB Turunkan Prospek Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Bisnis | Selasa, 30 September 2025 | 17:22 WIB

Target Harga Bisa Tembus Rp 4.700, Ini Kata Analis Soal Prospek Saham INCO

Target Harga Bisa Tembus Rp 4.700, Ini Kata Analis Soal Prospek Saham INCO

Bisnis | Selasa, 30 September 2025 | 13:28 WIB

IHSG Sesi I: Tertekan ke 8.096 Akibat Koreksi Saham Bank, BRMS dan RAJA Melesat

IHSG Sesi I: Tertekan ke 8.096 Akibat Koreksi Saham Bank, BRMS dan RAJA Melesat

Bisnis | Selasa, 30 September 2025 | 12:45 WIB

Terkini

Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita

Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:10 WIB

Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru

Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:08 WIB

Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun

Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:02 WIB

PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025

PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:56 WIB

CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai

CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:52 WIB

BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah

BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:45 WIB

Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026

Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:18 WIB

PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen

PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:50 WIB

Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun

Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:45 WIB

Badai Ekonomi Ganda: Rupiah Terpuruk ke Rp 17.667 dan Harga Minyak Dunia Kian Membara

Badai Ekonomi Ganda: Rupiah Terpuruk ke Rp 17.667 dan Harga Minyak Dunia Kian Membara

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:42 WIB