Meski Banyak Kasus Keracunan, Luhut Mau MBG Jalan Terus

Mohammad Fadil Djailani

Sabtu, 04 Oktober 2025 | 08:59 WIB
Meski Banyak Kasus Keracunan, Luhut Mau MBG Jalan Terus
Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan, menegaskan bahwa program tersebut tidak perlu dihentikan. (instagram/luhut.pandjaitan)
baca 10 detik
  • Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang kontroversial kembali menjadi sorotan setelah banyak kasus keracunan.
  • Sejumlah pihak meminta agar program ini dihentikan.
  • Meski demikian Luhut Binsar Padjaitan menolaknya.

Suara.com - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang kontroversial kembali menjadi sorotan. Meskipun sempat terjadi kasus keracunan massal di sejumlah daerah, Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan, menegaskan bahwa program tersebut tidak perlu dihentikan.

Pernyataan ini muncul merespons desakan keras dari Aliansi Ekonom Indonesia (AEI) yang meminta pemerintah menghentikan sementara MBG karena dinilai menyedot anggaran besar dan telah menyebabkan lebih dari 5.000 siswa keracunan.

"Yang penting prosesnya kita lihat bagus, jalan. Kalau kurang di sana sini, kita perbaiki," kata Luhut dalam konferensi pers usai rapat dengan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana, Jumat, seperti dikutip Antara.

"Kita tentu sangat berhati-hati dengan kejadian keracunan kemarin. Tapi proses perbaikan semua sekarang berjalan."

Luhut meminta publik tidak terburu-buru menilai negatif program yang baru berjalan sembilan bulan ini. Ia berpendapat bahwa MBG memiliki manfaat jangka panjang yang krusial, yaitu membangun rantai pasok baru bagi kebutuhan pangan lokal, mulai dari telur, ikan, hingga pisang.

"Maksud saya ini membangun simpul-simpul ekonomi baru," tegas Luhut. Ia menambahkan bahwa perbaikan dan evaluasi saat ini sedang dilakukan secara menyeluruh.

Luhut juga menyoroti pentingnya perluasan peran pemerintah daerah (pemda) dalam pelaksanaan program untuk memastikan distribusi makanan lebih tepat sasaran. Ia menjanjikan bahwa dengan perbaikan data dan sistem, pelaksanaan MBG akan semakin baik dalam tiga bulan ke depan.

"Kita lihat tiga bulan ke depan menurut saya pasti akan lebih baik, karena dengan data-data yang ada dan pengecekan di lapangan, kami lakukan pengecekan fisik," ujarnya optimistis.

Sebelumnya, AEI menilai program MBG sarat misalokasi anggaran dan tidak tepat sasaran. Ekonom Lili Yan Ing dari AEI menyarankan agar penerima MBG diubah dari yang bersifat universal menjadi targeted (tertuju).

baca juga

"Dengan mengubah penerima MBG dari yang bersifat universal menjadi targeted, pemerintah dapat memperbaiki misalokasi anggaran serta menyesuaikan program dengan tujuan kebijakan, sehingga setiap rupiah yang dikeluarkan oleh pemerintah dapat digunakan secara efektif,” ujar Lili.

Senada, Ekonom Milda Irhamni dari AEI menekankan pentingnya transparansi dan meminta evaluasi program dilakukan oleh lembaga independen untuk menghindari konflik kepentingan.

Meskipun kritik terus berdatangan, pernyataan keras Luhut Binsar Pandjaitan ini menunjukkan tekad pemerintah untuk tetap melanjutkan program MBG, dengan fokus pada perbaikan sistem dan melibatkan peran daerah secara lebih luas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terkuak! Kasus Keracunan Siswa di Jakarta Akibat Dapur MBG Tak Jalani SOP BGN

Terkuak! Kasus Keracunan Siswa di Jakarta Akibat Dapur MBG Tak Jalani SOP BGN

News | Sabtu, 04 Oktober 2025 | 08:22 WIB

Nitrit Lebih Mematikan dari Bakteri? 5 Fakta Mengerikan di Balik 1.315 Siswa Keracunan  MBG

Nitrit Lebih Mematikan dari Bakteri? 5 Fakta Mengerikan di Balik 1.315 Siswa Keracunan MBG

Your Say | Sabtu, 04 Oktober 2025 | 05:15 WIB

Ahli UGM di MK Pertanyakan MBG, Usul Fokus ke Pendidikan Gratis hingga Perguruan Tinggi

Ahli UGM di MK Pertanyakan MBG, Usul Fokus ke Pendidikan Gratis hingga Perguruan Tinggi

Video | Sabtu, 04 Oktober 2025 | 08:00 WIB

Terkini

Alarm Kekerasan Anak di Jateng: 188 Kasus Persetubuhan Terungkap hingga Agustus 2026

Alarm Kekerasan Anak di Jateng: 188 Kasus Persetubuhan Terungkap hingga Agustus 2026

Jawa Tengah | Selasa, 08 September 2026 | 07:56 WIB

Akhirnya Dibuka! Bandara Soetta Beroperasi Bertahap, Disusul Halim dan Husein Sastranegara

Akhirnya Dibuka! Bandara Soetta Beroperasi Bertahap, Disusul Halim dan Husein Sastranegara

News | Selasa, 08 September 2026 | 07:48 WIB

4 Pelembap Tekstur Pudding Ini Bikin Kulit Cerah, Kenyal, dan Bebas Kusam

4 Pelembap Tekstur Pudding Ini Bikin Kulit Cerah, Kenyal, dan Bebas Kusam

Your Say | Selasa, 08 September 2026 | 07:40 WIB

Bank Mandiri Bagikan Dividen Interim Rp6,16 Triliun, Setara Rp66 per Saham

Bank Mandiri Bagikan Dividen Interim Rp6,16 Triliun, Setara Rp66 per Saham

Bisnis | Selasa, 08 September 2026 | 07:33 WIB

OJK Sanksi 113 Pihak, Denda Pasar Modal Capai Rp104,63 Miliar

OJK Sanksi 113 Pihak, Denda Pasar Modal Capai Rp104,63 Miliar

Bisnis | Selasa, 08 September 2026 | 07:24 WIB

Bukan Dari Sampah! Kebakaran TPA Galuga Berawal dari Ladang, Tak Ada Korban Jiwa

Bukan Dari Sampah! Kebakaran TPA Galuga Berawal dari Ladang, Tak Ada Korban Jiwa

News | Selasa, 08 September 2026 | 07:23 WIB

3 Rekomendasi Eye Serum Kafein Terbaik untuk Mengatasi Mata Panda dan Sembab

3 Rekomendasi Eye Serum Kafein Terbaik untuk Mengatasi Mata Panda dan Sembab

Lifestyle | Selasa, 08 September 2026 | 07:20 WIB

Arti Mimpi Melihat Air Banjir Jernih dan Keruh Menurut Primbon Jawa, Pertanda Baik atau Buruk?

Arti Mimpi Melihat Air Banjir Jernih dan Keruh Menurut Primbon Jawa, Pertanda Baik atau Buruk?

Lifestyle | Selasa, 08 September 2026 | 07:20 WIB

Review Film Mirzapur: The Movie, Babak Baru Rivalitas Panas Guddu dan Munna

Review Film Mirzapur: The Movie, Babak Baru Rivalitas Panas Guddu dan Munna

Your Say | Selasa, 08 September 2026 | 07:15 WIB

Hasil Lab Keluar! Bakteri Ditemukan dalam Program MBG Tulungagung

Hasil Lab Keluar! Bakteri Ditemukan dalam Program MBG Tulungagung

Jatim | Selasa, 08 September 2026 | 07:13 WIB

×