Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Meski Banyak Kasus Keracunan, Luhut Mau MBG Jalan Terus

Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Sabtu, 04 Oktober 2025 | 08:59 WIB
Meski Banyak Kasus Keracunan, Luhut Mau MBG Jalan Terus
Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan, menegaskan bahwa program tersebut tidak perlu dihentikan. (instagram/luhut.pandjaitan)
  • Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang kontroversial kembali menjadi sorotan setelah banyak kasus keracunan.
  • Sejumlah pihak meminta agar program ini dihentikan.
  • Meski demikian Luhut Binsar Padjaitan menolaknya.

Suara.com - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang kontroversial kembali menjadi sorotan. Meskipun sempat terjadi kasus keracunan massal di sejumlah daerah, Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan, menegaskan bahwa program tersebut tidak perlu dihentikan.

Pernyataan ini muncul merespons desakan keras dari Aliansi Ekonom Indonesia (AEI) yang meminta pemerintah menghentikan sementara MBG karena dinilai menyedot anggaran besar dan telah menyebabkan lebih dari 5.000 siswa keracunan.

"Yang penting prosesnya kita lihat bagus, jalan. Kalau kurang di sana sini, kita perbaiki," kata Luhut dalam konferensi pers usai rapat dengan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana, Jumat, seperti dikutip Antara.

"Kita tentu sangat berhati-hati dengan kejadian keracunan kemarin. Tapi proses perbaikan semua sekarang berjalan."

Luhut meminta publik tidak terburu-buru menilai negatif program yang baru berjalan sembilan bulan ini. Ia berpendapat bahwa MBG memiliki manfaat jangka panjang yang krusial, yaitu membangun rantai pasok baru bagi kebutuhan pangan lokal, mulai dari telur, ikan, hingga pisang.

"Maksud saya ini membangun simpul-simpul ekonomi baru," tegas Luhut. Ia menambahkan bahwa perbaikan dan evaluasi saat ini sedang dilakukan secara menyeluruh.

Luhut juga menyoroti pentingnya perluasan peran pemerintah daerah (pemda) dalam pelaksanaan program untuk memastikan distribusi makanan lebih tepat sasaran. Ia menjanjikan bahwa dengan perbaikan data dan sistem, pelaksanaan MBG akan semakin baik dalam tiga bulan ke depan.

"Kita lihat tiga bulan ke depan menurut saya pasti akan lebih baik, karena dengan data-data yang ada dan pengecekan di lapangan, kami lakukan pengecekan fisik," ujarnya optimistis.

Sebelumnya, AEI menilai program MBG sarat misalokasi anggaran dan tidak tepat sasaran. Ekonom Lili Yan Ing dari AEI menyarankan agar penerima MBG diubah dari yang bersifat universal menjadi targeted (tertuju).

"Dengan mengubah penerima MBG dari yang bersifat universal menjadi targeted, pemerintah dapat memperbaiki misalokasi anggaran serta menyesuaikan program dengan tujuan kebijakan, sehingga setiap rupiah yang dikeluarkan oleh pemerintah dapat digunakan secara efektif,” ujar Lili.

Senada, Ekonom Milda Irhamni dari AEI menekankan pentingnya transparansi dan meminta evaluasi program dilakukan oleh lembaga independen untuk menghindari konflik kepentingan.

Meskipun kritik terus berdatangan, pernyataan keras Luhut Binsar Pandjaitan ini menunjukkan tekad pemerintah untuk tetap melanjutkan program MBG, dengan fokus pada perbaikan sistem dan melibatkan peran daerah secara lebih luas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terkuak! Kasus Keracunan Siswa di Jakarta Akibat Dapur MBG Tak Jalani SOP BGN

Terkuak! Kasus Keracunan Siswa di Jakarta Akibat Dapur MBG Tak Jalani SOP BGN

News | Sabtu, 04 Oktober 2025 | 08:22 WIB

Nitrit Lebih Mematikan dari Bakteri? 5 Fakta Mengerikan di Balik 1.315 Siswa Keracunan  MBG

Nitrit Lebih Mematikan dari Bakteri? 5 Fakta Mengerikan di Balik 1.315 Siswa Keracunan MBG

Your Say | Sabtu, 04 Oktober 2025 | 05:15 WIB

Ahli UGM di MK Pertanyakan MBG, Usul Fokus ke Pendidikan Gratis hingga Perguruan Tinggi

Ahli UGM di MK Pertanyakan MBG, Usul Fokus ke Pendidikan Gratis hingga Perguruan Tinggi

Video | Sabtu, 04 Oktober 2025 | 08:00 WIB

Terkini

Mendag Bertemu Perwakilan e-commerce Bahas Revisi Permendag Nomor 31 Tahun 2023

Mendag Bertemu Perwakilan e-commerce Bahas Revisi Permendag Nomor 31 Tahun 2023

Bisnis | Rabu, 27 Mei 2026 | 18:15 WIB

Investor Kripto Dinilai Sudah Matang dan Tak Cuma FOMO

Investor Kripto Dinilai Sudah Matang dan Tak Cuma FOMO

Bisnis | Rabu, 27 Mei 2026 | 17:15 WIB

Menkeu Optimistis Pendapatan Negara Capai Target, Coretax Dinilai Sudah Menunjukkan Hasil

Menkeu Optimistis Pendapatan Negara Capai Target, Coretax Dinilai Sudah Menunjukkan Hasil

Bisnis | Rabu, 27 Mei 2026 | 13:22 WIB

Menkeu Purbaya Heran Rupiah Melemah Terus: Enggak Masuk Akal

Menkeu Purbaya Heran Rupiah Melemah Terus: Enggak Masuk Akal

Bisnis | Rabu, 27 Mei 2026 | 12:32 WIB

Luhut Sebut Bea dan Cukai Tak Diperlukan Lagi, Purbaya Beri Jawaban

Luhut Sebut Bea dan Cukai Tak Diperlukan Lagi, Purbaya Beri Jawaban

Bisnis | Rabu, 27 Mei 2026 | 12:10 WIB

Harga BBM Subsidi Tak Naik, Kepercayaan Industri RI Langsung Melesat

Harga BBM Subsidi Tak Naik, Kepercayaan Industri RI Langsung Melesat

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:55 WIB

Di Tengah Lemahnya Rupiah, Kepercayaan Industri Naik ke Level 53,56

Di Tengah Lemahnya Rupiah, Kepercayaan Industri Naik ke Level 53,56

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:20 WIB

Infrastruktur Kompleks di Balik Layar: Mengapa Gangguan Platform Trading Sering Bikin Trader Panik?

Infrastruktur Kompleks di Balik Layar: Mengapa Gangguan Platform Trading Sering Bikin Trader Panik?

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:53 WIB

Investasi Digital China di RI Makin Marak, Apa Untung dan Ruginya?

Investasi Digital China di RI Makin Marak, Apa Untung dan Ruginya?

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:48 WIB

Begini Cara Ubah Data Karyawan Jadi Mesin Pertumbuhan Bisnis

Begini Cara Ubah Data Karyawan Jadi Mesin Pertumbuhan Bisnis

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:42 WIB